Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Firman : Yohanes 1 : 24-34

Kerajaan Allah bukan seperti apa yang ada di konsep mereka: kerajaan yang bersifat politik, yang mulia dan berkuasa, tanpa mengikut-sertakan unsur penyucian diri. Jadi, Kerajaan Allah tak dapat dipisahkan dari pengudusan bangsa; pertobatan, pengharapan yang perlu disertai respon mereka terhadap Allah. Karena jika seorang hanya mendengar Firman Tuhan tapi tak berespon atau hanya menginginkan berkatNya tapi tak mau menuntut diri, dia tak mungkin jadi pengikut Tuhan yang baik, hidup sesuai dengan kehendakNya.

Yohanes pembaptis adalah orang yang menyadari hidupnya sangat singkat, masa pelayanannya hanya +- 1 tahun, lalu dipenggal kepala. Semakin dini seorang menyadari waktu hidupnya sangat terbatas semakin tak berani menyia-nyiakan waktu. Yohanes pembaptis sangat peka, maka dia menjadi saksi Kristus yang dapat menggunakan waktu begitu rupa. Terlebih, dia adalah orang genius yang langka, maka sepanjang hidupnya, dia melayani dengan adil, suci, setia dan bijaksana. Coba kumpulkan kesaksiannya tentang Yesus Kristus, meski tak lebih dari sepuluh kalimat, tak satupun yang tak berarti atau ambigu, dia selalu mengatakan dengan tegas, ringkas dan tepat.

Kalau ditinjau dari kriteria rohani, Yohanes pembaptis adalah orang yang sama sekali tak pernah kompromi, selama satu tahun pelayanannya dia memperkenan Tuhan bukan menyenangkan raja, orang kaya, pemimpin agama…, dia setia sampai mati pada panggilan Tuhan, tak bergeser sedikitpun dari prinsip yang Tuhan tanamkan di hatinya. Tapi mengapa dia harus dipenjara bahkan mati? Karena dia berani menegur pernikahan Herodes yang tidak beres. Mungkin kau bertanya-tanya: Mengapa Tuhan tak menolong hambaNya yang setia? Mengapa hal yang tragis Kau izinkan terjadi atas diri orang yang paling mengerti Firman Tuhan di sepanjang sejarah, mengapa tak Kau biarkan dia berkhotbah empat puluh tahun lagi, sehingga setelah Yesus mati, dia masih melayani tiga puluh lima tahun, membimbing rasul-rasul melayani dengan lebih ketat dan lebih sungguh? Karena di mata Tuhan : life and the value of life does not depend on your wealth, spend of life or the reaction of people toward you. Maka Yesus Kristus seumur hidupNya miskin, tak punya kuasa, umur panjang, tak disukai banyak orang, tapi Dia memancarkan arti hidup yang sejati, mewujudkan kehendak Tuhan di dunia.

Pada Pasal 1, rasul Yohanes mencatat kesaksian Yohanes pembaptis, mantan gurunya, dengan cermat. Yohanes pembaptis adalah teolog Kristologi yang terbesar sesudah raja Daud, yang pengertian Kristologinya tak terkalahkan. Sungguh, banyak pengertian penting Kristologi di Perjanjian Lama (PL), bukan kita terima dari Abraham, Musa… melainkan dari Daud, misalnya: Yesus adalah Mesias yang Allah urapi, Dia akan dijual dengan tiga puluh keping perak, tangan dan kakiNya akan dipaku, tapi saat mati, tak satupun tulangNya dipatahkan, Dia mencurahkan darah guna membersihkan dosa, dikubur di kuburan orang kaya, bangkit, duduk di sebelah kanan Allah, Dia adalah Raja, Nabi dan Imam…maka Allah menyebut Daud: orang yang berkenan di hatiKu. Karena dia begitu mengerti Kristus dan karya keselamatanNya, mengerti rencana dan isi hatiNya.

Selain Daud, di Perjanjian Baru (PB), Yohanes pembaptis yang Allah kirim untuk bersaksi bagi Kristus juga punya pengertian Kristologi yang komprehensif dan tepat. Dia mengkristalisasi nubuat Mesias yang terpenting di seluruh PL, membuat kesaksianNya tentang Kristus begitu fokus. Khotbah awalnya terdiri dari satu kalimat yang sanggup menggugah hati seluruh umat Israel. Karena dia menggabungkan maklumat dari genapnya nubuat PL, dan tuntutan respon manusia terhadap Allah – menyatukan pemberitaan firman dan tuntutan terhadap pendengarnya tetap bermain-main dengan dosa. Tidak demikian dengan Yohanes pembaptis, maka khotbahnya dapat kembali mengobarkan pengharapan orang Israel: Tuhan memulihkan tahta Daud; Kerajaan Allah datang. Dan mengingatkan mereka, Kerajaan Allah bukan seperti apa yang ada di konsep mereka: kerajaan yang bersifat politik, yang mulia dan berkuasa, tanpa mengikut-sertakan unsur penyucian diri. Padahal di nubuat Yesaya, Yeremia, Yehezkiel…tentang Mesias selalu dibarengi dengan Allah akan membersihkan suku Lewi, melayakkan mereka melayani di hadapanNya. Jadi, Kerajaan Allah tak dapat dipisahkan dari pengudusan bangsa; pertobatan, pengharapan yang perlu disertai respon mereka terhadap Allah. Karena jika seorang hanya mendengar Firman Tuhan tapi tak berespon atau hanya menginginkan berkatNya tapi tak mau menuntut diri, dia tak mungkin jadi pengikut Tuhan yang baik, hidup sesuai dengan kehendakNya.

Maka waktu dia ditanya: “apakah kau Mesias?”, kalau dia menjawab dengan samar-samar: “kira-kira seperti itulah”, tentu banyak orang dibuat bingung, tak dapat memfokuskan pandangannya pada Kristus. Kalau tadinya seorang percaya, hanya lewat Yesus dia dapat datang kepada Tuhan, lalu kemudian mendengar orang berkata: “Selain melalui Kristus, bisa juga melalui Maria dan…” – ajaran setan. Jadi, kita harus selalu waspada akan orang yang ingin mengalihkan fokus iman kita yang terpenting; iman kepada Yesus Kristus, tahtaNya, rencanaNya, karena sedikit saja bergeser, kita tak lagi setia padaNya. Jadi, orang yang sambil melayani Tuhan sambil melayani uang atau kulit wajahnya, melayani orang lebih dari melayani Tuhan, dia bukan hamba Tuhan.

Menurut Soren A. Kierkegard, orang yang hatinya bersih dapat melihat Allah. Siapakah yang dia berhati bersih? Orang yang niat hatinya hanya satu: menyenangkan Tuhan. Tapi, selain Roh Kudus, tak ada yang mungkin memampukan kita mencapai hal itu, karena Dialah yang memulihkan, membersihkan, memelihara hati kita terus berfokus kepada Tuhan, menyenangkan Dia, Dan itulah yang membuat hidup kita jadi berarti: menjalankan kehendak Allah diatas bumi.

Begitu juga Yohanes pembaptis, mungkin hanya berkhotbah satu tahun sudah dipenggal kepala. Tapi kesadaran my time is short bukan datang di saat akhir hidupnya, seperti Ratu Victoria, yang bertahta pada masa British empire sebagai kerajaan terbesar di serjarah, dia pernah mengatakan: “How big is my glory, how great is my power, but how short is my life”, lalu meninggal dunia. Yohanes pembaptis sejak awal pelayanannya sudah menyadari, hidupnya tak panjang, maka pelayanannya berbuah lebat. Barangsiapa bermain-main dengan hidupnya, sampai menjelang mati baru sadar hidupnya begitu singkat sudah dipermainkan oleh diri sendiri.

Mensius, orang kedua dalam kebudayaan Tionghoa mengatakan: “gentlemen adalah orang yang : wei wu bu neng qu; kuasa militer tak mampu menaklukannya, fu gui bun eng yun; iming-iming kekayaan tak membuatnya melacur; hidup semaunya, pin qiong bu neng yi; kemiskian tak sanggup menggeser prinsip hidupnya. Saat saya membandingkan kalimat Mensius dengan hidup Yohanes pembaptis, saya percaya, kalau saja Mensius sempat bertemu Yohanes pembaptis, pasti dia berkata: dialah gentleman. Masalahnya, orang seperti ini tak punya tempat di dunia, dunia memenjara atau mengakhiri hidupnya di guillotine. Yohanes pembaptis disingkirkan, hanya karena herodes menganggap keberadaan Yohanes sangat mengganggu kredibilitasnya di mata orang Yahudi. Padahal sebelum jadi raja, Herodes tahu dirinya tak layak. Tapi sesudah jadi raja, dia tak ingin orang banyak bicara atau menuding kesalahannya. Berbeda dengan Yohanes pembaptis, jeli dalam menangkap dan mengoptimalkan masa hidupnya yang pendek, menyalurkan pengertian Kristologinya yang solid, melakukan apa yang Tuhan ingin dia lakukan.

Maka setelah dia menjawab tiga kali tidak atas pertanyaan: apakah kau Kristus, Elia, nabi itu, mereka mendesak dia: jika demikian, mengapa kau membaptis? Sungguh, saya tidak menemukan alasan mereka mengajukan petanyaan itu, apa menurut Kristologi yang dikembangkan dari tempat school of academic orang Yahudi, Mesias akan membaptis? Padahal tak ada catatan seperti itu di Alkitab, itu artinya, pertanyaan mereka sama sekali tak berdasar, hanya menunjukkan waktu orang akademis menemui kesulitan, dia bukan menyatakan kepintarannya malah kebodohannya. Sesungguhnya, hanya karena mereka memandang kemampuan Yohanes menarik massa adalah ancaman yang merugikan mereka, merekapun mempersulit Yohanes yang menjalankan kebenaran. Maka saat orang menanyakan sesuatu untuk mempermalukan atau mencaci-maki saya, saya tak akan membencinya. Karena sifat manusia memang begitu, jika saya mengatakan sesuatu yang benar, dia akan membenci saya. Maka kebenciannya tak boleh dibalas dengan kebencian.

Karena sifat manusia yang normal jangan kita tanggapi tidak normal, sebab dengan berbuat seperti itu menandakan kita yang tidak normal. Jadi, biarkan orang yang kau marahi balik marah terhadapmu, karena tanpa itu, dia akan jatuh sakit. Jadi, cintai orang yang menganggap diri normal padahal sesungguhnya tidak normal. Maka semakin banyak orang menganggap dirinya normal pertanda semakin banyak orang telah jauh dari Tuhan. Pernahkah  kau berkunjung ke rumah sakit jiwa? Orang-orang disana tentu akan menertawakanmu, karena menurut mereka: kau tidak normal. Apakah karenanya kau mencaci-maki mereka, tentu tidak, bukan? Karena kau yang salah masuk; masuk ke tempat yang seharusnya bukan tempat bagimu. Sama halnya dengan dunia, bukan tempat yang layak bagi hamba Tuhan yang setia. Tapi Tuhan mengutus mereka ke dunia untuk menjadi cermin, mengingatkan: mereka terancam bahaya. Kalau kau berbaring dua meter dari jurang, tapi setelah tidur nyenyak, aku terus bergeser sampai ke tepi jurang.

Dan datang seorang yang membangunkanmu, tentu kau ingin marah dan membunuhnya. Kalau saja kau tahu, dirimu berada di mulut jurang, niatmu membunuh akan berubah jadi tangisan, berterima-kasih pada orang itu. Itu sebabnya, mayoritas orang setelah membunuh nabi-nabi baru sadar dirinya dalam bahaya tapi mungkin tak tertolong lagi. Masa hidup Yohanes pembaptis di dunia hanya tiga puluh satu tahun, dia hanya melayani satu tahun, karena dunia butuh dia, tapi dunia tak merasakan kebutuhan itu. PB tak boleh tak ada Yohanes pembaptis, tapi banyak ahli PB tak memandang penting dia. Padahal mayoritas murid-murid Yesus pernah jadi murid Yohanes pembaptis. Tapi begitu Kristus muncul, dia langsung undur diri dari panggung sejarah, menyerahkan murid-murid padaNya. Di dunia, tak ada orang yang punya jiwa sebesar dan seagung Yohanes pembaptis. Saat banyak orang menjadi besar dengan cara memperalat orang lain, Yohanes pembaptis yang begitu besar rela melayani Kristus, karena dia sadar, kebesaran dirinya nothing, I come to prepare everything for You, not using You to get profit for myself. Adakah aku memperalat Yesus atau kau rela mengorbankan segalanya demi memuliakan Dia? Secara fenomena, memang kita sulit membedakan keduanya, tapi biarlah orang yang betul-betul tahu mau setia pada Tuhan.

Yohanes pembaptis sangat diperlukan, dialah perintis PB, yang mempersiapkan kedatangan Yesus, tapi akhirnya Harus mati, jadi teladan bagi semua murid Yesus yang mau mati bagiNya. Inilah prinsip Alkitab yang sudah dilupakan orang Kristen zaman ini, gereja, hanya menginginkan anugerah Tuhan, tak mau mengerti kebenaran. Petrus berkata II Petrus 3, bertumbuhlah dalam anugerah dan kebenaran. Jadi, betapa malangnya orang yang belajar kebenaran tapi menolak anugerah, karena dia tak berbagian dalam keselamatan. Begitu juga orang yang hanya ke gereja, berdoa, minta berkat, tapi tak mau mengerti isi hati Tuhan, dia bukan orang Kristen yang baik.

Saya tak suka membaca surat dari orang yang mengaku dirinya penting, tapi kalau surat isteri atau anak saya, tak mungkin tak saya baca, karena mereka adalah orang yang saya kasihi. Kalau Allah yang begitu mengasihi kamu itu memberikan kitab ini sebagai surat cinta, tapi kau, membacapun tidak, pantaskah kau mengaku diri orang Kristen? Mutu kekristenan hancur dan hancur, akhirnya, hanya sisa gedung yang besar, khotbah yang kedengaran berapi-api, tapi waktu diteliti, teologinya salah kaprah. Setiap Minggu datang berbakti, tapi pengertian firmannya begitu minim, apalagi yang sebelum mengerti sudah mengeritik, menyingkirkan semua pendapat yang berbeda dengan pendapatnya. Tidak demikian dengan Yohanes, dia mengerti isi hati Tuhan sampai ke fokus rencanaNya, bahkan bersedia mati bagiNya, Dialah saksi Tuhan yang setia, yang tak pantas dimiliki oleh dunia, tapi Tuhan mengirimnya datang, mereka bukan saja tak bertobat, Herodes malah memberanikan diri, mewakili semua orang yang menolak firman, meniadakan dia.

Tapi sebelum dia mati, dia sudah mengatakan kalimat yang tak boleh hilang barang satupun. “apakah kau Mesias?” “bukan!” “mengapa kau berani membaptis?” dia tak menjawab: aku membaptis, karena disuruh Tuhan; Dia tak melayani pertanyaan seperti itu.

Pada tahun 1974, Francis Shaeffer mengatakan di Kongres penginjilan seluruh dunia: our responsibility is to give honest answer for the honest questions. Karena in order to understand God, you have to stand under God…kalimat saya. Maka waktu Pilatus duduk diatas tahtanya yang tinggi, memerintah Yesus yang berdiri di bawah menjawab ia, bahkan katanya aku punya hak untuk mengampuniMu atau mengenyahkanMu, tapi jawab Yesus: jika bukan Bapaku yang memberimu kuasa, kau tak akan dapat melakukan apa-apa atas diriKu. Karena semua penguasa hanyalah manusia yang bisa mati.

Belsasar mengundang lebih dari seribu orang ambasador ke istananya , mempertontonkan bejana yang dia tawan dari Yerusalem untuk menghina orang Israel. Tuhan menampakkan tangan yang bukan tangan manusia, menuliskan: mene, mene tekel ufarsin, dia langsung jadi pucat, minta orang mengartikan tulisan itu. Daniel menguraikan: demikianlah firman Tuhan, perbuatanmu telah Tuhan timbang diatas timbanganNya, malam ini juga, Dia akan mengakhiri  kuasa yang diberi padamu. Sungguh, saat kecongkakan kita memuncak, kataNya, you think that you are God? I am the only God, and now, your exixtance is come to an end. Kita bisa saja memerankan diri sebagai Allah, membunuh hamba Tuhan, tapi kita tak mungkin luput dari hadiratNya.

Waktu kata Yohanes pembaptis atas pertanyaan mereka, aku hanya datang membaptis dengan air. Air itu nothing, hanya dapat menyuci pakaian, membersihkan badan, tak dapat memersihkan dosa. Hanya saat Mesias datang, Dialah yang akan membersihkan dosa manusia. Bahkan katanya, Mesias yang datang setelahku itu sebenarnya sudah ada sebelum aku. Inilah kali pertama pengertian pre-eksistansi Kristus, muncul di PB. Maka meski Dia datang belakang dariku, sesungguhnya Dia sudah ada sebelum aku. Disinilah Yohanes menjungkir-balikkan pengertian manusia, memproklamirkan eksistansi Kristus – keunikan iman Kristen, yang tak ada pada agama manapun. Karena Dia ada sebelum dunia dicipta. Lalu kata Yohanes: “dulu aku tak mengenal dia…” statemen ini sangat menarik, mengindikasikan pengenalan Kristologi Yohanes pembaptispun juga perlu mengalami proses: tidak mengerti jadi mengerti.

Bulan ini, sudah ada +- empat orang yang berkata pada saya: pak Tong, pendengar merasa susah mencerna khotbahmu. Lalu bagaimana? Obat yang pahit, meski tak enak tetap harus ditelan setelah sembuh nanti, tentu tak akan mempersoalkan rasa obatnya enak atau tidak, malah sadar yang penting adalah dirinya memerlukannya atau tidak. Semua anak saya, saat dua tahun sudah pernah saya beri obat yang pahit, usia tiga tahun sudah diajak ke kuburan , supaya mereka tahu, manusia bisa mati. Umur sepuluh tahun dibawa ke museum, sehingga setelah diajak ke Disney Land, komentarnya: pa, kami tak perlu ke sini lagi, hanya tempat bermain. Tapi setelah diajak ke museum, mendengar saya menjelaskan beberapa lukisan, komentar mereka, kelak kami akan datang lagi untuk melihat-lihat lebih lama. Itu membuktikan , mereka mulai mengerti: mana yang bernilai, mana yang tidak bernilai. Banyak orang kaya, sudah pernah menikmati segalanya, kecuali menikmati mengerti kebenaran Tuhan yang ketat.

Kata Yohanes, aku membaptis kamu dengan air, itu nothing. Karena Dia yang datang belakangan dariku akan membaptis kamu dengan Roh Kudus. Dulu , aku tak mengenal dia, tapi sekarang aku mengenal Dia. Itulah kesaksiannya yang paling penting, sekaligus menyatakan dia menerima tugas ganda dari Tuhan: 1. Membaptis orang-orang yang bertobat 2. Diantara sekian banyak orang yang dia baptis, menemukan seorang yang dibaptis bukan karena perlu bertobat dan bersaksi bagiNya. Bagaimana mengenalinya? Waktu Dia dibaptis, Roh Kudus turun ke atasNya. Karenanya, dia tak boleh mengantuk; lengah.

Tapi tugas ganda itu tak pernah dia beritahukan pada orang lain, sampai waktu dia ditanya soal kualifikasinya membaptis, barulah dia membocorkan rahasia itu: Tuhan memberintahukan dia untuk baptized My people who come to you, to repent and prepare their hearts for the Kingdom of God. But among them, will come a very different and very unique one, He is not coming to repent, He is coming to show that He is the One, anointed by the Holy Spirit. And in the future, He will baptize you with Holy Spirit. Maka Yohanes membaptis ratusan ribu orang, menjalankan tugas rutinnya sambil menantikan tugasnya yang khusus dengan waspada, sampai saat Yesus dibaptis dia melihat Roh Kudus turun atasNya dan segera tahu, inilah orangnya. Untuk mengenali satu diantara sekian banyak orang yang dia baptis tentu tidak gampang, selain menjalankan tugas rutinnya dengan setia dan sungguh-sungguh, juga tak boleh lalai akan pimpinan Tuhan. Karena setiap orang perlu bertobat, hanya Dia yang tidak perlu bertobat, melainkan datang untuk menyatakan diriNya diurapi oleh Allah dan tugas Yohanes adalah memperkenalkan Dia.

Jadi Yohanes melakukan tugas rutinnya, sambil mempersiapkan diri, konsentrasi pada tugas utamanya. Seorang hamba Tuhan harus berkhotah, tapi juga harus makan, maka saat gereja tak mempu membiayai hidup Paulus, dia harus membuat tenda, agar dia tak usah menggantungkan hidupnya pada pemberian orang kafir. Jadi, dia cari makan untuk bisa berkhobah. Masalahnya: dia mencari nafkah demi bisa berkhotbah atau berkhotbah demi mencari nafkah? Kita harus memilah-milah: kalau seorang membuat gereja untuk mengeruk banyak uang untuk memperalat Tuhan untuk mencari nafkah. Sementara orang yang mampu rela menyerahkan diri, jadi seorang hamba Tuhan yang honornya tidak sebesar penghasilannya dulu, barulah disebut mencari nafkah untuk berkhotbah, bukan berkhotbah untuk mencari nafkah. Pengertian yang sama kita terapkan pada Yohanes pembaptis, membaptis orang adalah tugas rutinnnya, tapi tugasnya yang paling penting adalah menemukan satu-satunya orang yang harus dia saksikan.

Maka dia tak boleh menjalankan tugas rutinnya dengan asal-asalan, melainkan harus menjalankannya dengan baik. Saya adalah hamba Tuhan yang harus memberitakan firman dengan sungguh-sungguh, tapi saat saya mendesain gedung gerjea, meski bukan tugas utama, saya tetap harus melakukannya secermat mungkin. Yohanes pembaptis membaptis setiap orang yang bertobat dengan setia, tapi dia tak pernah lupa akan tugas utamanya: menemukan Anak Allah. Maka saat muncul seorang yang sama seperti prinsip-yang Allah tetapkan, dia langsung sadar, inilah orangnya. bukankah seharusnya Dia yang membaptis aku, mengapa Dia justru datang minta aku membaptisNya? Tapi kata Yesus, sebagai manusia, Aku harus menjalankan semua tuntutan Taurat Musa. Maka Yohanes tahu; dia bukan dibaptis manandakan diriNya bertobat, maka Yohanes membaptis Dia.

Dan saat itulah, Roh Kudus bagai merpati turun ke atasNya. Kita tahu pengalaman seperti ini tidak mungkin diulang: yang manusia lihat adalah sesuatu yang mirip merpati. Tapi Yohanes mengenali, Dialah  Allah. Maka dia mengatakan dua kalimat penting: 1. Behold the lamb of God, yang menghapus dosa dunia. 2. Hei is the Son of God. Perhatikan, secara manusia, Yohanes pembaptis adalah orang pertama di PB yang memperkenalkan Yesus adalah Anak Allah. Memang di PB, Natanael, Yohanes, Paulus, Rasul Yohanes…juga menyebut Yesus adalah Anak Allah, tapi sebenarnya , secara kronologis, yang pertama-tama menyebut Yesus adalah Anak Allah adalah malaikat Gabriel saat memberitahu Maria: kau akan melahirkan seorang anak, namaNya sang Kudus, Anak Allah di tempat yang Mahatinggi. Malaikat mengenal Yesus adalah Anak Allah, karena Dialah yang mereka sembah di sorga. Tapi dari kalangan manusia, orang pertama mengenali Yesus Anak Allah adalah Yohanes pembaptis (ay.34). Jadi saat Yesus muncul, Yonanes menunjuk Dia sambil memperkenalkan: behold the lamb of God. Dan setelah Roh Kudus turun atasNya, dia menyebut Yesus: The Son of God.

Yohanes pembaptis pernah mengatakan, aku hanya datang membaptis dengan air, tapi Dia akan membaptis kamu dengan Roh kudus. Dengan demikian, yohanes adalah pembaptis, Yesus juga pembaptis, bedanya: Yohanes membaptis dengan air, Yesus membaptis dengan Roh Kudus. Baptisan Yohanes dengan air hanyalah sebagai lambang penyucian, karena air tak dapat membersihkan dosa. Yesus membaptis dengan Roh Kudus, bukan merupakan lambang tapi fakta. Dengan demikian pelayanan Yohanes pembaptis hanyalah satu simbolik, bayang-bayang dari orang yang akan datang, yang kita lihat sebelum dia muncul. Karena bayang-bayang itulah kita tahu, orangnya segera tiba. Maka tunggulah sebentar saja, pasti akan muncullah orangnya. Saya udah memberitahumu tentang bayang-bayangNya, dan sekarang, Dia sudah datang sebagai orang yang bisa kita lihat, bisa diajak interaksi. Dengan kata lain, Yohanes pembaptis betul-betul tahu diri: I am not Messiah; not Christ, aku hanyalah seorang yang mendahului, mempersiapkan jalan dan memperkenalkan Dia adalah: the Lamb of God, the Son of God. PB menegaskan, sebenarnya, Kristus yang Yohanes perkenalkan sudah dinubuatkan dan dinanti-nantikan di PL. Sayang, orang Yahudi hanya mau Mesias yang datang untuk memulihkan ekonomi, politik mereka. Sampai Yohanes tampil, barulah mereka tahu, Yesus adalah Domba Allah, Anak Allah yang akan menyelesaikan masalah dosa kita.

 

Oleh : Pdt. Dr. Stephen Tong (15 Feb  2009)

 

Sumber : Ringkasan 1014 /xa.yimg.com/kq/groups/…/name/Ringkhot_1014.doc

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube