Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
kingdom-of-godBAB III :
PELAYANAN (1)

A. SYARAT PELAYAN YANG MUTLAK : KELAHIRAN KEMBALI

Kita telah membicarakan tentang Kerajaan Allah, yang dilambangkan oleh Israel dan kemudian dinyatakan oleh Gereja. Israel sebagai lambang, memberikan tiga makna penting, yaitu: monoteisme, pengorbanan darah dan teokrasi. Hal ini memperngaruhi dan berdampak besar dalam pemikiran agama-agama di dunia. Tiga konsep ini sangat penting dalam pembentukan konsep Kerajaan Allah. Di dalam Kerajaan Allah hanya ada satu Raja dan satu Tuhan yang berkuasa dan berdaulat atas seluruh dunia secara universal. Inilah Perjanjian Lama.

Perjanjian Baru diberikan kepada Gereja, melalui beberapa tanda, yaitu darah Yesus Kristus, dan Sakramen. Ini merupakan janji yang kekal (Eternal Covenant) – Ibrani 12. Semuanya dikaitkan di dalam Kristus, di mana orang-orang suci disempurnakan rohnya (bukan secara aktif, tetapi pasif). Ini menunjukkan bahwa penyucian bukan melalui api penyucian di mana manusia harus dibersihkan untuk bisa menghadap Tuhan, tetapi justru Tuhan yang membersihkan melalui darah Kristus.

Dengan ini kita mendapatkan Kerajaan yang tak tergoncangkan. Dengan demikian, kita melihat adanya kaitan yang sangat erat antara Gereja dan Kerajaan Allah. Di dalam konsep Teokrasi, maka Allah yang berdaulat dan memegang perintah tertinggi, sehingga manusia harus taat kepada-Nya. Setiap warga Kerajaan Allah seharusnya melayani Rajanya, yaitu Tuhan Allah.

Matius 18:3 mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi sepertia anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Perkataan ini merupakan perkataan Tuhan Yesus sendiri, berarti orang yang berada di dalam Kerajaan Allah adalah orang yang bertobat, dan orang yang bertobat adalah orang-orang yang seperti anak-anak kecil. Mengapa pertobatan menjadi syarat yang mendahului kita masuk ke dalam Kerajaan Allah?

Pertobatan menyatakan sifat berubah total dengan keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengalami anugerah di dalam Kerajaan Allah. Ketika Nikodemus bertemu dengan Tuhan Yesus, dan menanyakan, apakah ia harus kembali masuk ke dalam rahim ibunya untuk dilahirkan kembali, maka Tuhan Yesus menjawab, “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang dan ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” (Yohanes 3:4-8). Itu berarti, kelahiran kembali bukan berarti kita masuk ke dalam rahim ibu lagi. Itu sesuatu yang mustahil. Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:3).

Orang yang mendapat bagian dalam Kerajaan Allah adalah orang yang dilahirkan kembali. Dalam bahasa Yunani, kata ini juga diartikan sebagai “dilahirkan dari atas”. Maka ayat kunci di sini adalah ayat 6, “apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Berarti, kalau manusia menjadi anggota warganegara kerajaan dunia ini, hanya perlu dilahirkan satu kali, yaitu dilahirkan secara daging. Tetapi jikalau engkau mau dilahirkan sebagai warganegara Kerajaan Allah, engkau perlu dilahirkan satu kali lagi, yaitu dilahirkan oleh Roh. Ini bukan dilahirkan secara jasmani, bukan dilahirkan dari dunia ini, tetapi dilahirkan dari atas, dilahirkan dengan air dan Roh. Air melambangkan penyucian, pembersihan melalui pertobatan, sedangkan Roh Kudus melambangkan hidup baru yang datang dari Tuhan Allah sendiri, bukan dari manusia. Ayat ini sangat berkaitan erat dengan Yohanes 1:12-13, di mana dinyatakan perbedaan antara lahir dari dunia dan lahir dari atas: “Tetapi semua yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”

Jelas bahwa orang yang diberi hak dan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, tidak dilahirkan oleh daging, bukan dari rahim ibu. Mereka tidak dilahirkan oleh keinginan laki-laki. Jadi bukan merupakan hasil hubungan manusia dengan manusia, sehingga kelahiran rohani itu terjadi. Di sini dinyatakan bahwa orang itu dilahirkan oleh Roh Kudus, oleh Tuhan Allah sendiri. Maka istilah “diperanakkan pula” di dalam Alkitab mempunyai empat sinonim, yaitu:

  1. Dilahirkan dari Allah
  2. Dilahirkan oleh Roh Kudus
  3. Dilahirkan melalui Firman
  4. Dilahirkan melalui Injil.

Ke-empat istilah di atas menunjuk pada peristiwa yang sama. Orang yang diperanakkan pula adalah orang-orang yang dilahirkan oleh Allah sendiri. Orang yang diperanakkan pula adalah orang-orang yang dilahirkan oleh Roh Kudus, orang yang diperanakkan pula adalah orang-orang yang dilahirkan melalui proses mendengarkan firman Allah, dan orang yang diperanakkan pula adalah orang yang dilahirkan melalui jasa Kristus yang mati dan bangkit, yang dinyatakan dalam Injil, yang menyebabkan kita mendapatkan hidup yang baru. Jika kita sudah melihat keutuhan dari ke-empat pengertian ini, kita baru mengerti apa yang disebut sebagai diperanakkan pula (dilahirkan kembali). Setiap kali saya mengajar Soteriologi (Doktrin Keselamatan Kristen), saya selalu memberikan pertanyaan ujian: “Silahkan memberikan definisi tentang diperanakkan pula!” Dan saya melihat setelah satu semester belajar topik ini, tetapi banyak mahasiswa yang masih belum mampu membuat definisi dengan jelas dan tepat.

1. Dilahirkan dari Allah.

Inisiatif “diperanakkan pula” datangnya dari Allah, bukan dari manusia. Sebagaimana kita dilahirkan di dalam dunia bukan atas kehendak kita, demikian pula kelahiran baru kita. Kita dilahirkan bukan atas keinginan atau permintaan kita untuk dilahirkan. Kita hanya dilahirkan secara pasif yang memungkinkan kita untuk mempunyai kuasa aktif.

Ketika manusia mempunyai kekuatan aktif untuk mengerjakan sesuatu atau memilih dan memutuskan sesuatu, semuanya itu tersimpan di dalam suatu hidup yang datangnya dari suatu kepasifan. Kita tidak ingin dan minta dilahirkan, dan ketika orang tua kita menikah dan kita dilahirkan secara pasif tanpa punya kekuatan untuk menentukan sama sekali. Demikian pula dalam keluarga Kerajaan Allah.

2. Dilahirkan oleh Roh Kudus

Kita dilahirkan di dalam Kerajaan Allah bagaikan angin yang bertiup menurut yang dikehendakinya. Hal ini jelas bukan ingin membicarakan masalah geografi, cuaca atau meteorologi, tetapi tentang keterbatasan manusia, di mana angin memiliki kemauannya sendiri yang melampaui keinginan manusia. Di dalam bagian ini, Alkitab menggunakan dua simbol untuk menyatakan Roh Kudus, yaitu seperti api, dan seperti angin. Angin bertiup menurut kemauannya sendiri, berarti menurut kedaulatan Roh Kudus. Ia memberikan hidup kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan bukan tergantung jasa manusia atau syarat manusia atau keinginan manusia tersebut. Kelahiran kembali mutlak menurut inisiatif dan kedaulatan Tuhan Allah sendiri.

Pada saat pertama kali anda digerakkan begitu hebat oleh suatu bagian firman Tuhan, di mana sejak saat itu Anda mengalami perubahan yang drastis dalam hidup Anda. Anda yang tadinya berkeras melawan Kristus, tiba-tiba saat itu engkau menyadari kesalahanmu dan mulai mau bertekad untuk mengikut Kristus. Firman Tuhan itu menggugah konsep dan cara berpikir Anda, membentuk wawasan dan arah baru bagi hidup Anda, sehingga Anda tidak lagi pernah kembali ke jalan yang lama. Saat itu, jika Anda sadari, maka firman Tuhan atau khotbah yang Anda terima itu bukanlah pilihan atau kehendak Anda. Ketika khotbah atau bagian firman itu menyentuh hati Anda, itu bukan kehendak Anda, tetapi itu adalah kehendak Allah. Mungkin sekali, pada saat itu sebenarnya Anda tidak ingin mengikuti atau datang di kebaktian, tetapi ada orang yang mengajak Anda dan mendorong Anda untuk hadir. Akhirnya Tuhan bekerja justru melalui kebaktian tersebut untuk merubah hidup Anda. Seandainya engkau tidak hadir, maka perubahan itu tidak terjadi. Ini semua bukan karena pilihan dan kehendak kita, tetapi mutlak karena Tuhan yang menghendakinya.

Maka, angin bertiup menurut kehendaklnya sendiri, sama seperti juga Roh Kudus bekerja menurut kedaulatan, bijaksana dan inisiatif-Nya sendiri. Akibatnya, engkau menyesali dosamu, engkau menyadari semua tingkah lakumu, dan engkau merubah arah hidupmu. Itu adalah akibat dari inisiatif Tuhan yang mendorong manusia itu untuk menjadi aktif, Inilah kuasa dan kedaulatan aktif Tuhan yang menggerakkan manusia dari posisi pasif menjadi berkuasa dan berkemauan aktif untuk bertindak dan mengambil keputusan. Manusia dilahirkan kembali, diberi hidup baru, sehingga kini ia bisa aktif untuk hidup bagi Tuhan, hidup menghadap kepada Tuhan dan mau memuliakan Tuhan.

Kemauan sehingga Anda mempunyai kehidupan yang baru, disebut sebagai “diperanakkan pula”. Maka diperanakkan pula bukanlah inisiatif manusia, tetapi inisiatif Tuhan Allah sendiri. Yohanes 1:12-13 menyatakan hal itu, bahwa kelahiran itu dari Allah. Allah Bapa memilih, Allah Anak menebus, dan Allah Roh Kudus memperanakkan kita.

3. Dilahirkan melalui Firman Tuhan

Paulus berkata: “Aku sedang menanti dengan sabar sampai Kristus berbentuk di dalam hati kalian.” Di sini Paulus bagaikan seorang wanita yang hamil, yang sedang menantikan matangnya buah kehamilan itu, sampai melahirkan. Di dalam kehamilan itu terbentuk urat, tulang, daging, setiap organ tubuh, sampai seluruhnya jadi, maka setelah semuanya ada, terjadilah proses kelahiran baru. Melalui pembahasan ini, saya ingin Anda mempunyai konsep kelahiran kembali atau diperanakkan pula dengan lebih jelas dan tepat.

Kita perlu menyadari bahwa sebelum kita sadar diperanakkan pula, Roh Kudus sudah bekerja di dalam hati kita untuk waktu yang cukup lama. Ada orang-orang yang telah mendengar firman dan mendengar firman, semakin hari semakin mengerti kebenaran, sampai suatu saat ia baru sadar akan dosanya, dan bertobat. Jadi jika ada orang Kristen yang tidak tahu persis bilamana ia diperanakkan pula, Anda tidak perlu kuatir. Memang ada orang yang tahu persis kapan dia menerima Tuhan Yesus, dilahirkan kembali, sampai tanggal, jam menitnya tahu. Jangan Anda rendah diri karena Anda tidak bisa mengetahui seperti itu, lalu meragukan keselamatan Anda.

Paulus sangat jelas tahu waktu ia diselamatkan, yaitu pada saat perjalanan ke Damsyik. Tetapi Petrus atau Yohanes tidak jelas kapan waktu tepatnya ia diselamatkan. Apakah Petrus diselamatkan setelah ayam berkokok dua kali? Atau ketika ia memberikan pengakuan imannya? Tidak jelas. Jadi memang ada dua macam orang Kristen. Di RRC ada aliran yang selalu mempertanyakan keselamatan orang Kristen. Bagi mereka, jika orang Kristen tidak menangis cukup lama untuk menangisi dosa, maka dianggap belum diselamatkan. Akibatnya, banyak orang ketakutan, dan demi untuk dianggap selamat, jadi menangis berhari-hari. Ini menimbulkan doktrin yang menyesatkan.

Saya sendiri bertobat pada 1 Januari 1957, 16.13 wib. Saya sedang berjalan dari stasiun Semut ke Baluwerti di Surabaya. Sampai di dekat tugu Pahlawan, firman Tuhan yang pernah saya dengar di sebuah kamp pemuda, tiba-tiba bekerja begitu dahsyat. Dan mendadak saat itu saya sadar bahwa Kristus mati untuk Stephen Tong. Di tengah jalan itu saya sadar bahwa saya adalah orang berdosa, dan saat itu saya bersyukur kepada Kristus yang telah menjadi Juruselamat bagi saya, mati bagi saya, menebus dosa saya. Saat itu hidup saya diubah dengan jelas. Tetapi ada orang lain yang tidak jelas saatnya. Yang jelas saatnya tidak boleh sombong, dan yang tidak jelas saatnya tidak boleh rendah diri.

Tetapi kalau pada hari itu saya disadarkan sebagai orang yang diselamatkan, proses keselamatan bagi saya tidak terjadi pada hari itu saja. Dari sejak kecil Tuhan telah mempersiapkan saya dengan membuat saya bisa mendengar firman. Tuhan mempersiapkan saya di dalam masa yang panjang, bagaikan suatu masa kehamilan, sampai suatu saat saya dilahirkan.

Ketika 2 tahun saya dibaptiskan anak, dan pada usia 5 tahun mengikuti sekolah minggu, lalu di kota Xia Men, saya ikut orang tua saya ke bukit doa untuk berdoa di sana. Sejak usia 8 tahun, setiap kebaktian kebangunan rohani saya ikuti. Antara 12-13 tahun, setiap kali ada kebaktian kebangunan rohani, saya maju ke depan untuk menerima Tuhan. Mungkin lebih dari 50 kali saya maju ke depan, karena tidak terlalu tegas panggilan itu bagi saya. Terkadang saya meragukan lagi panggilan saya. Sampai satu hari, saya betul-betul sadar Kristus mati bagi saya. Firman Tuhan begitu berbicara di dalam hati saya. Saat itu saya tidak bisa tahan. Saya berlari ke rumah yang masih 2 km jauhnya, ingin memberitahu ibu saya bahwa saya sudah diselamatkan.

Momen ini menjadi begitu berarti bagi saya, karena satu tahun sebelumnya saya jatuh dalam dosa. Bukan dosa berzinah atau menipu atau licik, karena saya berjuang dari sejak muda, dan berhasil menjadi pemuda teladan. Saya berdosa, karena khususnya selama satu tahun terakhir itu, saya tidak lagi sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Saya mulai percaya pada komunisme, pada ateisme, pada evolusi, pada dialektikal-materialisme. Saya percaya bahwa Allah itu sebenarnya tidak ada dan hanya merupakan penghiburan jiwa belaka.

Saya memang tetap ke gereja karena ibu saya begitu cinta Tuhan, sehingga kalau saya tidak ke gereja, pasti ibu saya akan susah luar biasa. Saya hanya memikirkan bahwa ibu saya itu kuno dan sudah ketinggalan zaman. Saya ke gereja hanya untuk menyenangkan ibu saya. Di gereja, saya tidak sungguh-sungguh mendengarkan dan lebih menantang khotbah para pendeta. Ketika pendeta khotbah dengan keras dari mimbar, saya di bawah hanya memikirkan dan melawan dalam hati, apakah dia bisa meyakinkan saya untuk jadi Kristen.

Sekarang setelah saya jadi pendeta, saya merasakan bahwa pada saat saya berkhotbah, banyak juga orang yang datang ke kebaktian dengan sikap seperti saya dulu. Tetapi heran sekali, ketika saya melihat orang-orang seperti itu, saya bisa lebih mengerti mereka. Tentu karena saya sudah dipersiapkan oleh Tuhan melalui bagaimana saya dulu seperti mereka. Dan hal itu membuat saya terdorong untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menjadi kesulitan banyak orang. Oleh sebab itu sejak tahun 1961 saya bertekad untuk mulai menjawab pertanyaan di setiap kebaktian yang saya pimpin, sehingga menolong orang yang mengalami kesulitan seperti yang saya alami dulu. Setiap pertanyaan yang saya bisa jawab akan saya jawab.

Jadi kita melihat bahwa ketika seseorang bertobat pada suatu saat, sebenarnya kita harus menyadari bahwa proses pertobatan itu sudah berjalan sebelumnya, yaitu melalui firman Tuhan yang berulang kali kita dengar. Sama seperti ketika seorang anak lahir, sebenarnya sudah ada 9½ bulan proses kehamilan yang terjadi. Maka Paulus berkata. “Aku menanti Kristus terbentuk di dalam hatimu sampai engkau betul-betul bertobat.” Cara Roh Kudus bekerja di dalam diri seseorang adalah dengan memakai firman untuk membentuk orang tersebut. Ketika firman Tuhan bekerja di dalam otak atau rasio Anda, ia akan membentuk pikiran Anda. Itulah tujuan pewahyuan firman Tuhan bagi kita.

“Allah menciptakan otak. Allah mewahyukan Kitab, supaya Kitab menjadi pedoman otak.” Jika mimbar sungguh-sungguh memberitakan firman, maka kebaktian itu akan berbeda hasilnya. Pada saat itu, Kitab akan menguasai dan memimpin otak. Demikian juga, ketika Anda sungguh-sungguh memperhatikan dan mempelajari firman, maka kebenaran itu bagaikan kilatan api yang menerangi pikiran Anda. Ini yang menyebabkan pikiran kita terbentuk. Firman akan menjadi suatu jaringan yang saling berkait satu demi satu membentuk pemikiran kita. Salah satu penekanan di dalam Teologi Reformed adalah: “Berpikir seturut dengan pikiran Allah.” (To think after God’s thinking). Juga kita harus berperasaan seturut perasaan Allah, dan berkehendak seturut kehendak Tuhan. Inilah wawasan Kristiani, di mana firman Tuhan sudah memimpin pikiran kita.

Pembentukan sedemikian menyebabkan manusia memiliki pengertian firman yang mendahului cinta dan kerinduan kita untuk terus bertumbuh di dalam pengertian firman. Kalau ia baru mengerti sebagian firman, ia tidak mau berhenti di situ. Ia akan terus mau mengerti lebih banyak lagi.

Seperti seorang kolektor yang ketika mendapatkan satu barang, dia akan mengejar barang-barang lainnya untuk menjadikan koleksinya semakin lengkap. Jika Saudara mengerti satu simphoni yang begitu indah dari Beethoven dan sangat menyukainya, maka Saudara akan mulai mencari tahu berapa banyak simphoni yang dibuat oleh Beethoven dan mulai berupaya untuk mendapatkannya satu per satu. Setelah dapat semua, Anda mulai lagi mencoba mencari tahu bahwa selain simphoni apa lagi yang digubah oleh Beethoven, maka Anda mulai mencari concerto, sonata, fidelio (satu-satunya opera), double-concerto. Setelah itu, Anda mulai mencari penggubah lainnya, seperti Mozart, dan mulai mengejar satu-persatu, lalu yang lain lagi.

Orang yang sungguh-sungguh mengerti firman Tuhan akan juga bersikap sedemikian. Ia akan terus harus belajar firman Tuhan dan mau mengerti kebenaran firman Tuhan. Ia tidak mungkin akan mengatakan, “Saya hanya mau Yohanes 3:16, maka yang lain saya tidak perlu lagi”. Itu bukan orang Kristen yang sunggguh. Itulah sebabnya di mana Roh Kudus sebenarnya sedang memimpin Anda untuk masuk ke dalam seluruh kebenaran.

Kita dilahirkan oleh Allah, oleh Roh Kudus, dan oleh firman. Firman dapat melahirkan kita karena Firman adalah firman yang hidup. Maka ada hidup Tuhan yang terkandung di dalam firman Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa “Perkataan-perkataan yang Kukakatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63).

4. Dilahirkan melalui Injil

Di sebutkan dilahirkan melalui Injil karena Firman itu juga adalah Injil. Seluruh firman itu terkandung Injil yang konkrit di dalam sejarah. Yesus dilahirkan secara inkarnasi merupakan peristiwa sejarah yang sejati. Yesus ditangkap dan dipaku di kayu salib, merupakan peristiwa sejarah yang sejati. Yesus dikuburkan juga merupakan peristiwa sejarah yang konkrit. Yesus bangkit dari kematian dan naik ke sorga juga merupakan peristiwa sejarah yang sungguh-sungguh terjadi, dan Yesus akan datang kembali, juga merupakan peristiwa yang pasti akan terjadi juga. Inilah yang disebut sebagai Injil. Berita yang sangat nyata terjadi. Injil seperti ini berbeda dari semua pandangan agama dunia.

Tidak ada Juruselamat yang riil dalam sejarah di dalam konsep agama-agama, karena yang mereka miliki hanya pemimpin agama yang riil dalam sejarah. Berbeda dengan Yesus Kristus yang sungguh-sungguh hidup, yang disalibkan dan bangkit pada hari yang ketiga, lalu naik ke sorga. Melalui Injil, kita mendapatkan hidup yang baru di dalam Kristus.

Inilah ke-empat hal makna kita diperanakkan pula yang membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jadi apakah setiap anggota gereja yang kelihatan sudah diselamatkan? Jawabnya: Tidak tentu semua sudah diselamatkan. Oleh karena itu, penginjilan tidak hanya dilakukan untuk orang-orang di luar gereja, tetapi juga harus dilakukan di dalam gereja, agar banyak orang Kristen yang ikut-ikutan, atau karena iseng, atau karena diajak teman, atau mempunyai banyak motivasi lain yang salah ke gereja, bisa mendengar Injil dan diperanakkan pula.

Sebagian orang diselamatkan bukan di dalam sebuah kebaktian kebangunan rohani, tetapi justru di dalam kebaktian minggu yang memberitakan Injil. Sebagian orang diselamatkan melalui penginjilan pribadi, dan sebagian orang dalam suatu peristiwa khusus yang tak terulang lagi. Saya diselamatkan melalui sebuah retreat atau kamp penginjilan, tetapi terjadinya perasaan berdosa dan diselamatkan justru bukan dalam kamp tersebut, namun dalam perjalanan pulang. Saat itu udara begitu cerah dengan langit yang biru. Saya memandang ke langit dan bersyukur mengerti bagaimana Tuhan memelihara dan menolong saya. Setelah saya memandang ke bawah, saya melihat manusia-manusia yang berjalan di jalan tersebut, dan hati saya pedih karena melihat mereka sedang berjalan menuju ke neraka; mereka belum diselamatkan. Muncullah suara dalam hati saya: “Maukah engkau menyelamatkan mereka? Maukah engkau menjadi hamba Injil untuk menyelamatkan mereka?” Lalu saya ingat 5 tahun yang lalu saya pernah berdiri menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan, yang telah saya lupakan. Hari itu saya segera pulang dari kamp karena malam itu ada latihan konser untuk terakhir kali sebelum tampil. Saya salah seorang anggota koor, di mana kami akan menyanyikan salah satu karya yang paling sulit dari Haydn, Die Jahreszeiten. Malam itu saya berdoa, ”Kehendak-Mu jadilah.”

Tiga hari kemudian, 8 Januari 1957, saya betul-betul sadar bahwa Tuhan memanggil saya. Saya sadar, bahwa angin bertiup ke mana, itu berdasarkan kehendaknya, demikian juga pekerjaan Roh Kudus. Orang yang berbagian dalam Kerajaan Allah adalah orang yang telah diperanakkan pula.

Di dalam Gereja tersimpan rahasia Kerajaan Allah. Di dalam Gereja terkandung gereja yang tidak kelihatan, yaitu orang-orang yang telah sungguh-sungguh diperanakkan pula. Gereja yang kelihatan, terkadang beranggota banyak, padahal tidak tentu semua dari mereka sudah diselamatkan. Maka Gereja yang kelihatan tetap tidak identik dengan Kerajaan Allah, tetapi Gereja yang tidak kelihatan identik dengan Kerajaan Allah. Orang Kristen yang sejati adalah identik dengan anggota Kerajaan Allah.

Amin.
SUMBER :
Nama buku : Kerajaan Allah, Gereja dan Pelayanan
Sub Judul : Bab III : Pelayanan (1)
Penulis : Pdt. DR. Stephen Tong
Penerbit : Momentum, 2011
Halaman : 63 – 74
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube