Billy Miske’s Last Fight
Miske leaves a legacy of raw courage, of hope for what is possible for people while they are sick–for what you can do while you are sick–even terminally sick. He leaves behind a role model for fathers, husbands and for fighters
Iman, Pengharapan, dan Kasih (Bagian 6.b)
“Jika seseorang yang pandai sekali pergi ke gunung, ke lembah, ke laut, pergi ke seluruh dunia, dan melihat keindahan alam semesta, melihat setiap tangkai bunga, pohon besar, dan segala binatang yang dicipta; setelah melihat keindahan seluruh alam semesta, lalu dia pulang ke rumah dan mengatakan tidak ada Allah
Billy Miske : Pertandingan Terakhir
Banyak hal yang membuat seseorang merasa kembali kuat dan bergairah, ketika menginginkan orang yang dikasihi tetap tersenyum dan berbahagia. Pertandningan terakhir yang sangat menginspirasi adalah sebagaimana dialami banyak insan didunia dan diwakili oleh Billy Miske
The Surly Guest
The story is based on the true life of the individual but is not a biography. It’s a truly inspirational tale and a great example of excellent moral values. Despite being written over one hundred years ago, the story is still relevant today.
Iman, Pengharapan, dan Kasih (Bagian 6.a)
Tuhan “membeli” kita bukan karena kita baik, hebat, dan berjasa. Jangan ada orang yang membanggakan diri. Jangan anggap cat yang bagus menyenangkan Tuhan. Tuhan mengatakan, “Aku membeli engkau kembali justru untuk Aku rubuhkan. Tidak ada dari dirimu yang memperkenan Aku. Aku mau membangun ulang melalui kuasa Roh Kudus.”
Frida Kahlo : Melukis Realitas Diri
Tetapi tahukah kamu bahwa menjadi pelukis tidak hanya mengandalkan inspirasi dan hidup dalam kreativitas untuk menghasilkan karya yang sangat bernilai?
Beberapa diantaranya harus berjuang hidup dan berkarya dengan berbagai macam liku kehidupan.
A Clever Slave
In Samos the little slave soon became known for his wisdom and courage. He often amused his master and his master’s friends by telling droll fables about birds and beasts that could talk.
Khotbah Di Bukit (Part 22)
Dunia demikian jahat dan menakutkan, mengapa sampai sekarang belum dibuang Tuhan? Karena Tuhan masih beranugerah, memberikan kesempatan melalui anugerah umum agar manusia bertobat. Roma 2:6-7 menulis, tidak tahukah engkau panjang sabarnya Allah menanti engkau bertobat dan menerima pengampunan Allah.
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Karena ternyata pada akhirnya beberapa diantara mereka tidak lebih dari sekedar sampah karena terbukti oleh hukum dinyatakan bersalah itu pun jika kita berkeyakinan bahwasanya hukum mengalir sesuai marwahnya.






