Tahun depan tidak ada NREC (National Reformed Evangelical Convention), karena tahun depan kita adakan KIN (Konvensi Injil Nasional) untuk MAHASISWA . Kita konsentrasi pada banyak pelayanan yang bervariatif. Dalam mandat gereja, injil, kebudayaan dan hal-hal yang lain Tuhan telah memimpin kita, melakukan hal-hal yg melampaui kemungkinan hikmat marifat manusia. Hampir tak ada gereja yang harus menanggung beban & biaya sebesar ini. Tuhan yang mengijinkan kita memasuki wilayah untuk kita melayani, Dia juga sudah memberikan kemampuan untuk kita menjelajahi wilayah tersebut.
Sebanyak 450 ribu orang hadir dalam kebaktian di 110 kota yang telah kita adakan selama 2 (dua) tahun. Tahun ini kita telah mencapai 1,6 juta orang dalam KKR REGIONAL. November lalu kita mengumpulkan 3200 guru sekolah minggu dengan bea 11,6 Milyar selama 5 hari saja. Waktu memulai tak ada uang sama sekali. Beda gereja ini dengan gereja lain adalah kita selalu tanya apakah ini kehendak dan Pimpinan Tuhankah? Jika iya kita akan tunggu bantuan dan suplai dari Tuhan sendiri.
Hal-hal seperti ini ada prinsipnya dalam Alkitab. Kita membuktikan Tuhan itu hidup adanya, kita bukan mencobai Tuhan. Apa yang tertulis dalam Alkitab betul-betul dapat dilakukan pada orang yang mengikuti dia. Jika suatu saat Tuhan ambil penyertaanNya, yaitu saat manusia rasa ia hebat. Apalagi jika manusia mulai sombong dan rebut kemuliaan Tuhan kita bisa dibuang.
Dalam bagian kitab suci, Tuhan bisa memindahkan kaki dian ke tempat lain. Tapi kita selalu tidak sadar bahwa kaki dian perlahan dipindahkan. Alkitab berkata jika kaki dian sudah pindah hampir tak akan pernah kembali lagi. Biar Tuhan terus pelihara kita dalam kerendahan hati, ketaatan, kesetiaan. Saya percaya gereja ini ada fungsi yang tidak ada dalam gereja lain, firman Tuhan gereja ini menjadi kontribusi besar di dunia. Pekerjaan dalam gereja bukan untuk gereja itu saja.
Apa yang Paulus tulis dalam surat Filipi menjadi kontribusi besar di dunia. Dalam jemaat Korintus ada perpecahan, perzinahan,yang kemudian dalam kurun waktu 2000 tahun ketika gereja ada hal-hal yang seperti perzinahan dan dosa dan ketidaksucian semua mendapat prinsip penyelesaian didapat dari kitab Korintus. Sembari kita mendengar firman Tuhan, kita juga harus pikirkan seberapa besar berkat gereja ini pada dunia. Jika kita pusatkan gereja sebagai tiang hati kita, Tuhan tak akan buang kita.
Saya diberi kesempatan kotbah dalam berbagai bahasa. Allah pindahkan saya ke Indonesia, maka harus belajar bahasa Indonesia. Dengan logat singkek, saya dihina. Tapi waktu sudah lulus, saya kotbah di UI dengan lancar. Tuhan beri kerajinan saya belajar bahasa inggris sehingga saya bisa bahasa Inggris. Ketika bangun sekolah teologi reformed di Amerika, sekolah ini menjadi kesaksian yaitu sekolah teologi reformed pertama yang didirikan oleh orang Tionghoa yang memiliki murid terbanyak di Amerika.
Ada banyak kekurangan tapi bersyukur pada Tuhan, dia tidak meninggalkan maka kita harus ikut ketat dia. Dalam Yesaya : tak ada org yang seperti Yakub yang tangannya kuat memegang Tuhan, maka ia diberkati. David Tong berkhotbah : Yakub selalu tipu orang, tapi Allah beri keselamatan. Dasar kita dapat diselamatkan karena anugrah dan firman Tuhan.
Kebaktian ini, sekaligus juga sesi terakhir NREC, semalam sudah diadakan sesi tanya jawab. Kotbah lanjutan tentang kehidupan Yusuf akan disampaikan pagi ini.
Ada dua orang dalam Alkitab yang tak pernah tercatat berbuat dosa: yakni Yusuf dan Daniel. Semua orang telah berdosa, tapi Daniel dan Yusuf, Allah tidak mencatat dosa mereka. Karena dalam kepribadian mereka benar-benar dijaga agar memiliki kehidupan yang suci. Paulus berkata: harus dalam berbagai hal kamu jadi contoh bagi orang lain. Pada kotbah bagian pertama tentang Yusuf di NREC saya bahas bagaimana reaksi Yusuf terhadap penderitaan. Yusuf dikasihi oleh ayahnya, hal ini tidak salah. Namun kakaknya iri dan menjual dia sebagai budak. Dia dari keluarga baik dari suku bangsa yang kenal Allah ke bangsa kafir. Dari hidup normal jadi budak.
Apakah ketika pemuda berubah status hidup apakah dia meremehkan dirinya sendiri? Inilah beda dengan Yusuf. Ketika seorang dari posisi tinggi diturunkan, reaksi hati manusia akan timbul kekacauan dan kekecewaan, tapi Yusuf tenang & stabil, dan bijaksana menyelesaikan segala hal yang terjadi pada dia. Ketika Allah ijinkan kau turun, bagaimanakah dengan saudara? Apakah hidupmu tetap stabil? Biar kita belajar pada Yusuf.
Kedua, ketika Yusuf hadapi godaan perzinaan, banyak keluarga dan pemuda yang baik saat masa jayanya sangat ingin tahu kenikmatan seks, bukan hanya dalam pikiran tapi coba mencari wanita dan langgar prinsip kesucian. Tapi begitu masuk, hati menjadi susah tapi menikmati dan tak bisa keluar. Dan kerohanian mereka tak bisa kembali lagi.Berapa banyak pemuda coba-coba menikmati buah terlarang dan tak bisa kembali lagi? Orang seperti ini banyak sekali. Setan dengan cara orang berdosa, menurunkan manusia dari derajat yang tinggi.
Banyak orang setelah berdosa baru sadar ini terlalu serius. Mereka baru sadar dulu harusnya mereka tidak berdosa. Yang celaka yang berdosa anggap lumrah. Orang yang homo akan cari orang yang sama untuk menantang kesucian, kemudian demo untuk merubah hukum agar tidak lagi dihina. Orang yang korupsi akan kumpul dengan koruptor. Ini merupakan kerusakan karena uang, kejatuhan karena seksual, terjadi dalam masyarakat yang rendah dan juga yang tinggi. Yusuf punya bijaksana tinggi, ketika digoda berzinah dengan istri Potifar, berkata “bolehkah saya melakukan dosa yang begitu besar dan bersalah pada Tuhanku?” Ketika Yusuf dalam masyarakat orang kafir, dia mempertahankan iman yang murni, prinsip tak tergoyahkan.
Hai jemaat, ingatlah Allah kita yang kekal bertahta selamanya! Bagaimana kita mempertahankan kesucian? Yusuf menganggap hal ini besar karena dia hidup di hadapan Allah. Konsep ini 1000 tahun kemudian baru diketahui Daud. Daud mengaku “Aku telah bersalah kepada Engkau ya Allah”. Ia berzinah, membunuh. Nabi Natan memperingatkan Daud. Ketika Daud ditegur oleh Nabi Natan, Daud tidak membunuh nabi itu tapi menyesal. Lalu Daud menulis Mazmur pasal 32 & 51, dua mazmur yang sangat menggerakkan orang yang berdosa. Daud sangat menyatakan kemanusiaan dan bagaimana berhadapan di hadapan Allah.
Dua orang yang sama, bagaimanakah pandangan mereka terhadap dosa? Dimana beda Yusuf dan Daud? Sebelum Yusuf berdosa dia sudah sadar dan menghindar. Namun Daud berdosa dulu baru sadar. Yang satu sebelum hukum taurat disampaikan oleh Musa, yang satu setelah hukum Taurat disampaikan. Yang satu aktif, yang satu pasif.
Sejak saya muda, saya berjanji di hadapan Tuhan tidak akan berzinah. Sampai hari ini kiranya Tuhan memberi kekuatan. Engkau berkata “Oh pak Tong saya sudah berbuat dosa.” Engkau harus bertobat dan sungguh-sungguh suci, ketika Allah mengampuni dan memakai saudara, harus terus menguduskan Tuhan.
Allah memelihara Yusuf mempunyai kehidupan yang stabil, tidak berdosa. Meski karena ini ia dipenjarakan, difitnah, dihina, tidak dengan mulut membela diri. Banyak orang yang sudah bersalah, bukan saja tak mengakui tapi bayar pengacara untuk menutup itu. Banyak pengacara membolakbalikan kebenaran, Alkitab berkata “celakalah orang yang membolakbalikan kebenaran.” Tuhan sangat benci akan hal ini. Dalam dunia ada hal yang benar dan tidak. Ada yang keliatan benar padahal tidak benar. Kita tidak boleh ikut arus. Harus ada bijaksana untuk mengetahui yang benar dan tidak benar. Yusuf tahu penghakiman terakhir ada di tangan Tuhan.
Orang bijaksana tidak ikut arus, maka hikmat diberi pada Yusuf. Dengan bersandar pada Tuhan, satu per satu kata-kata yang tepat disampaikan oleh Yusuf dan Allah memberi solusi yang tepat. Konfirmasi dari Allah itu yang terpenting, bela diri tak penting. Kebenaran ada dalam tangan Allah. Akhirnya Yusuf tinggalkan penjara. Ia tak harus ada disana tapi Allah mengijinkan umat-Nya diuji melalui lembah kekelaman. Daud berkata: melewati lembah kekelaman tak takut bahaya, karena ada gada dan tongkat melindungi aku. Tongkat untuk mengait kembali domba yang salah jalan. Gada akan memukul jika ia salah. Bersyukur pada Tuhan!
Yusuf menderita, dipenjarakan, tapi Allah mengeluarkan dia. Bayangkan dari seorang budak menjadi narapidana, lalu tak ada jalan keluar, orang yang dicelakai kakak-kakaknya, dibuang, dijual, digoda, dipenjarakan, diasingkan ke bangsa yang hina. Tak ada seorang yang cepat naik pangkat seperti Yusuf. Saya tak suka orang berkata tentang kesulitan, tapi tentang solusi. Mata kita telah buta terhadap kesulitan tapi terhadap Tuhan telinga kita peka. Peka terhadap kemungkinan. Berhentilah membicarakan kesulitan. Allah adalah Allah yang menuntun di padang pasir, Allah yang membuka jalan, Allah yang membelah laut!
Faith is not logical and reasonable agreement in the confession. Iman bersandar pada kemahakuasaan Allah memimpin kita melewati laut merah, memasuki tanah Kanaan. Percayakah kita pada Tuhan? Percaya, jangan takut. Musuh begitu besar, berwibawa, jangan takut. Banyak pendeta Indonesia lulusan sekolah Teologi Calvin atau Westminster tapi mereka tidak beriman kepada Tuhan. Berhaluan reformed iya, calvinistic iya. Tapi hanya kognitif saja, berlogika, dan ber-agreement with the confessian, tapi kalau Amerika tak kirim uang tak bisa hidup.
Ada seorang Pendeta karismatik berkata, kalau tidak ada topangan biaya saya tak bisa hidup. Dia tanya bagaimana saya melayani Tuhan? Saya berkata saya sandarkan Tuhan. Aku mengenal bahwa Allahku adalah Allah yang hidup dan sejati. Iman yang seperti apa yang kumiliki? Apakah berhenti secara kognitif saja?
Ketika Musa pimpin Israel ke Laut Teberau, Raja Mesir sudah mendekat. Bala tentara Mesir mendekat, semua Israel menggendong anak dan berjalan, dengan perabot dan berjalan. Mereka merasa mati. Di belakang ada tentara, kiri-kanan gunung, depan laut. Inilah sulitnya menjadi pemimpin. Ada pemimpin palsu yang mengeraskan suara menggoyahkan Musa seolah Musa salah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Mereka mengeluhkan hidup nyaman yang ditinggalkan di Mesir. Musa tak bisa menjawab. Memang benar keadaan jadi sulit. Tapi Allah Musa belum berkata apa-apa. Tapi Roh Allah turun pada Musa lalu Musa berkata pada bangsa Israel. Perhatikan kata-kata berikut : Keluaran 14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
Inilah pemimpin yang agung. Ada semacam hamba Tuhan jika menyiapkan kotbah yang baik, baik bukan? Segala sesuatu baik tapi saat ada kesulitan tak bisa berbuat apa-apa. Itu tak ada gunanya. Seringkali kesempatan Tuhan berikan khusus, pada seorang hamba Tuhan dan ketika kesempatan itu diambil, ia menggerakkan banyak orang. Yesus berkata:
Matius 10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Sering kali dalam saat-saat yang penting Allah memimpin saya mengatakan hal yang menggemparkan.
Musa mengatakan kalimat ini: yang dikatakan oleh musuh adalah suara kesulitan, ketidakmungkinan. Pikirkan segala kemungkinan, Allah akan memimpin kita dengan caranya sendiri. Allah belum pernah membelah laut Teberau. Musa tak pernah lihat laut terbelah, ia hanya berkata. Allah adalah Allah yang berdaulat pada saat yang tepat. Dengan kuasa, Allah tiupkan angin menutup laut membinasakan tentara Firaun .
Jika engkau percaya mengapa takluk pada kesulitan? Ada gereja mana yang hamburkan11,6 Miliar untuk pekerjaan Konvensi Injil Nasional? Tuhan berkata ia akan memimpin melalui padang gurun yang besar. Iman bukan hanya pengakuan. Allah yang kau percaya bukan hanya dalam doktrin tapi dalam kehidupan. John Calvin berkata: “when i am on my knees i am secure, when i am on my feet i am trembling” Ketika rasa tak ada kekuatan, maka kekuatan Allah ada dalam diri. Yusuf diberi kesempatan berdiri depan raja besar di dunia, Firaun.
Pada tahun 1972, Presiden Amerika datang bernegosiasi dengan Mao Ze Dong. Saat itu Pemerintah Taiwan begitu takut, mereka pikir setengah mati karena jika Amerika tak punya hubungan diplomasi dengan RRC, tak normal. Pemerintah Tiongkok juga tak mau berbaikan dengan Amerika. Maka saat usia Mao Ze Dong 80 tahun, dan Nixon usia 50 tahun, Nixon berpikir bagaimana cara berdamai dengan Tiongkok. Bukan Tiongkok yang pergi ke Amerika, tapi Amerika yang pergi ke Tempat iongkok.
Tiongkok adalah satu-satunya negara yang dalam 26 tahun tak ada inflasi. Orang Amerika ke Tiongkok tak berani naik pesawat dari Tokyo ke Beijing karena akan jadi berita dunia. Banyak orang akan menilai Amerika kompromi dengan Tiongkok. Akhirnya perjalanan diatur dari India ke Tibet lalu ke Tiongkok. Namun bukan Nixon yang datang tetapi Hendry Kissinger. Kissinger bertemu Chou En Lai untuk membahas kemungkinan kedatangan Nixon. Tahun 1972 semua negara takut pada Amerika, tapi China tidak takut. Jadi waktu pergi, dunia internasional tidak tahu.
Nixon berasal dari partai Republik yang membenci Tiongkok. Mulut mereka keras tapi tangan mereka gemetar. Kenapa? Karena Amerika yang terkaya ini sudah menjadi negara yang behutang banyak pada Tiongkok.
Taiwan saat itu ketakutan. Inilah saat berbahaya bagi Taiwan, mereka penuh kebimbangan, dan saat saya di sana, orang Kristen di Taiwan meminta saya memimpin Kebaktian Penyegaran Rohani. Tetapi saya katakan ketika rakyat ketakutan maka harus mendengar injil. Maka saya mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Ketika saya berkotbah, saya katakan “kalian jangan takut pada raja. Pemerintahan Taiwan dibangunkan oleh Tuhan, maka kalian harus bersandar pada Tuhan”
Saat itu umur saya 32 tahun dan saya begitu berani serta kuasa Tuhan menyertai. Sampai ada satu truk tentara siap menangkap saya. Tetapi selesai ibadah, tentara itu bukan saja tidak menangkap saya, tentara tersebut kembali ke kantor pusat dan melaporkan bahwa apa keberanian kotbah saya terlalu besar, sehingga mereka tidak mau menangkap saya. Maka saya melanjutkan KKR di Taiwan selama 60 hari lagi di berbagai kota mereka.
Yang satu melihat kesulitan dan menjadi takut, yang satu lagi melihat Allah dan menjadi kuat. Apakah arti mimpi Firaun? Imam, pemimpin agama, penafsir mimpi, dukun, dan filsuf dan Firaun tak berani menjawab. Siapakah lagi yang bisa jawab? Jika tak ada yang bisa maka akan dipenggal.
Ketika pemimpin politik akan membunuh pemimpin agama, kecuali pemimpin agama memiliki kuasa Allah maka ia akan dibunuh. Orang Kristen dan minoritas tak bisa membalas, dan dianiaya. Tapi, pada FPI, tidak usah takut karena Tuhan menyertai. Anda berkata: saya miskin, bodoh. Tidak! Aku adalah Anak Allah. Yusuf di depan Firaun sama sekali tidak takut. Firaun mempunyai kuasa, kedudukan, kekuatan militer dan politik. Bagaimanakah engkau dengan minoritas? Minoritas yang tak punya apa pun tetapi mempunyai Tuhan. Manakah yang lebih besar?
Paulus dalam surat the Filipi berkata: “aku bersandar pada apa yg memberi kekuatan kepadaku”. Siapakah orang terkaya di Indonesia? Apakah Liem Sioe Liong pernah keliling dunia 138 kali? Apakah SBY pernah pidato pada 35 juta manusia? Apakah Profesor bisa pidato berjam-jam tak habis? Saya melayani selama 57 tahun. 35 ribu kali berkotbah.
Yusuf apa pun tidak miliki. Yusuf apapun tidak punya. Ada Allah beserta dengan dia. Apa arti semua ini? Semua pembantu Firaun takut berkata lagi pada Firaun karena takut dibunuh. Lalu Yusuf mengatakan: “Allah menciptakan dunia menaruh roh dalam tubuh yang fana, seberapa sehat dan kaya tidak berguna, jangan sombong. Rumah besar jika dibom juga rata, banyak uang disimpan di bank terbesar juga bisa bangkrut.
Yang kaya bertobatlah. Yang berkedudukan jangan sombong. Allah itu, kekal kita itu sementara. Firaun terkejut. Kaddafi puluhan tahun kaya berwibawa, tapi tujuh hari di akhir hidupnya, hidup dalam got seperti anjing. Hanya minum air got, makan roti basi, sakit, tak ada dokter. Tuhan berkata pada Firaun “engkau hanya punya waktu 7 tahun lagi sebelum kelaparan?”
Raja yang besar meminta narapidana untuk berbicara. Orang Kristen jangan takut. Allah kita merupakan Allah yang maha kuasa. Yusuf memberitahu, Firaun, harus mencari orang pintar untuk mengawasi, jangan membangun piramida lagi, tapi bangunlah gudang, simpan bahan panen itu, makin banyak dibangun, dari tanah tak tumbuh lagi. Minta orang mengelola, dalam 7 tahun tariklah pajak. Rupanya Yusuf adalah good strategic maker.
Setelah selesai menyampaikan isi mimpi Firaun, Yusuf mau kembali ke sel. Namun Firaun berkata, semua tak bisa selesaikan kesulitan saya, hanya engkau, maka mulai hari ini, saya minta Yusuf jadi perdana menteri.
Allah seringkali melakukan hal-hal yang disombongkan oleh manusia. Dibawah satu orang dan diatas orang banyak, bekas napi. Allah adalah yang membangkitkan, yang mengerjakan mujizat, dari tak ada dari ada, adalah Tuhan yang mengangkat orang miskin, menolong orang yang takut akan dia.
Hai engkau, jangan makin belajar makin bodoh, makin bertradisi makin tak berani menerobos, menjadi orang yang rendah hati tak suka menonjolkan diri! Alkitab adalah bagaimana Allah mengelola sejarah. Tak ada buku seperti ini, terlalu agung. Allah mencatat karyanya terlalu agung.
Ketika orang mengemis ke Mesir meminta bantuan kelaparan, Yusuf melihat kakaknya dari tahta. Seorang perdana menteri, bersusah hati. Yusuf lari ke belakang menangis tersedu-sedu. Pahit hidup Bagaimana dia dihina, dipenjarakan. Ketika Yusuf di tempat rendah tak sungut-sungut. Ketika Yusuf berkuasa ia tak pakai kuasa. Ada siapa yang menderita seperti Yusuf? Saya usia 14 tahun tak minta uang dari mama. Bersandar pakai uang sendiri, saya tak bisa sekolah ke luar negeri. Tak mengeluh. Ketika dalam kesulitan saya mau taat. Anak saya bisa sekolah ke luar negeri tapi saya tidak. Saya tak ada sepersepuluh menderitanya Yusuf.
Yusuf ketika direndahkan, menderita tidak minder, ketika diberi kesulitan tidak rusak, ketika dicobai tidak jatuh, ketika memiliki kuasa tidak diktator. Di depan kakaknya tak berani menangis tapi di belakang. Dengan berbagai cara agar kakaknya tak bisa kembali, Yusuf memasukkan benda berharga dalam kantong Benjamin dan menuduhnya mencuri. Dengan siasat dia menahan Yehuda dan membiarkan mereka membawa Benjamin pulang. Dan Yusuf meminta kakak-kakaknya membawa ayah mereka datang.
Yusuf lalu peluk, tangisi dan akui ia adalah adik mereka yang dulu mereka aniaya. Ketika kakak-kakak Yusuf tahu, seperti penghakiman Tuhan tiba, mereka menjadi seperti pengemis, meminta-minta agar Yusuf tidak membalas. “Niat kalian mencelakakan aku tetapi Allah mereka-rekakan hal yang baik kepadaku” Maukah engkau menjadi orang yang agung? Bagaimana? Dalam 3 kesulitan: Yusuf disiksa, difitnah, dan dipenjarakan, ia sama sekali tidak menyandarkan diri. Biarlah dalam hidup matiku nama Tuhan dipermuliakan. Amin
…
Share Catatan Kotbah Pdt Dr Stephen Tong 28 Desember 2014, https://www.facebook.com/notes/abdi-christ/sharing-catatan-kotbah-pdtdr-stephen-tong-penutupan-nrec-kebaktian-umum-minggu-2/10153504715438677
