Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

sebelumnya…

Manusia mempunyai sikap yang suka berubah, mencari untung untuk diri sendiri. Inilah mental pelacur. Pelacur diberi uang banyak, dia membuka baju untuk orang itu. Dijanjikan segala sesuatu, dia menikah dengan orang itu. Allah itu setia dan kekal, mutlak, dan tidak berubah. Otak kita, rasio kita harus sesuai dan setia kepada yang mutlak, yaitu kepada Tuhan Allah sendiri.

Di dalam Gerakan Karismatik yang radikal, Roh Kudus dipakai sebagai Roh supranatural yang menyebabkan kita menjadi aneh. Seorang yang bisa berteriak-teriak, bisa bergoyang-goyang gemetar, bisa jatuh ke tanah, atau bisa pingsan, dianggap sebagai seorang yang penuh Roh Kudus. Alkitab tidak pernah menyamakan gejala seperti itu dengan karya Roh Kudus. Tidak pernah tercatat orang yang dipenuhi Roh Kudus terjatuh tergeletak di lantai lalu kejang-kejang, tidak tahu segala sesuatu, tidak sadar, dan mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak dimengerti orang lain. Jika mengira itu adalah Roh Kudus, engkau telah ditipu. Orang-orang ini menganggap diri seolah mempunyai kebenaran Allah dan semua orang lain tidak punya kebenaran itu, lalu memvonis, menghakimi, dan mengadili gereja, seolah semua gereja yang berbeda itu yang sesat dan tidak mempunyai Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Roh yang suci. Tetapi banyak gejala aneh di mana “Roh”-nya dipentingkan, tetapi “suci”-nya dilalaikan; Roh kebenaran, “Roh”-nya dipentingkan, tetapi “kebenaran”-nya diabaikan. Jika kita mengabaikan Dia yang suci, Dia yang adalah kebenaran, hanya tahu Dia adalah Roh, lalu tidak bisa membedakan Roh yang itu benar atau bukan, bukankah kita telah dijerat dan masuk ke dalam belenggu Iblis? Banyak orang merasa puas kalau seperti memiliki Roh, tetapi tidak tahu Roh itu apa. Banyak pemimpin Karismatik yang terkenal di dunia terlibat skandal seks, karena mereka tidak mementingkan kesucian dan kebenaran Roh Kudus. Roh yang kekal mengakibatkan konsistensi di dalam mencintai Tuhan. Roh yang suci mengakibatkan perasaan takut akan Tuhan dan hidup dalam kesucian. Roh kebenaran mengakibatkan pendeta-pendeta memegang teguh firman Tuhan dan menjaga seluruh khotbahnya untuk setia sesuai dengan Alkitab.

Roh Kudus adalah Roh kekal. Roh Kudus adalah Roh kebenaran. Roh Kudus adalah Roh suci. Jika kita ingin melihat seorang hamba Tuhan penuh Roh Kudus atau tidak, lihatlah bagaimana ia secara konsisten mencintai Tuhan, bagaimana hidupnya suci atau tidak, dan bagaimana ia mencintai kebenaran dan keadilan.

Roh Kudus adalah Roh bijaksana, berarti Ia memiliki kecerdasan, kepintaran, dan kebijaksanaan yang luar biasa, melampaui semua kebijaksanaan di dalam dunia. Salomo dalam Kitab Amsal menulis, ada tiga unsur penting dalam kebijaksanaan:

Pertama, perasaan takut akan Tuhan. Takut akan Allah adalah permulaan dari hikmat (Ams. 1:7). Tidak ada orang yang bijaksana tetapi kurang ajar kepada Tuhan. Tidak ada orang yang bijaksana yang tidak mempunyai perasaan takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan, sekalipun tidak ada istri di pinggir, tetap tidak akan mencari perempuan lain. Orang yang takut akan Tuhan, sekalipun dilemparkan di tempat yang begitu merugikan, tetap tidak akan menyangkal dan meninggalkan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan akan berjuang untuk menjaga hidup di dalam kesucian-Nya, keadilan-Nya, kebajikan-Nya, dan kebenaran-Nya, sehingga berkenan kepada Dia.

Kedua, mengenal kesucian Tuhan. Orang bijaksana menyadari Tuhan itu suci, sehingga ia harus berpikiran suci, bertangan suci, berhati suci, berkelakuan suci, bertubuh suci, dan berseks suci, supaya dapat melayani Dia. Gereja Reformed Injili Indonesia didirikan karena Indonesia membutuhkan gereja yang sungguh-sungguh menyatakan kesucian dan kebenaran Tuhan. Dan untuk itu kita perlu kebijaksanaan Tuhan supaya intelektualitas kita kembali kepada Tuhan.

Ketiga, mengembalikan intelektualitas kepada kebenaran Tuhan. Konsep rasio di dalam pemahaman Katolik Roma berbeda dengan Protestan. Setelah Reformasi, ada perubahan besar khususnya mengenai pemahaman tentang rasio. Orang Katolik Roma mengatakan bahwa manusia tidak perlu ditolong, tidak memerlukan anugerah Tuhan. Cukup dengan rasio yang dicipta Tuhan, manusia dapat membuktikan dan menemukan Allah ada. Hanya dengan teori yang masuk akal, manusia akan menerimanya dan beriman bahwa Tuhan itu ada. Rasio adalah fungsi paling penting di mana manusia berbeda dari binatang. Tidak ada binatang yang memiliki rasio, dan tidak ada manusia yang tidak memiliki rasio.

Tuhan menguasai sejarah dan mengatur sejarah. Ketika manusia tidak bisa bekerja, tentara, politik, dan kekuasaan manusia tidak bisa mengubah dunia, Allah campur tangan, sehingga Roh Kudus masuk ke dalam sejarah dan mengintervensi sejarah; Roh Kudus mengarahkan dan mengatur kembali seluruh sejarah. Tuhan adalah Tuhan atas sejarah, bagaimana sejarah berubah arah adalah karena Tuhan ikut campur. Hal-hal seperti ini tidak pernah dikatakan oleh gereja Karismatik, karena mereka tidak percaya ada hubungan antara kebijaksanaan, pengetahuan, dan strategi intelektualitas manusia, dan pimpinan Roh Kudus.

Orang Kristen ketika membaca Alkitab, juga harus melihat keadaan dunia. Ketika membaca sejarah Kristen, kita juga harus membaca sejarah dunia, dan dari situ kita bisa melihat bagaimana tangan Tuhan memimpin orang Kristen kepada Dia, bagaimana Ia memimpin sejarah. Walaupun dunia menganiaya gereja; walaupun Komunisme, Atheisme, Imperialisme, Konsumerisme, dan Kapitalisme sangat menghantam dan menghancurkan gereja, tetapi ada Roh Kudus yang memimpin, baik di dunia maupun di gereja.

Roh Kudus adalah Roh strategi, Roh yang memberikan kebijaksanaan kepada manusia untuk tidak mengambil keputusan, perkiraan, perhitungan, dan kesimpulan yang salah. Banyak orang bukannya tidak pintar, tetapi gagal total karena membuat keputusan yang salah. Banyak orang yang seumur hidup lancar, tetapi ketika tua, satu kali berbuat salah, lalu hancur seluruh hidupnya. Jangan bodoh, jangan menganggap diri pandai, dan jangan menganggap diri hebat. Ketika engkau salah memperkirakan diri, salah memperhitungkan orang lain, dan salah mengambil kesimpulan atau konklusi, maka pasti engkau akan mengambil keputusan yang salah. Satu kali mengambil keputusan yang salah, engkau akan salah semua. Keputusan yang salah terjadi akibat pikiran, estimasi, kalkulasi, dan konklusi yang salah. Roh Kudus membuat kita lebih cerdas, lebih mengerti pimpinan dan rencana Tuhan, lebih daripada kemauan sendiri. Manusia tidak boleh semaunya sendiri, lalu meminta Tuhan takluk kepada kemauannya. Jangan paksa Allah mengikut engkau, tetapi paksalah dirimu untuk tunduk kepada pimpinan Roh Kudus. Paksalah segala kemampuanmu untuk taat kepada pimpinan Tuhan. Inilah orang bijaksana.

Jika kita tidak memiliki kebijaksanaan yang paling dasar, yaitu takut akan Tuhan, dan mengikuti pimpinan Roh Kudus, kita akan kalah strategi, tidak lagi dipimpin Roh Kudus, dan akhirnya kita hancur seumur hidup. Di dalam sejarah, kita melihat perkembangan arah, di mana pada saat yang paling krisis, Tuhan campur tangan. Jika Tuhan tidak memakai Presiden Kennedy untuk memerintahkan kapal Rusia kembali, tidak boleh ke Cuba, mungkin Perang Dunia akan terjadi. Saat itu Presiden Kennedy adalah presiden yang paling muda dan dianggap kurang berpengalaman. Tetapi justru dengan kurang pengalaman, memiliki keberanian yang luar biasa besar, dan menghindarkan dunia dari petaka. Alkitab mengatakan, “Alangkah dalamnya rencana-Mu, alangkah sulitnya jejak kaki-Mu, ya Allah. Alangkah limpahnya kebijaksanaan-Mu.” Di sini kita melihat betapa Allah yang berstrategi, jauh lebih pandai dari manusia, jauh lebih dalam dari pikiran manusia, dan jauh lebih bijaksana dari strategi manusia. Karena Roh Kudus adalah Roh strategi.

Jika orang Kristen yang makin beriman kepada Tuhan makin bodoh, makin menerima Tuhan makin bodoh dan sekolahnya makin tidak baik, itu karena kurang mengerti Roh Kudus adalah Roh bijaksana. Itu membuat kita hidup dengan bingung, tidak tahu apa-apa, mengikuti kemauan diri sendiri sampai mati. Orang yang rendah hati akan berkata, “Aku bukan siapa-siapa, aku bodoh, dan kini aku datang kepada-Mu untuk tunduk sepenuhnya kepada-Mu. Engkaulah Allahku yang memberikan hikmat Roh-Mu yang kudus kepadaku, memberikan pengetahuan dari Roh-Mu, dan memberikan kebijaksanaan dan strategi diri-Mu, sehingga aku dapat berubah dan mengubah diriku, menjadi seseorang yang dilengkapi kebijaksanaan sorgawi.”

Ketika dunia berada di dalam kekacauan, kepicikan, dan kesulitan yang paling besar, manusia sudah tidak dapat memikirkan hari depannya. Pada saat itulah Tuhan yang mampu memimpin sejarah. Kita sedang melihat dunia akan ke mana, siapa yang mengatur strategi, siapa yang memegang peranan paling penting, Donald Trump, Kim Jong Un, atau Xi Jin Ping? Bukan mereka semua. Allah yang di sorga yang memegang peranan paling penting. Allah yang melihat strategi mana yang harus dijalankan. Inilah peranan Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Roh strategi, Roh Kudus bukan hanya berada di dalam hati manusia, tetapi Roh Kudus juga berada di seluruh dunia, walaupun seluruh dunia berada di bawah tangan si jahat. Si jahat itu sendiri berada di bawah tangan Tuhan, sehingga Roh Kudus memakai strategi yang paling tinggi, yang lebih bijaksana dari siapa pun, untuk mengatur seluruh umat manusia. Siapa yang terpilih menjadi presiden ada di tangan Tuhan. Bagaimanapun engkau berusaha berpikir, tetap tidak mungkin mengubah apa pun yang Tuhan inginkan. Ingat, Tuhan yang memegang nasib umat manusia. Tuhan yang memegang hari depan manusia, sejarah, dan negara. Kita perlu berdoa agar kiranya kehendak Tuhan yang jadi. Mari, kita sebagai orang Kristen mempunyai iman kepada Tuhan, termasuk percaya kepada Roh strategi yang memimpin seluruh dunia. Amin.

Sumber : https://www.buletinpillar.org/transkrip/pengakuan-iman-rasuli-bagian-37-butir-ketiga-7-aku-percaya-kepada-roh-kudus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube