Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Saya menghaturkan hormat kepada semua yang menjadi guru bagi anak-anak di Indonesia, karena engkau rela mendidik dan mengajar anak-anak. Anak-anak adalah harapan bangsa, tiang negara, pimpinan umat Tuhan untuk hari depan setiap masyarakat. Guru-guru yang mendidik anak, mencurahkan tenaga, pikiran, batin seluruh semangat untuk anak-anak. Orang-orang ini haruslah kita hargai.

Mengapa guru begitu penting? Engkau akan mendengar bahwa guru adalah orang yang mulia, yang hormat. Guru jangan dilecehkan meskipun gajinya tidak besar. Guru Sekolah Minggu jangan dihina sekalipun tidak diberi honor. Kita adalah pendidik generasi yang baru, yang muda. Dari mana mereka dipimpin dan akan ditunjuk? Mereka dipimpin kebenaran dan ditunjuk ke hari depan di dalam iman yang sejati, cinta kasih yang sejati, pengharapan yang sejati, firman yang sejati, karakter yang gigih dan berani berkorban, karakter yang mau berjuang, tidak takut kesulitan, yang memiliki kejantanan menghadapi gangguan Iblis. Katakan kepada dirimu bahwa saya adalah manusia yang hormat, berharga, yang sangat penting, yang tidak boleh dihina dan menghina diri.

Kita tidak boleh melecehkan tugas kita yang begitu mulia. Manusia lebih tinggi dari semua binatang, semua makhluk, dicipta menurut peta teladan Allah. Tuhan percayakan yang masih muda, anak-anak dan remaja kepadamu. Engkau adalah orang yang hormat dan mulia dan berharga karena dipercaya oleh Tuhan.

Panggilanmu adalah hal yang lebih besar dari perusahaan yang mempercayakan posisi CEO kepadamu, lebih dari presiden yang mempercayakan pekerjaan kepada menteri-menterinya yang tidak layak. Ketika presiden naik, banyak harapan muncul, tetapi ketika ia turun, menteri-menterinya korupsi, itu berarti ia salah mempercayakan posisi kepada orang yang tidak patut dipercaya.

Kalau Tuhan mempercayakan posisi guru kepadamu, jangan mengecewakan Tuhan, mengecewakan anak-anak, mengecewakan masyarakat. Masyarakat akan melihat yang mana yang benar. Ketika engkau menjadi guru atau Kepala Sekolah Kristen, biarlah masyarakat yang menilai dan melihat engkau sebagai guru yang baik. Satu per satu peserta KIN (Konvensi Injil Nasional) saya harap pulang menjadi guru yang baik.

Selama saya hidup lebih 50 tahun, salib saya begitu besar, batuk tidak habis-habisnya. Yang menjadi Guru Sekolah Minggu atau Guru Pendidikan Agama Kristen, hendaklah menjadi teladan yang hidup untuk menjadi mercusuar yang bersinar di hati anak-anak. Biarlah anak-anak melihat engkau menjadi saksi yang sungguh dan menjadi pemimpin yang melekat dalam hati mereka, karena engkau adalah hamba Tuhan. Kiranya selama enam hari di sini kehadiran kalian semua tidak sia-sia. Biaya sebesar Rp. 9 miliar bukanlah uang kecil dan kiranya tidak terbuang sia-sia. Biaya ini dikeluarkan dengan sangat berat dan dengan pengharapan yang sangat besar untuk 3.500 orang boleh mendapatkan berkat besar dan beribu-ribu anak yang engkau didik akan menghasilkan lebih dari Rp. 9 miliar bagi Allah. Soli Deo Gloria.

“Suffer that little children come to Me,
forbid them not.” Emboldened by His words,
the mothers onward press; but, finding vain
the attempt to reach the Lord, they trust their babes
to strangers’ hands; the innocents, alarmed
amid the throng of faces all unknown,
shrink, trembling, till their wandering eyes discern
the countenance of Jesus, beaming love
and pity; eager then they stretch their arms,
and, cowering, lay their heads upon His breast.
James Grahame.

Sumber : Sumber : sekilas-kin-2014-02.pdf

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube