Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Sebelumnya…

Kredo ketiga Pengakuan Iman Rasuli berbunyi, “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am,  kebangkitan tubuh, dan hidup yang kekal. Amin.” Persekutuan orang kudus berarti tubuh Kristus adalah saluran komunikasi satu dengan yang lain. Orang suci dan orang berdosa tidak dapat bersekutu. Orang berdosa dengan orang berdosa juga tidak dapat bersekutu, mereka hanya memiliki kebencian dan kepahitan di hatinya. Jika orang Kristen seperti orang-orang yang belum menerima Tuhan, masih ada kepahitan, kebencian, berarti kerohanian dan imanmu belum beres. Engkau harus
minta kepada Tuhan untuk mengampuni dosamu dan bertobat sungguh-sungguh, minta dibersihkan dari kepahitan, kebencian, dan dari segala dosa yang membuntukan persekutuan tersebut.

Berbicara tentang orang-orang suci, bersekutu dengan orang yang telah dikuduskan, seperti selang yang kosong, seperti pipa yang bersih, di dalamnya tidak ada hambatan, sehingga mengalirkan anugerah Tuhan dari sini ke sana, dari sana ke sini; dari hati yang satu ke hati yang lain, dan juga sebaliknya. Kita menjadi orang Kristen dan ikut kebaktian karena persekutuan orang kudus. Di dalam gereja, di dalam tubuh Kristus, kita memiliki kewajiban untuk bersekutu, sehingga kesusahan kita dapat diceritakan kepada saudara seiman. Gereja bukan tempat setiap cerita dijadikan bahan gosip, tetapi harus didoakan dengan sungguh-sungguh. Persekutuan sejati adalah persekutuan orang suci, persekutuan yang terang benderang. Antara terang dan terang tidak ada batasnya. Di dalam 1 Yohanes 1:7 dituliskan, “Jika kita berjalan di dalam terang, sebagaimana Tuhan berada di dalam terang, kita akan bersekutu satu dengan yang lain, dan dengan Tuhan Allah, dan persekutuan yang terjadi dengan darah Yesus membersihkan segala dosa kita.” Maka, di dalam persekutuan itu ada pengampunan dosa.

Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus, dan setelah itu saya percaya pengampunan dosa. Persekutuan selalu mendahului pengampunan dosa. Jika antara sesama tidak ada kebencian, tidak ada kepahitan, sebaliknya yang ada adalah persekutuan, saling mengampuni kesalahan yang lain, hubungan menjadi mudah sekali. Jika saya membenci engkau, engkau pahit terhadap saya, maka tidak mungkin ada persekutuan. Dengan demikian kita tidak dapat saling menanggung kesusahan.

Persekutuan mengakibatkan pengampunan. Pengampunan dosa di dalam kekristenan dilaksanakan oleh Roh Kudus. Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tritunggal, yang bersama dengan Allah Bapa dan Allah Anak menjalankan pengampunan dosa, menjalankan keselamatan yang diberlakukan di dalam diri orang berdosa yang diselamatkan Tuhan. Orang kudus adalah orang yang ditransformasi melalui pekerjaan Roh Kudus dari keadaan orang berdosa untuk mendapatkan keselamatan dari Yesus Kristus. Melalui keselamatan yang digenapi Yesus dan dilaksanakan Roh Kudus, orang berdosa menjadi orang kudus. Kita semua adalah orang berdosa yang harus dihukum, patut binasa, dan masuk neraka. Tetapi orang berdosa dapat menjadi orang suci, terpilih, tergabung ke dalam Gereja yang kudus dan am, karena pelaksanaan keselamatan, anugerah penebusan Allah yang direncanakan sebelum dunia diciptakan, dilakukan di dalam sejarah, digenapi Kristus ketika inkarnasi, dan dilaksanakan Roh Kudus melalui penginjilan.

Setelah Allah mempersiapkan keselamatan dalam rencana kekekalan, dikerjakan di dalam sejarah dengan mengirimkan Kristus yang berinkarnasi, turun ke dunia, menggenapi rencana tersebut; dan setelah menggenapi semuanya di kayu salib, Yesus naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, berdoa syafaat bagi kita sampai Ia datang kembali. Dan pada saat yang sama, Roh Kudus diturunkan dari sorga menjadi pelaksana keselamatan yang sudah digenapi Kristus, untuk bekerja di dalam hati orang berdosa, agar mengubah mereka menjadi orang kudus. Orang berdosa menjadi kudus melalui pelaksanaan keselamatan yang dikerjakan Roh Kudus, melalui apa yang digenapi Kristus di atas salib. Roh Kudus melaksanakan apa yang sudah disiapkan dan digenapi oleh Kristus, dengan cara keselamatan yang dinikmati orang berdosa yang dijadikan kudus, karena mengalami pelaksanaan keselamatan oleh Roh Kudus. Pelaksanaan tersebut dilakukan dengan cara Roh Kudus turun untuk memuliakan Kristus dan bersaksi bagi Kristus.

Jika tidak ada Roh Kudus, tidak ada yang dapat memuliakan Kristus, dan tidak ada yang mempunyai kekuatan untuk bersaksi bagi Kristus. Setelah Yesus dimuliakan, orang berdosa melihat kemuliaan Yesus, keagungan Yesus, dan mereka mulai sadar bahwa mereka berdosa. Dengan manusia melihat kesucian Yesus, barulah manusia bisa menyadari kenajisan dirinya. Dengan melihat keagungan Yesus, manusia baru sadar remeh dan hinanya diri. Di sini manusia baru menyadari bahwa tanpa pertolongan Tuhan, manusia tidak ada harapan; dan tanpa pertolongan Kristus, tidak ada pengampunan bagi dosanya. Manusia perlu Kristus! Kita menyesal, bertobat, dan sadar memerlukan per tolongan Tuhan, memerlukan keselamatan dari Tuhan. Pertobatan adalah buah yang dihasilkan oleh Roh Kudus. Ketika Roh Kudus memuliakan Yesus, meyakinkan manusia akan dosa, membawa kita bertobat, menyesal, serta meminta pertolongan dan pengampunan Tuhan, maka Roh Kudus memberikan hidup yang baru. Setelah kita menerima hidup yang baru, kita beriman kepada Tuhan, lalu dibenarkan di dalam iman. Roh Kudus juga yang membuat kita dibenarkan sehingga Roh Kudus melaksanakan keselamatan.

Jika orang Karismatik mengatakan bahwa orang Protestan tidak ada Roh Kudus, jangan engkau tertipu dan jangan mendengarkan kalimat yang tidak benar, karena apa yang disebut Roh Kudus bukan seperti penafsiran orang Karismatik tersebut, yaitu bisa berbahasa roh, menyembuhkan penyakit, mengusir setan, dan mengadakan mujizat. Empat gejala supranatural ini oleh orang Karismatik dianggap sebagai tanda adanya Roh Kudus. Alkitab tidak pernah berkata jika orang mempunyai kepenuhan Roh Kudus pasti berkarunia lidah. Alkitab juga tidak pernah berkata jika orang mempunyai kepenuhan Roh Kudus bisa mengusir setan. Tetapi Alkitab berkata, Roh Kudus akan melahirbarukan manusia dari orang berdosa menjadi anak-anak Allah. Roh Kudus membersihkan dosa, menjadikan seseorang suci, dan membenarkan kita menjadi milik Tuhan. Semua langkah keselamatan yang dialami dan dinikmati oleh orang Kristen adalah hasil pekerjaan Roh Kudus.

Sumber : https://www.buletinpillar.org/pdf/fisik/pillar-207-202010.pdf

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube