Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

“If you go looking for a friend, you’re going to find they’re scarce. If you go out to be a friend, you’ll find them everywhere.” (Zig Ziglar). Kutipan tersebut adalah satu kutipan seorang Zig Ziglar yang dapat diartikan apabila Kita pergi untuk mencari seorang teman, Kita akan kesulitan menemukannya. Namun, apabila Kita pergi untuk menjadi seorang teman, maka Kita akan menemukan mereka di mana-mana. 

Hilary Hinton Ziglar atau dikenal dengan nama Zig Ziglar dilahirkan di Coffee CountyAlabama pada tanggal 6 November 1926. Kematian ayahnya yang terlalu cepat ketika Ziglar baru berusia lima tahun menyisakan tidak hanya duka yang mendalam, tetapi keprihatinan, betapa ibunya harus bekerja keras demi membesarkan anak-anaknya yang masih kecil.

Tokoh veteran Perang Dunia II yang telah meninggal dunia (12 Nopember 2012) tersebut awalnya adalah seorang salesman alat masak dan akhirnya dikenal sebagai salah satu marketer paling sukses dan inspiratif di dunia. Sebagai seorang sales trainers, ia telah mengangkat ribuan karir dengan strategi yang efektif tidak hanya untuk membuat penjualan, tetapi untuk menciptakan penjualan yang profesional. “Selling is not something you to do someone, it is something you do for someone.” yang artinya “Menjual adalah bukan sesuatu yang Kita lakukan seseorang, itu adalah sesuatu yang Kita lakukan untuk seseorang.”

Zig Ziglar telah mengajarkan nilai-nilai berbasis prinsip-prinsip untuk menjadi pembujuk yang lebih efektif kepada organisasi penjualan, kelompok gereja, sekolah, dan bisnis. Dan dia telah mencapai lebih dari ribuan melalui televisi dan radio dengan banyak penampilan dan melalui program audio dan video pelatihan populernya. Selama bertahun-tahun, kelas Minggu sekolahnya yang diadakan di First Baptist ChurchDallas, disiarkan setiap Minggu pagi, melalui satelit.

Latar belakangnya dalam bidang penjualan langsung sukses membuat Zig menjadi salah satu Sales Trainers terkemuka di dunia. Namanya identik dengan keyakinan, motivasi dan sukses. A master at motivational speaking, Mr. Ziglar telah ditampilkan dalam The New York TimesThe Washington PostThe Dallas Morning NewsFortuneSuccess and Esquire magazines, dan Zig pernah muncul di acara Today Show, 20/20, 60 menit dan The Phil Donohue Show.

Hal yang sangat mencirikan Zig adalah logika dan antusiasme yang luar biasa. Hanya dengan paparan singkat untuk Zig untuk membuat penggemar menyukainya. Dia memiliki kemampuan langka untuk membuat penonton nyaman dan santai, namun benar-benar penuh perhatian. Sebagai seorang penulis, ia telah sukses menghasilkan puluhan buku, CD audio, dan video program, termasuk produk andalan nya, How to Stay Motivated. Sebagai warga negara yang bersangkutan, Zig telah diakui dalam Congressional Record of the United States untuk kontribusinya kepada American way of life.

Selama 30 tahun terakhir menampilkan dirinya dengan motivasinya, ia telah mengembangkan dari one-man show menjadi ketua Zig Ziglar Corporation – sebuah organisasi yang berkomitmen untuk membantu orang lebih memanfaatkan sumber daya mereka secara fisik, mental, dan spiritual, yang berkantor pusat di Dallas, dengan staf lebih dari 60 karyawan. Zig telah melakukan perjalanan lebih dari 3 juta mil di seluruh dunia sebagai pembicara dan dosen.

Zig, mengkategorikan orang-orang  yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam empat golongan.

  • Orang pertama adalah yang menyangkal dirinya memiliki bakat. “Ah, saya tidak punya bakat apa-apa” sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat manusia.
  • Orang kedua suka menunda-nunda. “Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah” begitu alasannya.
  • Orang ketiga adalah yang merasa takut. “Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan orang, lebih baik saya diam saja, bukankah lebih aman?” itu selalu yang dikatakannya.
  • Orang keempat tidak mau bertanggungjawab. Dia selalu berdalih bahwa orang lain atau keadaanlah yang salah. “Bagaimana saya dapat mengembangkan bakat saya kalau orang di sekitar saya dan keadaan tidak mendukung” katanya menyalahkan keadaan.

Kiranya kita tidak termasuk dalam keempat tipe orang tersebut. Bakat kita terlalu sayang untuk disia-siakan, karena artinya kita menyia-nyiakan talenta yang Tuhan berikan. 

Diambil dan diedit dari : https://www.kompasiana.com/koyxs/581b85e526b0bde6566dc6c1/mengejar-mimpi-dari-suksesnya-zig-ziglar?page=all#sectionall

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube