Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Vincent Willem Van Gogh adalah seorang pelukis yang termasuk paling mahal sepanjang sejarah. Lukisannya laku hingga USD 100 juta atau setara dengan Rp. 1 Triliun. Dia lahir  di Groot Zunder, Brabant, Negeri Belanda, pada tanggal 30 Maret 1853. Seniman yang kerap dikenal dengan nama keluarga Van Gogh tersebut merupakan salah seorang figur luar biasa dalam sejarah seni. Sama seperti orang-orang jenius lain pada masa itu, Vincent lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja dan kebanyakan keluarganya memiliki latar belakang sebagai pendeta, termasuk ayahnya.

Pada mulanya, Vincent tak memiliki gambaran ideal dalam dunia berkesenian, yang mengakibatkan ia harus mengerjakan berbagai macam pekerjaan lain demi mencukupi kebutuhan hidupnya, seperti bekerja di toko buku, serta beberapa pekerjaan lain. Namun, berkat perhatian dan kepedulian saudaranya, Theodorus, yang menjadi sahabat dan setia menyokong sebagian biaya hidup Vincent, akhirnya ia mulai menekuni dunia seni dengan lebih giat. Dalam ketidakberdayaannya, Vincent melukis sepanjang waktu, membuat sketsa-sketsa dengan pelbagai jenis media, diantaranya krayon litograf hitam, pena dan kuas, serta berbagai media lainnya. Meski pada waktu itu perjuangannya masih belum cukup untuk menjadikannya sebagai pelukis agung.

Dalam pengembaraannya kemudian, berbagai persoalan kerap hampir meruntuhkan perjuangan Vincent dalam dunia kesenian, salah satunya masalah cinta. Beberapa kali cinta Vincent ditolak, yang membuatnya menjadi seorang pria yang sangat rapuh. Theo, sebagai saudaranya berperan seperti orang tua dan sahabat demi membantu kesulitan Vincent. Ia dengan sabar mendengarkan, memberi nasihat, mendorong, dan terus-menerus mengirim uang bagi Vincent, seseorang yang nyaris tak pernah mencari nafkah hidup bagi dirinya sendiri.

Setelah  mengalami pelbagai penolakan dan kegagalan, justru seni semakin menyengat dan merasuki Vincent. Kegelisahan tersebut sempat membuat Vincent letih dan depresi, akan tetapi akhirnya ia beroleh kepastian tentang apa yang harus ia lakukan di masa depan. Pada akhirnya, Vincent Van Gogh menemukan panggilan jiwanya yang sejati dalam melukis, yaitu dengan  menangkap impresi-impresi yang menghampirinya, dan menggoreskannya ke dalam kanvas dengan teknik yang cepat sebelum impresi itu menghilang.

Mungkin ada yang Kita tidak tahu tentang Vincent Van Gogh. Dia sejak lahir sampai meninggal tidak berhasil menjual lukisannya satu pun. Dia bisa dibilang adalah orang yang menderita, dan ketika pameran lukisannya tidak laku dia mempunyai banyak utang. Kemudian terpaksa dia bawa lukisannya dengan motor bututnya yang diangkut bolak-balik sebagian karena lukisannya banyak, bensinnya kehabisan dia tidak punya duit untuk beli bensin. Dia dorong sepeda motornya ke tempat bensin dan dia tidak punya uang. Dia hanya punya lukisan. Lalu dia bilang “Saya barter lukisannya yah, beli bensin satu liter untuk barter satu lukisan.” Untungnya yang terima mau. Itulah bensin termahal sepanjang sejarah harganya Rp25 miliar untuk satu liter. Vincent Van Gogh begitu bodohnya dia tidak bisa jual lukisannya, termasuk begitu juga dia tidak bisa jual dirinya sendiri. Dia tidak laku seumur hidup ia belum pernah menikah. Karena karya-karyanya tidak pernah diapresiasi, vincent memandang hidupnya sebagai sebuah kesia-siaan. Suatu hari, vincent menembak dadanya sendiri dan meninggal dua hari kemudian, usianya baru 37 tahun. 

Theo, Saudaranya mengumpulkan semua karya-karya Vincent namun enam bulan kemudian pun meninggal, namun Janda Theo, Johanna Gesina, memutuskan mempublikasikan lukisan-lukisan kakak iparnya. Ternyata, karya Vincent mendapat popularitas tinggi dalam waktu singkat nama Vincent Van Gogh mendadak terkenal dan karyanya diburu kolektor dengan harga tinggi. Bahkan, gaya lukisan Vincent turut mengubah trend lukisan kala itu dan membidani kelahiran aliran post-impresionisme.

Tak lama setelah kematiannya, acara peringatan yang didedikasikan untuk Vincent Van Gogh digelar dimana-mana. Seharusnya, inilah akhir yang indah dari perjalanan sang seniman, seandainya saja ia hidup cukup lama untuk menyaksikan.

Beberapa lukisan karya Vincent Van Gog diantaranya :

  • The Patato Eaters, lukisan yang menggambarkan lima orang sederhana yang duduk dan makan kentang ini adalah salah satu karya awal vVincent. Terinpirasi dengan kedekatannya terhadap kaum marjinal, lukisan yang pada awalnya kurang diapresiasi tersebut kini dianggap salah satu mahakarya Vincent Van Gogh.
  • Sunflowers, lukisan bunga matahari paling terkenal adalah yang ia buat khusus untuk menghias kamar seniman Paul Gauguin.
  • Starry, Starry Night, Jika karya-karya Vincent diibaratkan teater, maka lukisan yang dibuat Vincent di rumah sakit jiwa ini adalah klimaksnya. Konon, goresan-goresan intens yang berliku mencerminkan kondisi emoional sang pelukis yang tidak stabil. (bisa dilihat dalam gambar ilustrasi).
  • Self-Potrait, Vincent Van Gogh melukis lebih dari 30 potret diri, melukis diri adalah media Vincent untuk melakukan instropeksi atas hidupnya, juga untuk melatih keterampilan seninya.

-Ik denk vaak dat de sprankelende kleuren van de nacht levendiger en kleurrijker zijn dan die van de dag-

Vincent Van Gogh

Diambil dan disalin kembali dari berbagai sumber google

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube