Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Sebelumnya…

Saya percaya Alkitab adalah Firman Tuhan, banyak ayat yang sangat unik, kadang-kadang muncul dalam khotbah saya, tetapi banyak tua-tua dan majelis tidak sadar, jika engkau tidak dapat menemukan khotbah saya uniknya di mana, bedanya di mana, engkau belum mengerti GRII dan belum mengerti mengapa Tuhan memerintahkan Stephen Tong mendirikan gereja ini. Dalam zaman ketika gereja suram, banyak gereja yang gagal, GRII dimunculkan di Indonesia. Saat itu terjadi tiga gejala yang menakutkan dalam gereja-gereja.

  • Pertama, banyak gereja menjadi materialisme, motivasi berdoa untuk minta kaya, lancar dan sukses yang muncul dari kharismatik.
  • Kedua, banyak gereja menjadi liberal, menolak Iman Rasuli, tidak percaya Allah Tritunggal dan inkarnasi Yesus, tidak percaya Yesus mati untuk mengganti manusia, Yesus bangkit dan naik ke surga.
  • Ketiga, gereja yang sudah dewasa dan established, mulai menjadi sekular.

Maka GRII didirikan, tugas yang Tuhan berikan pada saya terlalu besar. Semua manusia akan mati, dan semua yang di dunia hanya sementara, tetapi sebelum pergi ke tempat yang abadi, apakah yang kita kerjakan sesuai rencana abadi Tuhan? Hidup kita akan bernilai jika mencapai makna tersebut. Komunitas perlu keadilan, keadilan perlu konotasi, konotasi perlu tradisi yang memberikan definisi, maka Yesus harus berkata, “Kamu pernah mendengar dari orang kuno, gigi ganti gigi, mata ganti mata.” Dalam masyarakat Yahudi semua tahu istilah ini, dalam masyarakat Arab, Siria, Babilonia, Persia, mereka juga tahu. Karena ini adalah dalil yang turun temurun sampai zaman Yesus. Konsep ini penting dan mutlak bagi mereka, mempengaruhi dan memimpin masyarakat selama 1800-2000 tahun. Ketika Yesus mengatakan kalimat ini, semua tahu adil berarti, gigi ganti gigi mata ganti mata. Apakah kalimat ini salah? Jika salah, salah di mana? Jika benar, benar di mana? Kalimat ini lebih kuno dari Musa, jika kita menghormati Musa, apakah kita harus lebih menghormati dalil ini?

Musa kira-kira 1300-1500 tahun yang lalu. Kalimat ini muncul di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama dalam kitab Musa ada kalimat ini tetapi tidak masuk dalam 10 hukum. Dalam Perjanjian Baru, dalam Khotbah di Bukit muncul kalimat ini. Tetapi kalimat ini asalnya bukan dari 10 hukum, bukan dari taurat,  bukan dari lima kitab Musa. Kalimat ini telah ada 300-500 tahun sebelum Musa, ditulis di batu oleh orang Babilonia di Mesopotamia. Batu ini ditemukan abad 19 dan di atas batu ini diukir dua orang, yaitu dewa matahari dan raja Hammurabi. Dewa matahari memberikan satu kitab pada raja Hammurabi dan berkata, ajarkan pada rakyatmu bahwa segala sesuatu harus adil. Dan di atas batu ini juga ada kalimat gigi ganti gigi, mata ganti mata. Selain kalimat itu juga ada kalimat, ketika jual beli tidak boleh memakai dua macam timbangan. Dunia kaget, empat ribu tahun yang lalu sudah ada perintah, prinsip, dan dalil ini. Sampai sekarang masih banyak orang yang memiliki dua pembukuan, satu untuk pemerintah, satu untuk sendiri. Untung 300 juta ditulis 100 juta dalam pembukuan untuk pemerintah. Pembukuan ganda ini telah dilawan oleh Hammurabi. Empat ribu tahun yang lalu sudah mengerti jangan tidak adil, jangan menipu, jangan double standard.

Manusia demikian bodoh, tidak mengerti arti tersebut, maka ketika Yesus ke dunia, Ia harus mengajar manusia konsep yang berbeda dari gigi ganti gigi, mata ganti mata. Yesus memberikan pengertian untuk melakukan yang bukan setimpal, tetapi lebih mengasihi musuhmu. Ada dua batu yang penting yaitu stone of Hammurabi di Perancis dan stone of Rosetta di Inggris. Di batu-batu ini tercatat bahwa manusia harus adil dalam bersahabat, bermasyarakat, bahkan dalam berdagang. Sejak zaman primitif, konsep adil adalah ruginya rata. Jika engkau memukul saya, gigi saya putus tiga, lalu saya pukul engkau hanya putus satu, maka harus pukul lagi sampai putus tiga, baru namanya adil.

Saya pernah ke Papua untuk KPIN dan saat itu dua suku sedang berperang, saya berusaha mempertemukan kedua suku tersebut, sulit sekali mempertemukan mereka. Tetapi akhirnya mereka bertemu juga, lalu saya berkhotbah, bahwa kita semua adalah musuh Tuhan karena kita membunuh Yesus. Lalu apakah Tuhan membunuh kita supaya adil? Tidak. Tuhan justru membiarkan Yesus dibunuh oleh kita dan Ia tidak melawan untuk menebus dosa kita. Ini adalah cara pendamaian yang paling baik dari Tuhan. Engkau musuh Aku, Aku kirim Anak-Ku dibunuh oleh engkau untuk berdamai dengan Aku. Firman Tuhan yang demikian terlalu sulit, cara Tuhan terlalu tinggi, tetapi anugerah Tuhan terlalu besar. Tuhan akan merubah kita menjadi orang yang mengerti apa itu kasih dan perdamaian. “Kamu pernah mendengar orang kuno berkata, gigi ganti gigi, mata ganti mata, tetapi Aku berkata kepadamu.” Ketika Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu.” Ini adalah ajaran baru, konsep dunia yang salah dikoreksi, karena ajaran dari Kerajaan Allah tidak pernah diketahui manusia, ajaran yang tidak pernah dimengerti bagaimana seharusnya menafsir hukum, sekarang diberikan oleh Yesus sendiri. Yesus berkata, “Kamu sudah mendengar, gigi ganti gigi, mata ganti mata, tetapi jangan melawan orang yang menantang engkau, jangan menantang musuhmu.” Lalu harus bagaimana terhadap musuh? Yesus mengajar, jika ada yang menampar pipi kananmu, berikan pipi kirimu. Ini ajaran apa, jika ditampar sebelah kanan, silahkan yang kiri lagi, supaya seimbang, pukul lagi. Apakah Yesus mengajar orang menjadi gila, menjadi budak, tidak tahu keadilan? Dunia tidak memiliki pengharapan, di dunia ini banyak permusuhan. Jika ketidakadilan dijalankan, maka muncul kebencian dan peperangan.

Engkau pernah mendengar orang kuno berkata, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tetapi Yesus mengajarkan lima hal yang sangat tidak masuk akal.

  • Pertama, jika ada orang tampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu.
  • Kedua, jika ada orang merampas bajumu, berilah juga jubahmu.
  • Ketiga, jika ada orang memaksa engkau berjalan satu mil, jalanlah dua mil.
  • Keempat, jika seseorang meminta padamu, berikanlah.
  • Kelima, jika seseorang minta pinjaman, jangan tolak.

Tetapi Tuhan, ajaran-ajaran ini membuat saya jadi budak, jadi lemah, jadi orang kristen yang tidak beridentitas, tidak membalas mereka yang kurang ajar pada saya. Saya harus pasif, penurut, dan melayani musuhku. Jika engkau dimusuhi jangan menantang. Tuhan mau kita berpikir, bahwa musuh perlu dicintai bukan dimusuhi, inilah kuncinya. Pikirkan mengapa engkau hidup di dunia? Apa fungsinya engkau berada di dunia? Untuk menolong orang lain. Yang perlu ditolong bukan kawanmu yang kaya, yang perlu ditolong orang yang pinjam uang, yang pemarah, yang kurang ajar. Orang yang rohaninya baik tidak perlu engkau tolong. Dunia memerlukan orang seperti kita yang dapat membantu mereka yang kurang ajar dan suka memukul. Jika ada orang yang suka marah-marah, jangan dilawan. Doakan, tolong, dan rubah dia.

Perhatikan lima hal ini, pertama, tampar engkau. Kedua, merebut pakaianmu. Ketiga, paksa engkau berjalan. Lalu menjadi berubah dalam keempat, menjadi minta minta padamu. Ada perubahan, dari kasar, tampar, rebut, paksa sekarang minta dan pinjam. Ternyata orang itu pengemis, sampai menjadi minta tolong padamu. Lalu kelima, minta pinjam uang, jadi orang itu orang miskin. Maka jangan anggap ia terlalu keras dan engkau lawan, anggaplah ia seorang pengemis yang miskin dan perlu engkau, inilah cara Tuhan Yesus menanggapi musuh.

Anjing menggonggong bukan karena galak tetapi karena takut padamu, lalu apakah anjing tersebut harus dibunuh? Anjing itu perlu diobati sampai tidak takut lagi. Semua orang yang sekarang mencintai Tuhan dahulu adalah musuh Yesus, tetapi Tuhan tidak membunuh kita, Tuhan menaklukkan dengan kasih. Dan sekarang Tuhan bertanya, can you, a Christian, follow Me to do this? Pertama menampar engkau. Kedua merebut pakaianmu, mungkin karena ia kedinginan. Ketiga, memaksa engkau berjalan mungkin karena ia perlu teman. Ada orang yang kalau tidak pukul orang bisa sakit. Ketika saya masih muda, dekat rumah saya ada orang yang menjual amplifier, saya sering ke tempatnya dan ia mempunyai seorang keponakan yang sakit, jika kumat suka pukul orang. Suatu hari saya dipukul, saya marah sekali dan mau pukul balik, tetapi mamanya berkata, “Jangan pukul, dia sedikit gendeng.” Berkelahi dengan orang gendeng, engkau juga gendeng kan? Maka biarkanlah. Saya mulai dapat melihat, mengapa orang suka memukul? Karena ia sakit. Orang yang demikian lebih perlu dikasihani daripada dihukum.

Ketika ingin mengerti Alkitab sulit sekali dan seringkali bagian yang sulit kita lewatkan. Mengapa Tuhan berkhotbah seperti ini? Tuhan berkata, artinya lebih dalam dari apa yang engkau mengerti. Tuhan Yesus berkata, “Engkau mendengar, gigi ganti gigi, mata ganti mata, tetapi Aku berkata kepadamu, cintailah musuhmu.” Ini ajaran yang sangat sulit. Karena ajaran ini sulit, maka Gandhi takluk pada Kristus, karena membaca ini maka Gandhi tidak melawan Inggris dengan senjata, hanya diam dan berpuasa. Gandhi berpuasa untuk menyatakan tidak melawan, engkau keras saya terima, engkau menganiaya saya diam. Ini adalah ajaran dari Tuhan Yesus yang dijalankan oleh Gandhi. Dan yang menang Gandhi, orang yang tidak memiliki kekuatan apapun bukan Inggris yang memiliki persenjataan hebat. Saya pernah difitnah tetapi diam saja. Fitnah tersebut tidak membuat saya semakin kurus, membuat saya tidak diberkati Tuhan, justru setelah difitnah, Tuhan membuka jalan pelayanan saya semakin besar. Setelah difitnah, serahkan pada Tuhan yang memberi kekuatan pada kita. Mari menjadi orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan. Mari berdoa.

(ringkasan ini belum diperiksa pengkhotbah-SJ) 

Sumber : https://www.rec-singapore.org/wp-content/uploads/2020/07/5Jul2020_STong.pdf

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube