Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

Yohanes Pembabtis membuka tirai perjanjian baru, Yohanes Pembabtis meneriakkan kalimat pertama di dalam perjanjian baru: “Bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat. 3:2). Maka mulailah perjanjian baru, mulailah kedatangan Kristus, mulailah hadirnya anak Allah yang tunggal di dalam sejarah. Lalu Yohanes Pembabtis melihat Yesus datang, ia langsung memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya dengan teriakan yang kedua, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Inilah permulaan perjanjian baru.

Firman di dalam Alkitab memberitakan begitu jelas kepada kita bahwa manusia harus dan hanya bisa berpandang kepada satu oknum, satu pribadi yaitu Yesus Kristus. Selain Dia tidak ada pengharapan, selain Dia tidak ada objek iman, selain Dia tidak ada sesuatu yang bisa dipandang. Alkitab mengatakan mereka tidak melihat apa-apa, kecuali melihat Yesus sendiri.

Perkataan-perkatan Yohanes Pembabtis yang mendahului dan menjadi perintis pelayanan Yesus Kristus telah membuka mata daripada segala bangsa di dalam segala jaman untuk membersihkan diri dan untuk melihat jelas. Untuk membersihkan diri, dia berkata “Bertobatlah karena kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat. 3:2). Di dalam melihat dengan jelas, dia memperkenalkan, “Lihatlah Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29).

Mengapa Yesus harapan dunia? Bukankah di dalam dunia banyak jenius- jenius yang besar, banyak politikus-politikus yang agung, banyak sastrawan-sastrawan, banyak filosof-filosof, pemikir-pemikir dan orang-orang yang hebat di dalam panggung sejarah. Hanya mereka naik dengan begitu agung tetapi mereka turun surut dengan demikian mendadak. Mereka menggambarkan diri menjadikan orang yang memberikan pengharapan. Tetapi mereka pun yang memberikan segala kekecewaaan.

Dengan demikian kita melihat tidak ada pengharapan di dalam pribadi yang lain kecuali Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberikan kepada kita suatu jaminan, dan Dia berkata “Barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan dia akan mempunyai terang hidup” (1Yoh. 8:12).

Kira-kira 2300 tahun yang lalu, ada seorang yang bernama Diogenes, di kota Athena di tengah-tengah matahari begitu terang benderang di tengah-tengah siang bolong dia jalan kaki dengan membawa lampu sehingga orang-orang begitu heran, matahari terbit begini terang engkau membawa lampu untuk apa? Tetapi dia tidak banyak omong. Dia mengatakan, “Cahaya matahari tidak cukup terang karena saya belum menemukan orang baik, saya memerlukan tambahan lampu ini sehingga dengan tambahan lampu ini saya berharap boleh menemukan orang yang benar di dalam dunia”. Dia terus memikirkan terang di dunia itu, di mana? Terang dunia itu di angkasa, kah? Matahari, kah? Cahaya lampu, kah? Siapa yang bisa memberikan pengharapan dan cahaya kepada manusia?

Dia orang yang sangat sederhana sehingga suatu hari tidur di dalam tong yang besar sekali dan hanya mendapatkan cahaya matahari yang lewat melalui lubang gentong itu ke dalam dia. Mendadak dia merasa menjadi gelap dan dia melihat sesuatu di luar gentong itu, ada sesuatu yang besar. Siapakah dia? Itu adalah kaisar, Raja Iskandar yang agung. Mendengar nama filosof Diogenes, maka raja itu datang mencari dia, raja itu ingin mengetahui ada orang yang minta terang tetapi dia memakai lampu kecil, jalan-jalan di kota, mau mencari kebenaran. Waktu kaisar itu datang mencari dia, orang-orang mengatakan itu yang ada di dalam gentong. Pada waktu kaisar muda itu berdiri di depannya ia berkata, “Kaukah Diogenes itu? Engkaukah filosof itu?” Dia tidak menjawab. Orang yang jadi raja, kalau mau mencari satu orang, orang itu adalah orang yang berbahagia, tapi bagi filosof ia tidak peduli dia raja atau orang biasa, tidak ada hubungan dengan saya. Maka dia mengatakan “Kaisar Iskandar, silakan pergi dari sini, jangan menghalangi matahari, saya memerlukan terang”. Saya kira ajaran dari Diogenes menjadi inspirasi yang tidak habis-habis di dalam sejarah, bahwa manusia memerlukan terang cahaya, yang terus menerus memerlukan pengharapan yang abadi.

Tetapi di dalam sejarah tidak ada satu orang pun yang cahayanya cukup untuk memberikan pengharapan kepada manusia. Itu sebabnya di dalam theologi reformed, di dalam Westminster Confession of Faith ada kalimat penting yang mengatakan the natural light is not adequate maksudnya cahaya alamiah itu tidak cukup.

Dari Sokrates, Kong Fu Chu, Aristotles, Plato, pengajar-pengajar, pendidik-pendidik yang besar di dalam dunia tidak pernah memberikan kepuasan kepada manusia. Itu sebabnya manusia memerlukan cahaya yang lebih besar daripada cahaya-cahaya itu. Tetapi cahaya yang lebih besar itu, siapa? Alkitab mengatakan cahaya yang lebih besar itu Yesus Kristus. Karena Dia adalah terang dunia.

Di dalam Yohanes 1:4 dikatakan: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia”. Pasal 9:5 mengatakan : “Akulah terang dunia”. Di dalam bahasa Grika bentuknya singular, artinya Dia adalah terang satu-satunya dan terang itu menjadi suatu cahaya, pengharapan bagi umat manusia.

Mengapa Yesus Kristus menjadi pengharapan dunia? Di dalam Yesus Kristus pengharapan apakah yang diperoleh? Apakah yang kita terima dari Yesus Kristus yang tidak ada di dalam Kong Fu Chu? Apakah yang kira terima dari Yesus Kristus yang tidak kira terima dari Sokrates? Apakah yang kira terima dari Yesus Kristus yang tidak ada di dalam Sidharta Gautama? Apakah yang kita terima dari Yesus Kristus yang tidak ada di dalam Musa? Apakah yang kita terima dari Yesus Kristus yang tidak ada di dalam Muhamad? Apakah yang kita terima dari Yesus Kristus yang tidak ada di dalam filsuf-filsuf lain?

Jikalau Yesus terang dunia, jikalau Yesus pengharapan dunia, jikalau Yesus satu-satunya yang membawa manusia kepada Allah. Apakah kelebihan dari Yesus Kristus? Ini pertanyaan yang begitu kritis, menjadi pertanyaan yang begitu dasar dan menjadi pertanyaan yang begitu prinsipal di dalam hidup pribadi saya sendiri. “Di antara semua orang yang kudus kepada siapakah engkau harus berpaling?” Ini pertanyaan yang ditanyakan di dalam buku Ayub lebih 3500 tahun yang lalu. Ini berarti pertanyaan yang abadi dari jaman ke jaman, Among all the saint, which one should you turn yourself to follow? Di antara semua orang suci yang begitu banyak, mereka semua orang agung, pendiri- pendiri agama, pendiri-pendiri aliran filsafat, pendiri-pendiri dari bapak-bapak kebudayaan, mereka semua adalah orang yang pintar, agung, orang yang punya pikiran yang luar biasa. Tetapi apakah mereka hidupnya suci? Jawabnya adalah tidak. Jikalau mereka hidupnya betul- betul suci, maka Alkitab bertanya: “Di antara semua orang suci yang ada, kepada siapa engkau harus berpaling? Kita harus menerima, siapa? Kita harus percaya, siapa? Kita harus mengikuti, siapa?”

Pertama-tama yang harus diperhatikan: Di antara semua orang agung yang saya sebut dan sebagian yang belum saya sebut, perhatikan bahwa tidak ada satu orang yang hidup tidak berdosa. Ayub yang begitu suci mengatakan sendiri: “Dosaku lebih tinggi daripada kepalaku”. Daud yang begitu berkenan di hadapan Tuhan, mengatakan: “Sesungguhnya dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku (Mzm. 51:7). Kong Fu Chu sendiri berkata, “Jikalau menambah umurku 5 tahun atau sepuluh tahun sehingga aku lebih banyak mempelajari kitab ‘I Ching’, maka aku dihindarkan daripada perbuatan kesalahan-kesalahan yang besar. Sokrates mengetahui dirinya adalah orang yang tidak sempurna maka ia mengajar: “Manusia harus menuntut, mengejar akan kebenaran dan kebajikan”. Orang yang saya sebut adalah orang-orang agung yang suci tetapi mereka sendiri mengaku bahwa mereka sendiri adalah orang berdosa.

Kedua, di antara semua orang suci tidak ada satu yang seperti Yesus Kristus. Bahkan dia mengatakan suatu tantangan: “Come and follow me”. Tidak ada satu orang yang berkata: “Datang, marilah ikuti aku”. Karena apa? Karena mereka sendiri mengakui bahwa, mereka sendiri sedang mencari, sedang menunggu, sedang mengejar sesuatu yang tidak ada di dalam diri mereka.

Jadi para pemimpin agama tahu bahwa mereka bukan kebenaran, mereka adalah orang yang sadar diri, orang yang berdosa dan mereka memerlukan kebenaran, mereka tidak suci, mereka adalah orang berdosa yang sadar diri tidak suci dan mereka menuntut, mencari, melatih, bermeditasi, dan menjadikan diri supaya lebih suci. Maka mereka tidak berani mengatakan: “Ikutlah aku, ikutlah teladanku, akulah contohmu”.

Tidak pernah keluar dari mulut Kong Fu Chu, Sokrates, Sidharta, Muhamad, atau pendiri agama yang lain yang berkata: “Ikutlah aku!” Kecuali Yesus Kristus, Karena hanya Yesus satu-satunya yang berkata: “Come and follow me”. Karena Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Siapakan Yesus Kristus? Berikut ini keunikan daripada Yesus Kristus:

  • Pertama, Yesus Kristus yang dalam kekekalan Dia adalah firman yang abadi, The Eternal Word even before the foundation and the creation of the world. Sebelum diciptakannya dunia, sebelum terjadinya waktu, di dalam kekekalan, Dia adalah Firman kekekalan itu sendiri. Di dalam filsafat Tiongkok, Kong Fu Chu mengatakan: “Ada firman dan firman tu sangat penting untuk hidup manusia, kita tidak boleh sekejap mata terlepas dari firman karena kita sangat tergantung kepada Dia”. Tetapi di manakah Kong Fu Chu bisa menemukan firman itu, maka Dia mengatakan dengan kalimat yang lain: “Jikalau pada suatu hari, pagi-pagi saya boleh mengerti firman, maka kalau malam itu aku mati, aku sudah rela”. Ini berarti Kong Fu Chu bukan firman, dia menunggu firman, dia memerlukan firman, dia mencari firman dan dia berharap sebelum dia mati boleh mendengar, bertemu, dan mengerti firman. Tetapi muridnya mengatakan: “Guru kita tidak menemukan tentang firman sorgawi dari ajaran dia”. Dia mati dengan belum mengerti tentang firman surgawi itu. Di dalam ajaran LaoTze, ia adalah filosof yang mengagumkan seluruh dunia yang lebih tua dari Kong Fu Chu, mengatakan: “Ada sesuatu yang besar sekali yang lebih dulu daripada langit, lebih dulu daripada bumi, sebelum adanya langit, sudah ada sesuatu itu dan dia itu independen, tidak berubah, kekal adanya, aku tidak tahu namanya, maka namanya saya sebut sebagai firman, sebagai yang agung itu.” Ini adalah filsafat yang paling puncak di dalam sejarah Tiongkok, di dalam sejarah firman. Demikian pula pada jaman yang sama, di Eropa ada orang yang bernama Heraklitos, dia mengatakan firman itu ada, firman itu ada prinsip perubahan yang tidak habis-habisnya yaitu api yang berubah- ubah itu sendiri. Di dalam api yang tidak bergoncang kita lihat api terus bergoncang, di tengah-tengah kegoncangan itu kita melihat perubahan yang tidak pernah berubah yaitu terus berubah. Maka dia mengatakan di antara seluruh dunia penuh dengan kegoncangan ini merupakan suatu gejala sedang mengaktualisasi sendiri. Dengan demikian dengan Stoiksisme, di dalam filsafat Grika mengatakan ada sesuatu yang kita rindukan, kita inginkan karena manusia berbeda dengan semua makhluk, makhluk tidak mengerti firman, manusia mengerti firman, tetapi firman bukan manusia, manusia hanya kepingan-kepingan kecil daripada suatu perpecahan yang keciprat kesini kesana. Kita adalah logikos, kita bukan logos. Logos adalah induk firman yang berada di angkasa, beredar di alam semesta, tetapi cipratan dari logos yang kecil-kecil itu (disebut logikos) berada di dalam hati manusia. Dengan demikian baik filsafat di Timur maupun filsafat di Barat sudah memikirkan adanya kebenaran, adanya firman tetapi mereka tidak mengerti, siapakah firman itu? Sampai pada Yohanes yang diberikan oleh Roh Kudus untuk menulis Injil Yohanes pasal pertama, hal ini baru menjadi jelas: “Pada mulanya (dari kekal dari permulaan) adalah Firman, Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. Ini adalah suatu kalimat yang melampaui Kongfusionisme, melampaui Taoisme, melampaui Heraklitior. School becoming of Philosophy melampaui dari teori stoiksisme, melampaui semua filsafat di Barat dan di Timur. Kitab suci menyatakan kebenaran Tuhah Allah, siapakah Yesus? Mengapa Yesus pengharapan dunia? Stephen Tong tidak mengabarkan bahwa sakitmu nanti disembuhkan, yang ngilu-ngilu nanti menjadi sehat, itu bukan panggilan saya, saya memberitakan sesuatu yang lebih agung, lebih besar daripada sekedar kebutuhan tubuh supaya engkau manusia yang dicipta menurut peta dan teladan Allah, sadar betapa besarnya engkau boleh memiliki iman yang sejati. Betapa luasnya, betapa kayanya engkau boleh mengenal Yesus Kristus, bukan hanya sebagai seorang tabib tetapi seseorang yang mendengar doa menurut kehendak-Nya, seorang Yesus Kristus adalah pribadi kedua dari Allah Tri Tunggal.
  • Kedua, Yesus Kristus adalah bijaksana di dalam ciptaan. Dia adalah arsitek alam semesta, Dia adalah prinsip dasar segala ilmu, Dia adalah bijaksana yang ditanamkan Tuhan di dalam segala bidang ciptaan, itulah Yesus Kristus. Yesus adalah logos. Firman di dalam bahasa Grika yang dipakai dalam Injil Yohanes adalah logos. Kalau kita memakai ejaan Inggris atau Indonesia yaitu LOGOS. Ilmu-ilmu semua di dalam bahasa Grika diakhiri dengan istilah logi seperti Psikologi, Fisiologi, Ontologi, Filologi, Biologi, Geologi, semua logi-iogi yang berarti ilmu pengetahuan maksudnya adalah di dalam dunia yang dicipta segala bidang ada logi-nya. Ini berarti Yesus menjadi bijaksana berada di segala bidang. Tahu atau tidak, setuju atau tidak, waktu engkau mempelajari suatu ilmu engkau sedang menyelidiki bijaksana Kristus yang tertanam di alam semesta. Tuhan Allah memakai Kristus untuk menciptakan segala sesuatu maka kristus memberikan logi di segala bidang ilmu. Maka orang Grika mengatakan ini adalah sesuatu geologi, geo + logi, ini berarti ada dalilnya, ada ilmunya, ada pengetahuan dasar dan prinsipnya yang vital, prinsip yang kekal di dalamnya itu disebut logi. Alkitab mengatakan: “Dia adalah Logos”. Puji Tuhan! Ini adalah firman yang kekal, sehingga orang yang menjadi orang Kristen bukan hanya percaya untuk disembuhkan lalu besok mati nanti masuk surga. Orang yang menjadi orang kristen adalah orang yang menyelidiki, orang yang mengupas, orang yang mengerti, dan orang yang sadar bijaksana Tuhan Allah di segala bidang yang diciptakan oleh Tuhan.
  • Ketiga, Kristus adalah cahaya di dalam sejarah. Tahun demi tahun kita terus melihat proses waktu itu berlalu. Tahun 1997, pernah begitu akrab dan hidup mendampingi kita, tapi di manakah dia? Tahun 1997 sudah silam, sudah amblas, engkau tidak bisa mencari 1997 di dalam laci, di lemari, engkau tidak bisa membuka safety box untuk menemukan 1997 karena dia adalah suatu proses yang lewat, sekali lewat tidak akan kembali lagi. Itu namanya wadah sejarah, itu bukan sejarah, tahun-tahun yang silam, waktu-waktu yang lewat hanya Container of History but not History. Tahun-tahun itu hanya proses yang melewatkan sesuatu yang ditetapkan oleh Tuhan yang eskatological point menuju kepada kedatangan Yesus Kristus. Waktu itu adalah wadah, dan bukan sejarah. Sejarah hanya terisi di dalamnya saja. Kita setiap tahun membuang kalender yang lama dan kita menggantung kalender yang baru, kita menghantar pada uluran waktu-waktu yang pernah mendampingi hidup kita yang kita bermain-main dan kita menghabiskan. Mari, biarlah engkau sadar siapakah Kristus. Kristus adalah cahaya di dalam proses waktu. Sepanjang sejarah semua orang berpura-pura mengambil obor, akhirnya kehabisan minyak dan obornya itu gelap gulita kembali. Setiap orang memberikan cahaya dan berkata aku pengharapanmu. Akhirnya minyak mereka habis dan tenyata mereka terbatas dan mereka mati dalam kegelapan. Hanya satu orang yang bukan demikian, hanya satu orang yang boleh dibunuh tapi semakin memancarkan keharuman. Suatu pohon yang daunnya dibuat dari plastik, engkau meremukan dia, engkau merusakkan dia, makin dirusak makin bau plastik. Tetapi suatu bunga yang asli sesuatu pohon yang sungguh-sungguh, engkau meremukkan dia, engkau menghancurkan dia, makin hancur makin mengeluarkan wanginya. Yesus berbeda dengan semua orang berdosa. Di dalam sejarah, orang-orang lain mati di dalam dosa mereka termasuk pendiri-pendiri agama, pelopor- pelopor arus pikiran dan filsafat-filsafat tertinggi atau tokoh-tokoh sejarah dan kebudayaan. Mereka adalah produksi yang dilahirkan di dalam aliran hidup Adam yang berbuat dosa, memberontak kepada Allah. Tetapi Yesus tidak, Yesus adalah anak Allah yang menjelma menjadi manusia di dalam diri Dia kita melihat cahaya terang sejarah yang terus menerus memberikan inspirasi, terus memberikan rangsangan, terus menantang dunia. Yesus berkata: “I’m the light of the world and the light of history”. Di dalam sejarah tidak ada orang yang hidupnya lebih suci dari Yesus, lebih adil daripada Yesus, lebih penuh cinta kasih dari Yesus.
  • Keempat, Yesus Kristus adalah Tuhan di dalam hidup. Maksud dari kalimat ini meliputi tiga aspek:
    1. Hidup berada di dalam diri Kristus yang tidak tergantung dari penciptaan dan penebusan yang lain. Yesus tidak perlu dicipta karena Dia pencipta. Yesus tidak perlu diampuni karena Dia tidak berdosa. Yesus tidak perlu ditebus karena Dia Sang Kudus itu sendiri. Yesus mempunyai hidup sebagai hidup yang adalah induk dan sumber semua yang hidup. Yesus adalah hidup Sang Pencipta yang dari Dia berhasil semua yang lain. Yesus adalah hidup itu sendiri.
    2. Karena Dia akan memimpin semua orang yang hidup di alam kehidupan Dia. Jikalau saya menerima Yesus, jikalau saya percaya, kepada Dia, jikalau saya mengikuti Dia maka hidupku berada di dalam hidup Yesus Kristus. Dengan demikian Dia menjadi Tuhan hidup kita.
    3. Karena Dia mengalahkan kuasa kematian. Di manakah pendiri-pendiri agama lain? Di manakah filosof-filosof yang lain? Di manakah budayawan-budayawan yang lain? Di manakah pemikir-pemikir terbesar sepanjang sejarah? Mereka sudah mati, satu persatu berada di dalam kuburan. Hanya Yesus bangkit dari kematian, hanya Yesus yang mengalahkan kuasa dosa, kuasa kegelapan, kuasa maut dan Dia hidup untuk selama-lamanya. Sehingga di dalam Kis. 3:15 dikatakan dari mulut Petrus: “Engkau telah membunuh penghulu hidup itu tetapi Allah membangkitkan Dia kembali”. Membunuh penghulu hidup itu sendiri adalah kalimat yang begitu agung. Yesus adalah satu-satunya hidup yang tidak bisa mati. Tetapi untuk mati bagi engkau dan saya, Ia harus menjelma menjadi manusia yang berdaging dan berdarah. Jikalau Yesus adalah Allah tetapi Dia bukan manusia, Dia tidak mungkin mati karena Allah tidak berdaging. Supaya mungkin mati, Allah harus mendaging, maka Dia dilahirkan melalui Roh Kudus, dikandung oleh dara perawan Maria dan Dia mempunyai daging darah. Dia di dalam segala hal sama seperti kita, seperti saudara-Nya berdaging dan berdarah yang sengaja dan khusus boleh mengalahkan maut. Puji Tuhan, tidak ada rahasia cinta yang lebih besar dari Yesus, inilah Injil, inilah inkarnasi, inilah penebusan yang direncanakan oleh Allah. Pada waktu kematian yang berada di dalam kita, semua dikumpulkan dan ditimpakan kepada Yesus yang terpaku di atas kayu salib. Alkitab mengatakan Dia mengalahkan kuasa maut dengan hidup yang tidak berkebinasaan, atau terjemahan lain hidup yang berkuasa tidak terhingga, ini tercantum dalam Alkitab dua kali. Yang pertama di dalam 2Tim. 1:10, yang kedua Ibr 7:16, “… telah mengalahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa”.
  • Kelima, Yesus adalah kepala gereja. Gereja bukan gedung, gereja bukan plang. Begitu banyak orang berani pasang plang gereja tetapi di dalamnya tidak ada fungsi gereja. Begitu banyak orang mengatakann memiliki gereja tetapi tidak mengerti arti kesaksian gereja. Gereja adalah rencana Allah yang terbesar di bumi, perusahaan Bapa Surgawi yang terbesar di dalam dunia. Semua perusahaan baik pada Soeharto, Liem Sioe Liong, atau siapa saja bisa rontok dan jatuh, tetapi perusahaan Allah di dunia tidak mungkin rontok sampai selama-lamanya, itulah gereja. Dianiaya – hidup, dibakar – tetap mengabarkan Injil, diancam, ditutup, dirobohkan – makin bertumbuh. Karena gereja adalah perusahaan Allah di dunia yang tidak mungkin gugur.

Puji Tuhan! Di British Museum, museum tertua, teragung, terpenting di seluruh dunia, ada satu keping koin, uang logam yang dua aspeknya begitu berbeda. Aspek di depan, muka orang yang gemuk dan galak yaitu seorang raja yang bernama Dioclitian. Tetapi logam itu kalau dibalik ada satu kalimat yang kurang ajar sekali: “Kristus sudah saya hancurkan”. Di depannya bergambarkan raja yang kejam, di belakangnya dia sanggup menghancurkan gereja. Tapi pada akhirnya dia mati di dalam hal yang dipermalukan dan tidak lama kemudian kerajaan Romawi hancur. Tetapi gereja yang dihancurkan sampai sekarang bahkan malam ini masih berkumpul beribu-ribuan orang untuk berbakti dan menyembah kepada Yesus Kristus, Di manakah Kristus? Disini. Di manakah Dioclitian? Di dalam kubur. Barang siapa membakar gereja, barang siapa menghancurkan kristen, dia bukan menghancurkan kekristenan, dia sedang menghancurkan Yesus Kristus. Orde baru dimulai dengan kebebasan dan orde lama tidak pernah satu gereja dibakar. 7 tahun terakhir dari orde baru, 479 gereja dibakar dan akhirnya orde baru juga habis. Jangan main-main dengan Yesus, jangan main-main dengan gereja, karena gereja perusahaan Allah di dalam dunia yang tidak boleh dihina dan tidak boleh dipermainkan. Sebagai pendeta, sebagai hamba Tuhan, sebagai seorang pimpinan gereja saya mengatakan: “Saya tidak takut gereja dibakar, saya takut gereja diinjak-injak oleh pendeta, majelis dan orang Kristen sendiri”.

  • Keenam, Yesus Kristus adalah transformator masyarakat. Di mana ada jaman yang menerima Yesus sebagai Tuhan maka jaman itu pasti mengalami perubahan. Di mana ada bangsa yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat maka bangsa itu pasti berubah. Di mana ada masyarakat yang menjunjung tinggi Yesus Kristus dan pengajaran-Nya, maka masyarakatnya hidup lebih jujur, lebih adil dan lebih suci moralnya. Kita melihat daerah-daerah yang tidak ada Kristus dan daerah-daerah yang ada Kristus berbeda sekali dalam seni, ukiran, bangunan, perbankan, ekonomi, politik, sosial, pendidikan, masyarakat, dan di segala bidang. Yang ada Yesus mereka hidup suci, adil, jujur.

Saya tidak mengerti Amerika baru 200 tahun lebih, mengapa negara itu lebih banyak bobroknya, begitu banyak dosa tetapi diberkati oleh Tuhan. Jangan pernah kita kira bahwa Amerika itu negara Kristen, Amerika itu campuran pengaruh Grika dan kekristenan, Yunani dan Ibrani. Jadi daripada hal yang rusak itu merupakan keturunan- keturunan adopsi dan sesuatu warisan yang diturunkan daripada Grika. Boxing, Wrestling itu yang lebih kejam yang begitu tidak berkeprimanusiaan itu merupakan keturunan daripada semangat Olimpia, semangat peperangan secara pertarungan manusia. Kalau yang sehat kita lihat seperti lomba lari, tetapi yang tidak sehat seperti Wrestling, yang membanting orang sampai luka sampai jatuh tidak berkeprimanusiaan. Itu bukan kristen. Orang Spanyol yang menusuk matador yang mematikan itu binatang yang begitu kejam itu bukan kristen. Jangan pernah kita mengira bahwa kebudayaan barat itu budaya kristen, kebudayaan barat itu adalah budaya campur aduk daripada semangat Ibrani, Kekristenan, dan Yunani yang kafir. Itulah sebab di dalam perjinahan, percabulan, di dalam nikah yang tidak bertanggungjawab, di dalam premarital sex, di dalam pertukaran pasangan, homosex, dan lesbian, itu semua bukan dari Kitab Suci, bukan kristen, itu kebudayaan setan, kebudayaan dari Grika yang kafir yang telah mencampurbaurkan kebudayaan kristen. Tetapi berkali-kali di dalam abad ke-19, Tuhan mengirim kebangunan rohani yang besar di Inggris dan di Amerika, setiap kali terjadi kebangunan rohani, manusia merendahkan diri, manusia mencucurkan air mata, manusia sesal tentang dosanya, manusia bertobat dan minta pengampunan, dari Tuhan dan setiap kali ada kebangunan rohani ada penyucian dari Roh Kudus, orang mulai melepaskan diri dari mabuk-mabukan, melepaskan diri dari night club, melepaskan diri dari prostitusi, melepaskan diri dari perjudian, melepaskan diri dari homosex, lesbian, dan segala sesuatu yang tidak beres.

Di Indonesia begitu banyak kebangunan rohani dilakukan tetapi tetap korupsi, tetap berjinah, tetap tidak beres hidupnya, tetap tidak jujur, tetap rakus. Mau apa kita? Gereja mau dibangun atau tidak? Kalau gereja mau dibangun biarlah kita mengakui Yesus sebagai Tuhan saya dan aku sebagai utusan Tuhan di dalam dunia. Melalui firman dan kuasa Roh Kudus Kristus memakai saya merubah tansformasi kultural. Transformation of the culture itu menjadi pengharapan bagi dunia.

Di Tiongkok siapa yang pertama menganjurkan melepaskan kaki anak perempuan yang diikat sampai kecil dan tulangnya patah semua di dalam, adalah orang Kristen. Di Tiongkok siapa yang pertama memulai menggunting kuncir orang laki-laki yang keturunan dari Manchuria adalah orang Kristen. Di Tiongkok siapa yang pertama membuat sekolah untuk orang-orang miskin adalah orang kristen. Di Tiongkok siapa yang perama yang menggembar-gemborkan laki-laki perempuan sama rata dan tidak boleh membedakan adalah orang Kristen. Di Tiongkok siapa yang pertama mengembar-gemborkan berhenti minum opium dan hidup suci adalah orang Kristen. Sejarah cina ditulis oleh pemegang pena yang melawan Kristus sehingga mengakibatkan Mao Tze Dong dan reginnya menganiaya gereja demikian rupa, tetapi orang yang berhati nurani, mereka mengetahui dari Mateo Richi sampai Hudson Taylor, sampai Timothy Richard, dari begitu banyaknya misionaris, mereka merubah Tiongkok negara seluruh Asia yang pertama kali menjadi demokrasi adalah Tiongkok. Siapakah Sun Yat Sen? Karena apa? Karena dia dari orang Kristen.

Membicarakan mengenai transformasi kebudayaan dan masyarakat, saya meminta saudara melihat bahwa kecuali kristen dan firmannya tidak ada benih demokrasi yang sejati di dalam dunia dan di dalam sejarah. Di dalam ajaran agama Islam tidak ada konsep ajaran demokrasi, di dalam ajaran Konfusianisme tidak pernah jelas konsep demokrasi meskipun filosof Mensius paling mementingkan rakyat tetapi istilah demokrasi tidak pernah muncul di dalam filsafat Tiongkok. Itu sebabnya reformasi Indonesia sangat tergantung pada pengertian orang Kristen; firman Kristen dan sejarah reformasi serta segala theologi manusia dicipta menurut peta dan teladan Tuhan Allah.

Mahasiswa-mahasiswa yang memulai istilah reformasi jangan lupa istilah reformasi itu, mulai 500 tahun yang lalu dimulai oleh orang Kristen, di Swiszerland, di Prancis, di Jenewa, di Jerman, oleh Martin Luther, oleh John Calvin, oleh Zwingli, oleh Bullinger, oleh William Karel. Istilah reformasi yang sering disebutkan oleh orang Indonesia saat ini adalah pinjaman dari teologi reformed. Dari manakah orang Indonesia memakai istilah reformasi, istilah reformasi belum pernah muncul di negara Indonesia, kecuali 500 tahun yang lalu di dalam kekristenan.

Demokrasi harus kembali kepada kekristenan, reformasi harus kembali kepada kekristenan. Orang kristen memang minoritas, walaupun kita lebih sedikit, tetapi kita memberikan sumbangsih yang besar kepada Republik Indonesia. Orang kristen jangan minder, orang kristen harus sadar, siapakah engkau? Engkau tidak membakar rumah orang lain dan engkau tidak menjarah. Sejarah kristen tidak menghasilkan anggota yang suka membenci dan membakar bahkan membalas dendam, karena itu bukan agama kita.

Agama kristen mangajarkan kita untuk mencintai musuh, orang kristen tidak menjarah, orang kristen tidak membakar dan orang kristen tidak membenci. Orang Kristen akan memberikan penyodoran, orang Kristen akan memberikan sumbangsih. Apa itu reformasi? Apa itu demokrasi? Apa itu human right? Yang disebut human right itu hak asasi manusia karena manusia dicipta menurut peta dan teladan, hal ini dimengerti oleh orang Kristen, lebih dari agama-agama lain.

Yesus Kristus harapan dunia, ini bukan hal omong kosong. Saya berteriak kepada seluruh Indonesia: “Bangsa Indonesia terimalah Yesus Kristus, bangsa Indonesia kembalilah kepada Yesus Kristus, di dalam Dia engkau menemukan harkat sebagai rakyat jelata, karena Yesus tidak pernah menghina orang miskin.

Di dalam Yesus Krstus engkau melihat pengharapan bagaimana Dia mempersatukan yang kafir, yang Yahudi, yang Grika, yang Romawi, yang kaya, yang miskin, yang laki, yang perempuan. Di dalam Kristus kita semua menjadi satu. Gereja yang hanya mau melayani orang miskin, saya tolak, dan gereja yang hanya mau melayani orang kaya, saya tolak. Saya mau gereja melayani semua orang, tidak ada diskriminasi, tidak menjunjung tinggi orang kaya, tidak menghina orang miskin, tidak membedakan bangsa dan ras baik dari Tapanuli maupun dari Minahasa, baik dari Gorontalo maupun dari Teluk Betung, baik dari Jawa maupun dari Banten, semua bersatu di dalam Yesus Kristus. Gereja memiliki Tuhan yaitu Yesus Kristus, kepalanya adalah Yesus Kristus dan pengharapan dunia juga ada dalam Yesus Kristus. Jesus Christ, the Hope of the world.

  • Ketujuh, Yesus Kristus adalah raja di kerajaan yang akan datang. Suatu waktu kita tidak akan melihat Clinton di dalam tahtanya. Tony Blair, tidak ada lagi di kursinya. Ratu Elisabeth turun dari tahtanya dan semua presiden turun. Dan kita mengharapkan Kristus datang kembaii untuk menegakkan kerajaannya yang kekal di dalam dunia ini. King of king, Lord of lord, Tuhan Yesus raja di atas segala raja, Yesus Kristus Tuhan di atas segala Tuhan. Itulah benar-benar pengharapan dunia, bukan presiden, bukan raja, bukan politikus di dalam dunia ini, bukan Mao Tze Dong, bukan Clinton, bukan Reagen, bukan Hasimoto, bukan Soeharto, bukan Habibie, bukan siapa saja. Manusia harus berpaling dan memandang kepada satu-satunya: “Lihatlah domba Allah yang menghapus dosa manusia”. Yesus Kristus, mati dan bangkit bagi engkau dan saya, Dia adalah harapan dunia sampai selama-lamanya.

Wahyu 21:22-23: “Dan aku tidak melihat bait suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan yang mahakuasa, adalah bait sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya”. Dunia yang penuh dengan dosa ini, sementara kita masih hidup, kita masih menjadi saksi bagi Kristus yang menjadi tamu di dalam dunia ini, kita harus giat sekuat mungkin di dalam situasi masyarakat, situasi perdagangan, situasi keamanan, situasi pendidikan, situasi lingkungan dengan memberikan pengaruh Injil yang berada di dalam kita karena kita terang dunia, tetapi di samping ini kita menunggu Kristus datang kembali. Ada kota baru, langit baru, bumi baru yang akan dikaruniakan kepada dunia dan di dalam kota baru, di dalam sorga, di dalam langit baru kita melihat dua hal:

  • Pertama, yang negatif, saya tidak menemukan bait Allah, hilang gerejanya, gedungnya tidak ada. Maka dikatakan, saya tidak melihat bait suci itu. Kenapa hilang, kenapa tidak perlu, karena apa? Karena Tuhan sendiri adalah bait suci itu sendiri.
  • Kedua, saya tidak melihat matahari, saya tidak melihat bintang dan bulan, kenapa? Tidak perlu, karena Anak Domba adalah lampu di dalam kota itu. Artinya cahaya-cahaya lain semua lenyap, hanya lampu yang namanya terang Kristus abadi selama-lamanya. Christ is the lamp in the eternal kingdom of God. Yesus Kristus adalah lampu di dalam kota Allah yang kekal sampai selama-lamanya. Dan Dia sedang mencari mempelai, Dia sedang melamar kita, dan Dia sedang berkata datang kepadaku, terang yang akan kau lihat di dalam kota kekekalan itu sekarang sementara berada di dalam hatimu, datanglah menerima kristus sebagai harapan dunia dan juruselamatmu pribadi.

Siapakah Yesus Kristus?

  1. Yesus adalah firman di dalam kekekalan.
  2. Yesus Kristus adalah bijaksana di dalam ciptaan alam semesta.
  3. Yesus adalah terang di dalam sepanjang sejarah.
  4. Yesus adalah Tuhan di atas segala hidup.
  5. Yesus adalah kepala di atas gereja.
  6. Yesus Kristus adalah perobah di dalam masyarakat dan kebudayaan.
  7. Yesus Kristus adalah raja di dalam kekekalan kerajaan Tuhan.
  8. Yesus Kristus adalah terang di dalam kota Yerusalem yang baru untuk selama-lamanya.

[Lalu kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”. (Luk. 2:10-11)

Sumber : https://lead.sabda.org/files/kristus_harapan_dunia.htm

Judul Buku : Momentum 38 Desember 1998
Judul Artikel : Kristus Harapan Dunia
Penerbit : LRII
Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong
Halaman : 9-24
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube