Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

D. SIFAT BUAH ROH

Paulus melanjutkan lagi: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan. Kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal itu.” (Galatia 5:22). Buah Roh tidak mungkin dirintangi oleh seluruh hukum yang ada di dunia. Alangkah baiknya jika kita mempunyai paspor yang bisa diterima baik di manca negara. Buah Roh Kudus adalah paspor yang diterima baik di mana-mana.

1. Kepunyaan Tuhan

Manusia yang hidup berpusat kepada diri sendiri dan kedagingan dengan keadaan yang tidak mungkin dicegah, akan mengalirkan hidup kedagingan dan buah-buah nafsu yang tidak beres. Bagaimanakah dengan orang Kristen yang diperanakkan pula oleh Roh Kudus dan hidup dalam hidup yang baru? Setelah Roh Allah memberikan hidup yang baru kepada manusia, maka manusia akan berbuah Roh. Segala kelembutan, sukacita, kedamaian dan cinta kasih disebut sebagai buah Roh Kudus dan bukan buah manusia. Manusia tidak bisa membanggakan dirinya dan menganggap rohaninya lebih tinggi dari orang lain, jika ia hidup berbuah Roh, karena Kitab Suci mengatakan bahwa buah itu berasal dari Roh Kudus. Roh Kudus yang menjadi sumber hidup yang mengandung segala kebajikan. Sikap orang Kristen yang benar yaitu jika ia berbuat kebajikan, maka orang itu mengakui bahwa kebajikan itu berasal dari anugerah Tuhan – dan tidak ada jasa kita di dalamnya.

Tidak ada jasa di dalam melakukan kebajikan, bukan berarti tidak ada kewajiban untuk melakukan kebajikan. Setiap orang Kristen harus melunaskan kewajiban yang ditetapkan bagi kita masing-masing, tetapi setelah kita menjalankan segala sesuatu yang seharusnya kita tanggung dan kerjakan, maka seharusnya kita pun mengetahui bahwa itu berasal dari anugerah Tuhan.

Jika Anda memetik buah dari suatu pohon, Anda akan menyebut nama buah itu sama dengan nama pohonnya. Jika buahnya baik, maka Anda akan menyebut buah pohon itu baik, dan bukan menyebut bahwa buah ranting itu baik. Anda tidak pernah mengatakan bahwa ranting itu berbuah baik, tapi pohon yang berbuah baik. Sebuah pohon berbuah melalui ranting. Ini suatu pengertian yang jelas bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, tetapi melalui kita. Tuhan yang memiliki buah, tetapi buah itu berada dalam diri kita masing-masing. Kalau pengertian ini jelas Anda terima, maka Anda akan mengerti bahwa Alkitab begitu ketat dan menuntut kita menjadi orang yang betul-betul rendah hati dan taat kepada Tuhan. Janganlah sombong kalau Anda mencintai Tuhan, janganlah mnengambil kemuliaan kalau Anda bisa mengasihi orang lain, karena itu adalah buah dari Roh Kudus yang bekerja di dalam diri Anda. Yesus Kristus berkata: “Berbuahlah banyak supaya Bapa-Ku dipermuliakan.” Buah adalah milik Tuhan, tetapi berbuah adalah kewajiban kita.

2. Buah dengan sembilan rasa

Buah Roh Kudus hanya ada satu, bukan sembilan. Di dalam bahasa Yunani. Juga bahasa Inggris tidak memakai istilah buah di dalam bentuk jamak (buah-buah), tetapi dalam bentuk tunggal (buah). The only fruit of the Goly Spirit. Paulus tidak salah dalam menuliskan hal ini karena konsep Alkitab mengajarkan bahwa di dalam satu hidup, dikeluarkan rasa yang berbeda. Buah Roh adalah satu buah dengan sembilan rasa, bukan sembilan buah dengan sembilan rasa. Buah apel memiliki rasa manis, pahit, asam; dan bukankah setiap buah memiliki rasa yang bermacam-macam?

Buah Roh Kudus hanya satu, tetapi memiliki sembilan macam rasa. Hal ini mengandung arti bahwa buah Roh Kudus berasal dari dalam dan tidak ditambah dari luar. Yang dari dalam berasal dari pengaliran hidup, tetapi yang dari luar adalah tambahan. Beda antara manusia yang harum dengan bunga yang harum yaitu: Bunga memiliki keharuman dari dalam, tetapi manusia memiliki keharuman dari minyak wangi. Berbuah berarti mengeluarkan satu hidup yang mengandung banyak macam sifat yang bajik. Sifat rendah hati orang Kristen seharusnya berbeda dengan orang-orang moralis. Orang moralis belajar rendah hati, tetapi melupakan cinta kasih; belajar cinta kasih, tapi melupakan kesetiaan; belajar kesetiaan, tetapi lupa akan kesabaran. Jadi orang moralis harus menambah dan terus menambah dari luar. Sedangkan Alkitab mengajarkan bahwa buah Roh adalah satu buah yang tidak ditambah dari luar, tetapi keluar dari dalam. Segala moral dan kebajikan yang berasal dari Alkitab tidak bisa ditiru dan dipalsukan. Orang Kristen yang baik, mendasarkan perilakunya berdasarkan apa yang ada pada hatinya, dan bukan menambalkan pribadinya dengan sesuatu kepribadian yang bukan miliknya. Suatu hidup yang utuh, dengan sendirinya mengeluarkan segala kebajikan yang berbeda-beda rasanya.

3. Ketaatan Menghasilkan Perubahan

Kalau seorang anak kecil kita ajar menulis, maka kita akan memegang tangannya dan menyuruhnya mengikuti gerakan tangan kita dengan patuh. Jika anak itu mengeraskan tangannya dan tidak menuruti gerakan tangan kita, maka anak itu tidak akan bisa menulis sesuai dengan kehendak kita. Banyak orang Kristen mau menjadikan Kekristenan sebagai suatu alat memanipulasi Tuhan dan jika mungkin, membuat Tuhan taat kepada dirinya. Orang yang demikian tidak mau taat kepada Tuhan, tetapi mau supaya Tuhan yang taat kepadanya. Menjadi orang Kristen sejati adalah menjadi orang yang mau menjalankan kehendak Tuhan seumur hidup, dan mau dipakai melakukan kehendak Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada segala rencana manusia – itulah kesuksesan hidup yang sejati. Di dalam rencana Tuhan dan melalui ketaatan kita, kita bisa menjadi orang yang paling berguna di dalam segala sesuatu yang sudah Tuhan rencanakan.

Ada satu teori yang menganggap bahwa setiap anak kecil pasti memiliki bakat seni, hanya saja bakat tersebut seringkali belum menemukan tempat yang cocok. Bakat harus ditemukan, setiap anak pasti memiliki bakat seni, baik itu musik, lukis, desain, atau yang lain. Menemukan siapa diri Anda serta memperkembangkan potensi yang ada pada Anda, lalu melatih dan menyempurnakan bakat yang ada pada Anda, merupakan perilaku yang bijaksana luar biasa. Tetapi siapakah orang yang betul-betul mengetahui diri kita selain Tuhan? Kalau kita betul-betul jujur dan taat kepada Roh Kudus, barulah kita dapat mengalami hidup yang semaksimal mungkin. Manusia sering menjadi tidak puas dengan apa yang sudah dicapainya. Orang lain dapat saja mengatakan keadaan kita sebagai orang yang sukses dan berhasil, tetapi kalau kita belum taat sepenuhnya di dalam pimpinan Roh Kudus dan belum berbuah bagi-Nya, kita tetap tidak akan menerima sukacita yang sejati.

Setelah Adam jatuh ke dalam dosa, maka satu-satunya yang dapat diperbuat manusia adalah menentang Roh Kudus. Ini dibuktikan dengan tindakan yang berontak kepada Allah dan tidak mengakui kedaulatan Tuhan Allah. Tetapi setelah Roh Kudus bekerja, Ia melunakkan hati kita untuk taat kepada Tuhan. Waktu kita tidak lagi menentang dan tidak lagi mempunyai kehendak yang berontak kepada Tuhan, barulah tangan Roh Kudus memimpin kita. Waktu kita mengerti dan taat pada pimpinan-Nya, maka segala yang indah mulai keluar dari hidup kita bagaikan seorang anak yang sudah pandai menulis, menuliskan kalimat-kalimat yang begitu agung dan indah. Hidup orang Kristen menjadi indah, lebih sempurna dan lebih berarti, melalui ketaatan kepada Roh Kudus.

Sekarang timbul satu pertanyaan: “Sudah berapa lama Anda memberontak kepada Tuhan Pencipta dan Pengasih-sayang jiwa Anda? Sampai kapan akan terus begitu?” Kiranya mulai hari ini kita berdoa: “Saya taat pimpinan-Mu, silahkan Roh Kudus berbuah melalui ketaatanku.”

4. Kebudayaan dan Pembawaan

Adakah orang Kristen yang sifatnya terlalu keras, dan adakah orang bukan Kristen yang sifatnya terlalu lembut? Ada. Adakah orang-orang agama lain yang melakukan kebajikan-kebajikan lebih banyak daripada majelis-majelis gereja dan pendeta-pendeta? Ada. Kita sering mendengar: “Buat apa percaya Yesus, sedangkan saya yang belum percaya Yesus, sudah lebih baik daripada mereka yang Kristen.”

Kalau kalimat-kalimat seperti itu muncul di hadapan Anda, janganlah menentangnya karena itu adalah satu hal yang benar. Ada banyak orang belum Kristen yang hidup lebih baik dari orang Kristen, dan ada banyak orang yang mengaku Kristen namun hidupnya tidak benar. Kita harus menerima fakta dan mengatakan keadilan karena Allah kita adalah Allah yang adil. Jika ada orang melawan gereja dan mengatakan bahwa orang-orang Kristen itu bobrok dan jelek, maka saya biasanya akan membetulkan orang itu. Tetapi jika orang itu melanjutkan mengatakan bahwa dirinya yang paling baik maka saya akan menjawab bahwa hal itu tidak tentu demikian. Kalau orang mengkritik gereja, biarkanlah dia, karena memang gereja banyak kelemahan; kalau orang Kristen dikritik, memang kita harus jujur menerimanya. Tetapi pertanyaannya: “Apakah kebajikan yang dibuat orang berdosa juga adalah buah Roh Kudus?”

Jika buah Roh Kudus adalah sukacita, bukankah orang lain juga memiliki sukacita? Jika dalam Alkitab mengatakan tentang cinta kasih, bukankah orang yang bukan Kristen juga memiliki cinta kasih dan sikap dermawan? Jika Alkitab mengatakan tentang damai sejahtera, bukankah orang bukan Kristen juga ada sejahtera dan perdamaian? Apakah ada buah Roh Kudus di dalam hidup orang yang tidak percaya Yesus Kristus? Tidak. Buah Roh Kudus berbeda dengan buah kebudayaan. Buah kebudayaan adalah akibat dari perubahan moral yang dipelajari dari luar diri manusia. Orang-orang yang dipengaruhi oleh kebudayaan tertentu, memiliki perilaku luar yang begitu halus dan apik. Karena apa? Karena selama beribu-ribu tahun telah tertumpuk suatu latihan dan pembentukan serta heriditas dari kebudayaan. Kelemah-lembutan, kerendahan hati dan kesopanan yang dihasilkan kebudayaan yang paling tinggi sekalipun, tidak dapat dipersamakan dengan buah Roh Kudus, Mengapa? Karena itu merupakan buah dari kebudayaan dan tradisi.

Buah Roh Kudus juga berbeda dengan buah pembawaan. Ayah yang lembut dan ibu yang lembut, cenderung mempunyai anak yang pembawaannya lembut. Kelembutan anak itu merupakan buah pembawaan, bukan buah Roh Kudus. Orang yang lain memiliki pembawaan yang lembut di luarnya, tapi kaku di dalam hatinya. Orang lain lagi memiliki pembawaan yang keras di luarnya, tapi lembut di dalam hatinya. Buah pembawaan merupakan pengaruh dari kebudayaan, pengaruh masyarakat dan darah yang diwariskan dari orang tua. Tetapi seorang yang pembawaannya galak, namun setelah percaya kepada Kristus bisa melakukan kelembutan yang luar biasa. Sudah melawan pembawaan dan sifat aslinya – itulah buah Roh Kudus. Waktu Roh Kudus memenuhi seseorang, Ia memberikan kebajikan luar biasa yang melawan sifat yang kurang baik. Yang marah menjadi lembut dan penuh cinta kasih dan sanggup menyatakan sikap hidup yang berbeda dengan sikap hidup yang dijalani sebelum orang itu percaya kepada Tuhan.

5. Kebajikan Yang Melampaui Seluruh Hukum Dunia

Tidak ada hukum negara mana pun yang dapat memberikan keutuhan buah dengan sembilan rasa ini. Bahkan tidak ada satu agama pun yang mungkin memberikan seseorang satu buah dengan sembilan rasa. Ini melampaui segala pengajaran, kegiatan fisik, rohani maupun agama. Maka Paulus berkata bahwa ini tidak mungkin dilawan oleh hukum, di mana pun hukum itu berada. Bawalah buah Roh Kudus ke mana pun Anda pergi,maka Anda akan hidup penuh sukacita, penuh cinta kasih, panjang sabar, penuh pengorbanan diri dan damai sejahtera. Kemana pun Anda pergi tidak akan ada permusuhan yang Anda buat. Barangsiapa mempunyai buah Roh Kudus akan bebas ke seluruh dunia, bahkan juga ke sorga. Sudahkah Anda taat dan rela menyerahkan diri kepada-Nya sehingga hidup sorgawi nyata lewat hidup Anda?

Amin.
SUMBER :
Nama Buku : Hidup Kristen Yang Berbuah
Sub Judul : Bab IV : Sifat dan Karya Roh Kudus
Penulis : Pdt. DR. Stephen Tong
Penerbit : LRII, 1992
Halaman : 51 – 65
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube