Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Stephen TongWaktu bukan momen, momen bukan waktu. Sementara waktu berlalu secara alami, momen-momen penting telah mencatat makna kekekalan dalam sejarah. Sejarah dibentuk oleh momen-momen yang bermakna. Orang Yunani mempunyai kepekaan yang sangat tajam terhadap konsep waktu. Maka tata bahasa mereka mempunyai bentuk yang limpah untuk menyatakan waktu. Kalau dalam bahasa Inggris ada present tense, past tense, dan lain- lain sebanyak 16 macam, dalam bahasa Yunani ada 64 macam. Itulah salah satu sebabnya Allah telah memakai bahasa Yunani untuk mewahyukan Perjanjian Baru-Nya. Dalam bahasa Yunani istilah untuk waktu ialah chronos, tetapi untuk momen ialah kairos. Dalam Perjanjian Baru kairos dipakai untuk “momen yang ditetapkan Allah”, “momen yang menentukan”.

Pada waktu seseorang di dalam proses hidupnya menemukan suatu inspirasi khusus dari Tuhan, pada waktu seseorang menaati kehendak Allah yang kekal, pada waktu seseorang melakukan sesuatu yang bermakna, maka pada saat itulah orang tersebut sampai pada momen yang menentukan dalam hidupnya.

Pada waktu suatu negara mengalami krisis dan dengan berani menghadapi kesulitan-kesulitan serta berjuang dengan semangat keadilan, pada saat itu negara telah menciptakan suatu momen yang menentukan dalam sejarahnya.

Demikian juga gereja. Pada waktu orang-orang kudus yang berjiwa agung melihat pimpinan Tuhan serta menyerahkan hati, jiwa dan raga mereka untuk menggenapi rencana Allah, saat itu juga gereja telah memasuki momen yang menentukan, sehingga sejarah akan berubah arah karenanya. Ketaatan serta penyerahan orang-orang kudus dalam mengikuti pimpinan Tuhan memasuki momen-momen tersebut, menjadi suatu kekuatan yang menggerakkan, kekuatan yang mendorong, suatu momentum, bagi perubahan sejarah gereja. Dan gereja pun telah mencatat halaman-halaman dan pasal-pasal yang agung.

Sekarang adalah momen yang baik bagi kita. Kita sedang menghadapi suatu zaman yang besar. Meskipun kewajiban amat berat, kesulitan banyak sekali, dan tantangan sangat besar, namun kuasa Tuhan cukup bagi kita. Tuhan setia akan janji-janjiNya.

Di dalam masyarakat yang moralnya sedang merosot, di dalam zaman yang segala sesuatu sedang berubah, di dalam lingkungan yang hidup kerohanian dan fisik sedang tidak seimbang, di dalam keadaan kuasa gelap sedang menguasai hati manusia, dosa telah melanda sekitar kita dan hati nurani manusia sedang menjadi kebal. Inilah kesempatan bagi kita untuk memihak kepada Tuhan, untuk menyeru kepada manusia, untuk menyatakan kuasa Injil yang melampaui kuasa apa pun di dalam kebudayaan manusia, yang menjadi satu-satunya kuasa untuk menyelamatkan, untuk mengubah, untuk memberikan pengharapan bagi dunia.

Di dalam kesempatan di dalam krisis, di dalam momen yang menentukan di dalam sejarah ini, siapakah yang memihak Tuhan? Siapakah yang memakai kuasa kekekalan dari Allah untuk menciptakan momentum, yang akan mengubah arah sejarah?

Saya harap Lembaga Reformed Injil Indonesia boleh menjadi suatu alat yang kecil di dalam tangan Tuhan yang Mahakuasa, untuk ikut menyumbangkan diri sebagai suatu suara yang berseru ke dalam hati manusia, supaya boleh membawa manusia menuju kepada terang yang lebih bercahaya di masa depan.

Mari kita bersama-sama melihat kuasa Tuhan dan melihat momen-momen yang akan terjadi. Saya harap majalah kecil (Momentum) ini boleh menjadi suatu kesaksian bagi momen-momen yang penting di dalam zaman di mana kita berada.

Sumber :

Nama Majalah  : Momentum

Edisi                 : 01/Maret 1987

Judul Artikel      : Momen dan Momentum

Penulis              : Pdt. Dr. Stephen Tong

Halaman            : 2-3

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube