Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Jika sebelumnya kita telah mengenal seorang yang bernama Maryam Mirzakhani, wanita peraih nobel di bidang matematika, karena teorinya tentang permukaan Riemann dan ruang moduli. Namun, wanita peraih nobel pertama kali adalah Marie Curie.

Mahasiswa Jenius

Sejak masih kecil, Marie merupakan seorang yang pandai. Dia juga berasal dari keluarga yang tertarik akan ilmu pengetahuan. Dulu sewaktu masih di Polandia Marie, sang ayah beserta keempat kakaknya sering membahas mengenai ilmu pengetahuan alam pada Sabtu malam.

Ketika menjadi mahasiswi di Universitas Sorbone Prancis, Marie merupakan mahasisiwi yang menonjol berkat kecerdasannya dan banyak menghabiskan waktunya untuk belajar.

Penghargaan Nobel

Marie Curie dan suaminya Pierre Curie sering melakukan penelitian-penelitian ilmiah. Penelitian mereka membuahkan hasil. Mereka mendapat penghargaan Nobel Fisika pada 1903 bersama Antoine Henri Becquerel yang menemukan radioktivitas spontan. Sedangkan mereka berdua mendapatkan penghargaan karena penelitian terhadap fenomena radiasi yang ditemukan Antoine  Henri Becquerel.

Tiga tahun kemudian suaminya meninggal. Pada 1911 Marie Curie kembali mendapatkan penghargaan Nobel kali ini di bidang kimia atas penemuan senyawa radium dan polonium.

Pengorbanan

Setelah suaminya meninggal, Marie harus membesarkan kedua anak perempuannya, yaitu Irene yang kelak juga mendapat Nobel di bidang kimia pada 1935 dan Eve yang menjadi wartawan dan penulis.

Pada 1914 terjadi perang sehingga penelitiannya jadi terhenti. Marie membuat mobil yang dilengkapi Sinar-x sehingga mampu membantu dokter menemukan letak peluru yang bersarang di tubuh para prajurit. Mobil tersebut tidak menunggu di belakang, melainkan maju ke depan medan pertempuran.

Pada tahun 1933 Marie berhasil mendapatkan sumbangan dan mendirikan sebuah lembaga penelitian di Warsawa Polandia kampung halamannya. Namun, akibat dari penelitiannya, ternyata ada tubuh yang harus dikorbankan. Marie menderita suatu penyakit yang disebabkan oleh penyinaran radioaktif radium yang ditelitinya. Marie meninggal pada 4 Juli 1934.

Itulah kasih Marie Curi seorang wanita Polandia yang menjadi perempuan pertama peraih Nobel dan meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh penelitiannya sendiri.

Sumber : https://www.idntimes.com/science/discovery/ifan-wijaya/kisah-marie-curie-exp-c1c2/4

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube