Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. (Roma 1 : 14)

Paulus berkata, “Aku tidak malu terhadap Injil, karena Injil adalah kuasa Allah yang menyelamatkan mereka yang tidak percaya.” Dalam bahasa aslinya kata Firman Allah atau Injil memakai kata dynamic, berarti kuasa Allah yang meledak untuk menyelamatkan orang percaya. Bukan untuk menyelamatkan mereka yang berdosa, tetapi mereka yang percaya. Alkitab berkata bahwa hanya melalui iman manusia dapat menyenangkan Allah. Ketika datang pada Allah kita akan menerima anugerah. Dan anugerah Allah tidak diberikan pada orang yang memiliki jasa, berbuat baik dan menjalankan hukum Taurat tetapi diberikan secara cuma-cuma pada mereka yang percaya pada-Nya. Dalam Roma 4 Paulus berkata, “Karena iman Abraham maka Allah memperhitungkannya sebagai orang benar.” Kita dibenarkan Allah bukan karena jasa, perbuatan atau kelayakan kita tetapi karena iman kita. Dalam bahasa Yunani kalimat ini bukan memakai “karena iman” tetapi “melalui iman.”

Bahkan iman bukan hasil usaha manusia, tetapi iman adalah sarana yang Allah gunakan untuk memberikan anugerah-Nya. Ketika saya berkata haus, kehausan saya dapat dihentikan dengan minum air. Air itu ditaruh di dalam gelas melalui pipa. Saya tidak dapat berkata kehausan saya dihentikan oleh pipa atau gelas itu. Gelas tidak dapat memuaskan kehausan saya, tetapi apa yang ada di dalam gelas yang menghentikan kehausan saya. Jika saya berkata “Gelas menyelamatkan saya dari kehausan, saya bersyukur pada gelas”, ini poin yang sangat salah. Pipa dan gelas tidak punya jasa, tetapi air di dalam gelas yang berjasa. Jadi sarana anugerah tidak sebanding dan sepenting anugerah itu sendiri. Yesus menyelamatkan manusia, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, lalu Roh Kudus turun atas manusia. Ketika Roh Kudus turun ke dunia, pribadi ketiga Allah Tritunggal mengaplikasikan apa yang direncanakan Allah Bapa dan digenapi oleh Allah Anak. Dengan anugerah dari atas membuat kita menjadi umat yang dipilih Allah, kita tidak memiliki jasa, bahkan iman kita tidak memiliki jasa untuk menerima anugerah Allah. Setelah menerima pengampunan, keselamatan dan penebusan dari Allah, kita seharusnya menjadi orang yang penuh syukur di hadapan Allah. Karena di dalam kehidupan yang sudah diselamatkan ini kita tidak punya kontribusi atau jasa apapun untuk menyelamatkan diri sendiri, hanya karena anugerah saja ketika kita diselamatkan Allah. Dalam ayat ini Paulus berkata, “Aku berhutang pada semua orang dan ingin memberitakan Injil pada mereka.” Mengapa Paulus berkata aku berhutang? Karena Paulus memiliki kerohanian yang baik, walaupun ia tidak berhutang apa-apa dan pada siapapun, Paulus berkata, aku berhutang Injil, aku mempunyai obligasi untuk memberitakan Injil padamu. Inilah teladan seorang kristen, mempunyai obligasi untuk memberitakan Injil pada orang lain. Paulus berkata, “Aku berhutang pada orang Yunani yaitu kaum Helenistik dan orang Barbar.”

Paulus menyebut ada empat macam orang di dunia ini. Orang Helenistik, Barbar, orang pintar dan bodoh. Kaum Helenistik adalah cendekiawan paling pintar, filsuf berpikiran tinggi, dalam masyarakat kelasnya paling tinggi dan paling banyak pengetahuan. Pada masa Paulus, ras terpintar adalah kaum Helenistik. Dari Timur, filsafat datang dari Cina. Dari Barat, filsafat datang dari Yunani. Dua ratus tahun sebelum Socrates orang Yunani sudah suka berpikir. Budaya orang Yunani adalah suka berpikir tentang bijaksana dalam kehidupan. Mereka suka mengobservasi ciptaan dan mempelajarinya, bukan hanya melihat segala sesuatu dengan cara biasa saja. Mereka melihat, memandang dengan seksama, menyelidik semua fenomena dalam alam semesta. Melihat adalah hal biasa, memandang mempunyai perhatian khusus, dan observasi berarti memikirkannya. Leonardo Da Vinci berkata, semua pengetahuan datang melalui observasi, dan observasi terhadap alam semesta adalah penyebab dari ilmu pengetahuan. Apa bedanya ketika manusia melihat sesuatu dengan binatang melihat sesuatu? Ketika binatang melihat sesuatu mereka pergi begitu saja tanpa ada impresi apapun. Tetapi manusia berbeda. Ketika melihat sesuatu manusia memperhatikan, memikirkan dan mengobservasi apa yang dilihat, mencatat fenomena yang berbeda dan membuat kesimpulan, lalu menulisnya menjadi hasil penelitian. Ini semua hanya dapat dilakukan manusia. Tidak ada binatang yang dapat melakukan apa yang manusia lakukan.

Tetapi apakah semua manusia melakukan hal yang sama, dan mengobservasi alam semesta ini? Tidak. Orang Indonesia, Birma, Thailand, Vietnam, dan Cina hanya melihat, tetapi orang Yunani, melihat, mengamati, menganalisa, dan membuat kesimpulan, lalu dikompilasi dalam sebuah buku. Orang Yunani sangat unik di dalam dunia kuno karena mereka mengobservasi dan menulis apa yang mereka amati. Filsafat Yunani pertama kali berasal dari Athena. Astronomi yang pertama berasal dari Asia kecil dari Pulau Kreta. Di Miletus ada tiga orang terkenal yang disebut orang bijak, mereka memiliki pengertian untuk mengerti alam semesta dan menulis buku filsafat yaitu Thales, Anaximandros dan Anaximenes. Kata filsafat berasal dari kata filos dan sophos, filsafat berarti orang yang mencintai kebijaksanaan. Orang yang tidak memikirkan bijaksana adalah orang yang biasa saja, tetapi orang yang suka memikirkan hal-hal yang unik dan menjelaskannya pada orang lain, adalah orang yang mencintai bijaksana. Karena orang Yunani memiliki kebiasaan berpikir maka mereka yang memperkenalkan filsafat pada dunia. Dari Athena ke Kreta sampai Makedonia, lalu ke selatan pulau Mediterania, Roma, bagian utara Afrika, mereka semua mengadopsi filsafat Yunani dan disebut Pan Greek yaitu budaya Yunani yang lebih luas. Athena di Yunani adalah pusat budaya Helenistik. Helenistik adalah ekspansi budaya dari Athena ke seluruh daerah. Ketika Paulus berkata pada orang Yunani, Barbar, terpelajar, dan tidak terpelajar, aku berhutang Injil pada mereka, berarti Paulus siap untuk memberitakan Injil pada semua orang dalam kelas yang berbeda dalam masyarakat. Kaum helenistik adalah kaum yang sangat khusus, berarti Paulus siap untuk memenuhi kebutuhan dunia. Seorang pengkhotbah yang dapat berkata demikian berarti sangat siap dan seorang hamba Tuhan yang sangat dewasa. Bagaimana mungkin seorang pengkhotbah yang hidup pada dua ribu tahun yang lalu dapat berkata, aku berhutang Injil pada orang Helenistik.

Ada tiga makna perkataan Paulus. Pertama, semua orang di dunia ini, tidak peduli orang bodoh, pintar, Barbar atau Helenistik, harus diberitakan Injil, karena setiap orang memerlukan Injil, bahkan orang yang paling pintar sekalipun. Kedua, harus siap memberitakan Injil untuk semua orang di dunia ini. Bagi orang intelektual harus siap untuk memenuhi kebutuhan pertanyaan-pertanyaan mereka. Bagi orang Barbar dan tidak terpelajar, harus punya kasih untuk menjaga dan merawat mereka. Makna yang pertama, engkau memerlukan Yesus. Kedua, punya obligasi mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ketiga, Yesus dapat menyelamatkanmu, melepaskan engkau dari kebodohan dan ketidakmengertianmu. Ketika melihat gereja saat ini saya menangis, dapatkah para pengkhotbah, tua-tua, diaken memenuhi kebutuhan semua jenis manusia di dunia ini? Hari ini begitu banyak pendeta di gereja ketika berdiri di mimbar tidak mencukupi kebutuhan kaum intelektual, mereka hanya memberitakan Injil yang biasa-biasa saja, tanpa sadar sedang membodohi pendengarnya, mencoba mengganti kebenaran Allah dengan pengertian manusia yang salah. Maka banyak professor yang membenci kekristenan. Banyak ilmuwan yang tidak mau mendengar Firman. Banyak orang pintar, anak muda yang pintar tidak mau ke gereja. Gereja menjadi seperti padang gurun, yang diisolasi oleh orang pintar di zaman modern ini. Karena banyak orang yang tidak mengerti ayat ini, maka semakin hari gereja semakin kosong dan ditinggalkan. Dan Paulus berkata, “Engkau memerlukan Yesus, dan Aku adalah hamba-Nya, aku memberikan Injil padamu, akan mencukupi kebutuhanmu, akan memenuhi tuntutanmu.” Tetapi gereja yang hanya melayani kaum intelektual saja tidak cukup. Kita tidak boleh mengabaikan orang yang ada di bawah karena Injil bukan untuk kaum intelektual saja. Kita harus melayani setiap bangsa, bahasa, suku, dan kaum yang ada di dunia ini. 

Bersambung…

Sumber : https://www.rec-singapore.org/wp-content/uploads/2020/10/4October2020_ST.pdf

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube