Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Selama berpuluh-puluh tahun saya sangat memperhatikan gereja Tuhan di seluruh dunia mau ke mana? Itu sebab tahun 1964 pada waktu saya menemukan Teologi Reformed sebagai satu-satunya jawaban untuk memelihara iman Kristen dengan setia, tekun dan konsisten untuk melayani Tuhan. Sebagai orang yang beriman menurunkan semua ajaran dari para Rasul, maka saya berjuang untuk teologi ini. Itu terjadi saat satu semester terakhir sebelum saya tamat sekolah teologi, di mana dosen-dosen teologi memiliki pandangan berbeda-beda bahkan sampai sekarang. Seorang dosen saya dari Irlandia yang mengajar teologi Reformed, saya menangkap bahwa teologi inilah yang benar. Sesudah itu saya tidak pernah mundur lagi dan saya mati-matian berjuang terus, meskipun banyak orang Kristen tidak menganggap doktrin penting, ini hanya menyatakan kebodohan mereka. Meskipun banyak pendeta menganggap doktrin tidak penting, ini hanya menyatakan kompromi mereka. Tetapi sejarah membuktikan: hanya mereka yang setia, memelihara semua doktrin yang diturunkan para rasul, mereka sungguh-sungguh saksi Tuhan, saksi kebenaran di dalam segala zaman.

Pada waktu Paulus mendengar “Jikalau tidak disunat maka tidak mungkin diselamatkan”, ia langsung bereaksi bahwa itu tidak benar. Kalau sunat atau tidak disunat akan mempengaruhi diselamatkan atau tidak, berarti kematian Kristus di kayu salib, pengaliran darah-Nya dan pengampunan dosa tidak mutlak, maka keselamatan harus ditambah dengan sunat. Ini tidak bersangkut-paut dengan kebebasan pendapat anda dalam denominasi apa.  “Kalau mau disunat ya disunat, kalau tidak mau ya biar sajalah, jangan ganggu kebebasan berteologia. Kita bersama-sama bersaudara, jangan saling mencela.”

Paulus tidak demikian. Paulus langsung berdebat mati-matian dengan mereka. Tanpa kompromi, tanpa mundur 1% pun tidak boleh lepas, ini menyangkut kemutlakan darah Kristus, jangan dicampur-campur. Lalu perdebatan itu menyebabkan orang tidak mau menerima karena rasul Paulus seorang rasul baru. Di sini kita melihat ada orang yang berjuang apa yang perlu, apa yang tidak perlu, dengan demikian doktrin yang benar diturunkan.

Dua abad setengah setelah itu, seorang bernama Arius mengatakan bahwa Yesus berkuasa tetapi tidak Mahakuasa. Yesus bersifat ilahi tetapi bukan Allah. Dia ciptaan Allah, allah ciptaan. Allah menciptakan yang baik menjadi Yesus dan yang jahat menjadi setan. Ini ajaran tidak benar. Ada seorang muda bernama Athanasius, melawan ajaran Arius yang salah itu. Tetapi waktu itu Arius lebih senior. Setelah terjadi perpecahan ini, dunia kekristenan guncang. Dalam keadaan itu, ada orang yang mengatakan kepada Athanasius bahwa seluruh dunia melawan Athanasius dan menyetujui Arius. Athanasius berkata seluruh dunia melawan aku, maka aku melawan seluruh dunia. Pemuda inilah yang membuat gereja hingga saat ini menerima doktrin Allah Tritunggal.

Jikalau tidak ada orang yang berani melawan ajaran yang salah, jikalau tidak ada orang yang berani mempertahankan iman dari para rasul, gereja akan ke mana? Saya melihat dunia sedang berkembang dan saya melihat banyak orang mau cepat sukses, supaya kelihatan pelayanannya berbuah banyak lalu mulai kompromi tanpa sadar. Saya diundang Billy Graham Center dan disana saya kritik Kharismatik. Orang-orang di Billy Graham Center datang kepada saya dan berkata “jangan kritik yang lain (Kharismatik) karena Billy Graham tidak suka kritik sembarangan, tidak suka kritik orang lain.” Saya menjawab “Siapa Billy Graham, saya tidak tahu. Yang saya tahu di Alkitab Yesus memarahi orang Farisi, Yohanes Pembaptis memarahi Herodes. Jikalau Billy Graham tidak kritik orang lain, saya pikir ini lain dengan Alkitab yang saya baca. Jangan beri saya tiket, jangan beri saya honor, semua khotbah saya biar saya bayar sendiri. Saya harus mempertahankan dan tidak boleh diganggu untuk menjaga khotbah saya dari siapa pun. Saya tidak peduli engkau raja, Billy Graham, atau siapa jangan suruh saya ikut kamu, saya ikut Alkitab.”

Pada waktu direktur Luis Palau datang ke rumah saya, minta saya menjadi penasihat crusade-nya. Saya tanya, kalau ingin menjadi besar, kebaktian besar, tetapi untuk menjadi besar apa yang engkau kompromikan? Dia kaget mendengar pertanyaan saya. Dia berkata dalam beberapa hal kami kompromi. Cara Billy Graham, kumpulkan semua pemimpin tidak peduli ajarannya apa. Semakin banyak pendeta mendukung kebaktian, maka semakin besar. Yang bertobat boleh datang ke gereja apa saja. Akhirnya ke gereja yang ajarannya salah tidak apa-apa.

Itu bukan Stephen Tong! Itu sebab saya punya tekad bulat membawa doktrin Reformed mempengaruhi seluruh dunia. Mulai tahun 1980 saya mengajar doktrin Reformed di SAAT (Seminari Alkitab Asia Tenggara), setelah mengajar kokoh lalu dosen lain mencabutnya. Setelah itu saya meninggalkan SAAT. Saya mendirikan sekolah teologi Reformed sendiri, membangun ajaran dengan teologi yang benar. Di Singapura, Taiwan, Jakarta, Malang banyak sekolah teologi Injili, namun doktrinnya kacau balau. Hanya ada beberapa dosen Reformed, lalu murid yang lulus ingin mendapat gelar lebih tinggi lagi, gila gelar, sesudah itu ajaran kacau balau tidak masalah, asal sudah S2, S3 yang kelihatan lebih hebat dari orang lain.

Tahun lalu di Johanes Burg di Afrika saya memberikan ceramah doktrin Reformed di kongres seluruh dunia World Evangelical Fellowship. Pemimpin-pemimpin dari Belgia, Belanda, Scotlandia, Amerika, Kanada, Afrika, Amerika Latin ada di sana. Saya mengatakan, “Jika kamu tidak memegang Teologi Reformed, engkau tidak akan bisa mengerti iman Kristen.” Saya mengatakan kalimat ini tegas luar biasa. Bulan Februari lalu saya berkhotbah di Westminster Theological Seminary. Rektor berkata: “Hari ini saya mengundang Stephen Tong untuk berkhotbah untuk engkau. Saya merekomendasikan Stephen Tong untuk engkau karena orang ini sangat berbeda. Biasanya orang berkata bahwa Teologi Reformed sangat penting, sangat bagus, tetapi Stephen Tong berkata tanpa engkau mempelajari Teologi Reformed engkau tidak akan menjadi orang Kristen sejati.” Dari Kristus naik ke surga, Roh Kudus turun, Tuhan memakai rasul-rasul menegakkan doktrin, sehingga terjadi Perjanjian Baru untuk melengkapi Perjanjian Lama menjadi tulisan Firman Tuhan yang berada di bumi ini.

Sampai tahun 1517, kita melihat Martin Luther memulai gerakan dengan mutu yang sangat besar, pertama sola scriptura, sola gratia, sola fide, solideo gloria. Ini semua berdasarkan Sola Christos (berpusat kepada Kristus) Semua diadopsi oleh John Calvin, menjadi berpatokan di mana manusia berkenan di hadapan Tuhan adalah melalui prinsip tersebut. John Calvin humanis yang bersumber seluruhnya dari Kitab Suci. Dia meskipun sering mengutip filsafat tetapi itu bukan menjadi dasar iman, di dalam Institutes of Christian Religion, Calvin mengutip Kitab Suci lebih dari 6.000 tempat. Tidak sama dengan pendeta-pendeta sekarang ini cuma kutip ayat itu-itu saja, Calvin mencari di tempat-tempat yang paling kurang dimengerti, kurang  diperhatikan manusia, ayat-ayat yang berkaitan dengan seluruh doktrin secara komprehensif untuk mendukung iman kepercayaan yang diuraikan, demi menegakkan kembali apa sebenarnya yang kita percaya. Martin Luther dipakai Tuhan untuk merobohkan semua yang salah, Calvin dipakai Tuhan untuk menegakkan semua yang benar. Di sini bedanya Lutheran dan Presbyterian / Reformed. Itu sebabnya setelah Calvin menulis Institutes of the Christian Religion, maka terjadi kegemparan di seluruh Eropa, di seluruh dunia kekristenan, bahwa kalau kita tidak mempelajari sampai mendalam seluruh Kitab Suci, kita tidak mungkin hidup di dunia untuk menjadi saksi bagi Kristus.

Setelah tahun 1536, hampir seluruh Eropa tidak lagi memperhatikan Martin Luther tetapi John Calvin. Karena apa? Karena di dalamnya Teologi Reformed berakar sedalam-dalamnya kepada Alkitab. Teologi Reformed mempunyai pengertian selengkapnya, sesempurnanya, sekomprehensif dari Kitab Suci dan perjuangan luar biasa tanpa kompromi 1% pun. Apa yang diperjuangkan Calvin di Geneva, menjadi semangat dari zaman ke zaman mau setia kepada Tuhan.

Pada saat Philip Melanthon, melihat situasi berkembang seperti itu, dia sangat menyesal kubu Reformasi terpecah. Ada Lutheran, ada Reformed yang mestinya bisa bekerja sama melawan Katolik yang begitu rusak, menyeleweng dari Alkitab. Dia mempelajari di Lutheran lalu di Reformed. Saat dia mempelajari Institutes of the Christian Religion, dia berkata bahwa buku ini benar-benar mengupas dari Alkitab. Kita lihat, sampai hari ini, tidak ada buku yang paling konsisten di seluruh dunia dibanding buku Institutes of the Christian Religion. Teologi Reformed sampai sekarang sudah beratus-ratus tahun. Kita melihat teologi ini mempunyai perjuangan yang sangat setia, mempunyai peperangan yang sangat sengit, dan mempunyai kemenangan yang sangat mulia. Sehingga pada saat kekristenan dihina dari luar, yang berjuang adalah Teologi Reformed. Pada saat dilecehkan dari dalam, yang membela adalah Teologi Reformed. Pada waktu kekristenan disaingi filsafat-filsafat sekuler yang berusaha merebut iman Kristen, yang sanggup mempertahankan adalah Teologi Reformed.

Semenjak abad ke-16 sampai sekarang, kita melihat dunia kekristenan di Eropa mengalami begitu banyak ancaman, dari Gerakan Pencerahan, di mana manusia menganggap dirinya mencapai dirinya pendewasaan yang paling matang dalam sepanjang sejarah, maka manusia tidak perlu lagi Allah, tidak perlu lagi iman kepada Tuhan, tidak perlu lagi Kitab Suci, manusia dengan rasio sendiri menjelaskan persoalan yang sulit yang belum terkupas dalam misteri alam semesta. Lalu serangan dari rasionalis, empirisme, lalu abad 19 muncul ideologi komunisme, eksistensialisme, liberalisme, semua menyerang kekristenan, namun hanya ada satu teologi yang paling setia dan paling sanggup membela yaitu Teologi Reformed.

Pada abad 20, komunisme mencetuskan revolusi di Rusia, lalu menjadi negara atheisme pertama di dunia. Disusul setelah perang dunia selesai, Chekoslovakia, Polandia, Tiongkok, Korea Utara, Vietnam, satu persatu menjadi negara komunis, namun Teologi Reformed menopang iman Kristen dengan apologetika yang paling kuat. Barangsiapa melupakan Teologi Reformed, orang itu melupakan tugas sendiri. Di dalam seluruh ragam yang begitu banyak sistem teologi, apakah Teologi Reformed mempunyai jumlah secara mayoritas? Jawabnya tidak. Jumlah orang yang mengerti dan mempertahankan Teologi Reformed tidak banyak. Karena apa?

Karena inipun termasuk apa yang dimaksud Tuhan Yesus, yang dipanggil banyak, yang dipilih sedikit. Namun jumlah yang sedikit ini tidak membuat orang Reformed minder. Jumlah yang sedikit ini, hanya membuktikan terlalu banyak orang memilih jalan yang luas, memilih pintu lebar, tetapi Tuhan Yesus berkata bahwa jalan menuju hidup kekal adalah jalan yang sempit. Bukan saja demikian, meskipun secara kuantitas Reformed tidak mencapai angka tertinggi, namun orang yang berpengaruh di seluruh dunia adalah orang yang dipengaruhi Teologi Reformed. Martin Luther mengemukakan lima hal yang kemudian diadopsi Teologi Reformed.

Pertama, Sola Scriptura. Pada waktu semua orang mengutip buku untuk membuktikan betapa banyak dia belajar, Calvin memilih hanya bersandar dari Alkitab. Dia menemukan ada perbedaan kualitas di antara Firman Tuhan dengan semua perkembangan pikiran manusia. Firman Tuhan dari surga, tidak mungkin salah, benar, murni, dan nilainya lebih tinggi dari emas. Itu sebabnya Calvin memegang hanya Kitab Suci saja. Ini menjadi metode dalam menegakkan doktrin. Calvin menulis seluruh Kitab Suci dalam Commentaries dan tidak sempat menulis Kitab Wahyu ia meninggal dunia. Sebelum ia menulis penafsiran Kitab Suci, ia menulis terlebih dahulu Institutes of the Christian Religion. Lalu yang mana yang benar: mengerti teologi dulu lalu menafsirkan Alkitab, atau membaca Kitab Suci kemudian menyimpulkan teologi? Kalau Alkitab dulu, lalu mengapa banyak orang belajar Alkitab akhirnya teologinya ngawur? Kalau Alkitab dulu lalu mengapa ajaran pengikut Saksi Yehova tidak benar?

Calvin menulis terlebih dulu Institutes of the Christian Religion setelah itu menjelaskan seluruh Alkitab. Seolah-olah kesannya harus ada Teologi dan prinsip harus ada untuk bisa mengerti Alkitab. Tetapi, Calvin dari mana mendapat kesimpulan sebagai prinsip total dalam Institutes of the Christian Religion? Ia baca Kitab Suci lalu dengan pengertian apa ia membacanya? Calvin dilahirkan dalam tradisi kekristenan yang sudah 1500 tahun, dan ada gereja induk yang pada doktrin dasarnya benar. Tetapi ketika Katolik menyeleweng dari kebenaran, orang yang mengerti tradisi tersebut bisa langsung mengetahui dan sadar di mana kesalahan itu maka mereka terus berusaha mengadakan Reformasi. Mereka melihat bahwa tidak seharusnya terjadi penyelewengan, sehingga mereka membawa kembali pada kebenaran. Bedanya Katolik dan Protestan adalah letak otoritas ada di mana. Katolik berkata otoritas ada di Gereja. Protestan berkata tidak! Otoritas ada di dalam Kitab Suci. Gereja bisa menyeleweng, Kitab Suci tidak bisa berubah. Maka memperbaiki Gereja dengan Kitab Suci yang tidak berubah. Kitab Suci menjadi dasar bagaimana beriman. Pengertian Kitab Suci dari mana? Katolik waktu itu tidak mengizinkan jemaat membaca Alkitab, karena saat membaca maka akan muncul penafsiran secara subyektif, secara salah menafsirkan, lebih baik mendengar Pastor yang telah terlatih. Dengan demikian Kitab Suci dirantai di dalam Gereja, Kitab Suci disimpan, tidak boleh dibaca di rumah, karena hanya mereka yang berhak untuk memberikan penjelasan. Tetapi kita percaya Roh Kudus dalam sejarah terus memimpin gereja masuk ke dalam kebenaran. Augustinus banyak mengutip diluar Kitab Suci, sedangkan Calvin lebih banyak mengutip di dalam Kitab Suci. Sola Scriptura, hanya Kitab Suci, tidak berarti buku-buku lain tidak perlu dibaca.

Waktu 30 tahun lalu banyak memakai filsafat, ideologi lain, banyak orang lain mengkritik saya, bahwa saya bukan Kitab Suci lagi namun senang khotbah filsafat. Padahal ini karena banyak orang salah mengerti saya. Saya memakai kutipan filsafat pada akhirnya saya memakai Kitab Suci untuk melawan dan menghancurkan semua filsafat dan akhirnya Kitab Suci lebih tinggi dari semua sistem pemikiran dunia. Pada suatu hari ternyata Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang saya pimpin menjadi banyak mempertobatkan kaum intelektual kembali kepada Kristus. Sekarang di Taiwan dan Amerika banyak menjadi profesor dari khotbah saya. Saya memakai cara bagaimana menginjili orang dan saya berani mengutip filsafat-filsafat, mengutip pemikiran-pemikiran orang di luar Kristus, lalu saya bandingkan dengan Kitab Suci, saya hancurkan semua pemikiran-pemikiran tersebut, lalu menantang orang kembali kepada Tuhan.

Prinsip kedua, Sola Gratia. Sola Gratia berarti di dalam keselamatan tidak ada jasa manusia. Di seluruh dunia kita melihat ada kubu theosentris (berpusat kepada Allah) dan antroprosentris (berpusat pada manusia). Demikian pula dengan Theologi, penginjilan, ada kubu theosentris dan antroprosentris. Bedanya di mana? Bedanya siapa yang menjadi poros, sumbernya, siapa yang menjadi penopangnya, dan akhirnya Tuhan yang menjadi dasar. Kalau theologi di mana manusia lebih besar dari Allah, itu bukan Teologi Reformed. Teologi Reformed berprinsip porosnya, sumbernya, penopangnya dan akhirnya Tuhan yang menjadi dasar. Maka tidak ada peran manusia dalam keselamatan. Leon Morris dalam tafsirannya Yohanes pasal 6, dalam footnote mengatakan bahwa Alkitab tidak menyediakan tempat apapun terhadap jasa manusia sehingga dapat diselamatkan. Keselamatan berasal dari Anugerah dan diterima oleh iman (Efesus 2:8): “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah”. Tuhan memberikan Firman, lalu engkau dengar, engkau menerima, lalu Firman itu bertumbuh menjadi iman. (Roma 10:17). Kita sering mendengar pokoknya datang kepada Yesus pasti diberikan kesembuhan dan berkat. Ini kalimat tidak ada konsep sola gratia, karena peranan dan kemampuan manusia ditekankan. Sola Scriptura, Sola Gratia saling berkaitan erat sekali, karena seluruh pengajaran dari Kitab Suci, akhirnya mengerti bahwa Kitab Suci mengajarkan bahwa tidak ada peranan manusia dalam bagian keselamatan karena seluruhnya dari Tuhan.

Prinsip ketiga,  Sola Fide , hanya bersandar iman saja bukan perbuatan. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” (Ibrani 11:6). Tetapi kalau kita mengakui dengan perbuatan diperkenan dihadapan Tuhan, itu salah. Di dalam surat-surat Paulus kita dibenarkan oleh iman, sedangkan surat yang ditulis Yakobus kita dibenarkan oleh perbuatan. Kalau demikian Rasul Paulus dan Rasul Yakobus bertentangan? Benarkah demikian? Orang Reformed harus jelas mengerti, sebenarnya kedua rasul tersebut sama sekali tidak bertentangan. Di dalam ajaran Rasul Paulus kita dibenarkan oleh iman bukan perbuatan, sehingga bagaimanapun engkau berbuat baik engkau tidak sanggup dan tidak punya kondisi yang cukup untuk diselamatkan Tuhan. Tetapi Rasul Yakobus mengatakan kita dibenarkan oleh perbuatan. Bukankah kedua rasul bertentangan? Tidak.

Orang Kristen haruskah berbuat baik? Harus. Perbuatan baik dari orang Kristen untuk mendapatkan keselamatan atau karena sudah diselamatkan? Bagi Paulus, tidak ada perbuatan baik bisa mengganti Anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan jauh lebih besar dari perbuatan kita. Tetapi setelah kita diselamatkan, kita sudah mendapat hidup baru, kita berbuat baik. Ini bukan sebab tetapi akibat dari dibenarkan oleh Allah. Disini doktrin Reformed mengharmoniskan dan mengkonsistensikan kedua hal tersebut bersatu. Tetapi orang yang tidak mengerti teologi Reformed terlalu menghina dan melecehkan, padahal itu membuktikan otak mereka terlalu rendah. Biarlah suatu hari mereka yang menghina dapat mengerti. Dibenarkan dalam konsep Paulus adalah oleh Tuhan, sedangkan dalam konsep Yakobus dibenarkan manusia. Sehingga bukan berarti perbuatan sanggup mengganti keselamatan dari Tuhan. Perbuatan baik adalah Anugerah Tuhan untuk menyatakan bahwa seseorang sudah hidup baru, dan ini pun Anugerah. Iman adalah Anugerah Tuhan dan menjadi induk dalam menyatakan perbuatan baik. Dengan iman kita menerima Anugerah keselamatan Allah.

Martin Luther mempunyai definisi iman yang ‘luar biasa dalam’. Martin Luther berkata “iman adalah penerimaan dari penerimaan”. Kalau menerima sesuatu berarti menerima apa? Menerima sesuatu yang tidak bisa saya menerima. Kenapa orang berdosa seperti saya diterima, mengapa Tuhan mau menerima orang seperti saya? Suatu fakta bahwa Tuhan telah menerima saya orang yang berdosa ini. Ini namanya penerimaan dari penerimaan. Pada waktu perampok di sebelah Yesus berkata “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Luk 23:42), Yesus lalu berkata “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43). Apakah perampok tersebut ada perbuatan baik, ada jasa? Dia bisa diselamatkan karena apa? Karena Sola Gratia. Dia percaya sola fide. Tidak ada jasa manusia. Ini bedanya Katolik dan Protestan. Kalau tidak mengerti tuntas maka akan fatal bagi gereja.

Kita melihat 100 tahun setelah Martin Luther mengadakan Reformasi, gereja Lutheran menjadi kacau balau, karena banyak orang yang hidup tidak suci tidak memperhatikan perbuatan mereka. Orang-orang Katolik mengira dengan perbuatan baik, dengan membiara, menyiksa diri, berpuasa, membeli surat pengampunan dosa dengan uang maka bisa diselamatkan. Itu sangat menghina Anugerah Tuhan, itu melawan Kitab Suci. Maka Reformasi harus terjadi dan Teologi Reformed harus ditegakkan untuk kembali kepada ajaran Alkitab yang sejati.

Prinsip keempat, Soli Deo Gloria, mengerjakan segala sesuatu demi memuliakan Tuhan. Dalam Westminster Catechism, tujuan utama hidup manusia di dunia ini adalah untuk memuliakan Dia. Di sini kita melihat Teologi Reformed bukan berteriak-teriak secara teori, namun Teologi Reformed masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan kepada orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan. Mengerjakan sesuatu bukan menyenangkan orang, karena Tuhan sedang melihat, Tuhan Maha ada. Di mana saja walaupun tidak ada orang melihat, namun mengerjakan segala sesuatu untuk dilihat Tuhan. Teologi Reformed dipelajari bukan supaya lulus SKS tetapi masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan. Saya sering memberi contoh ini: mengapa jam tangan yang terbaik dibuat di Switzerland dan kenapa Seiko (Jepang) membuat jam tangan mati-matian tetapi tidak bisa mengalahkannya? Bukan karena Jepang kurang rajin bekerja, tetapi karena Jepang tidak dipengaruhi Teologi Reformed. Di Geneva ajaran-ajaran Teologi Reformed berakar di dalam mereka dan mereka bekerja sebaik-baik  mungkin. Banyak orang Reformed di Perancis, namun mereka dianiaya dan dibunuh lalu lari ke Geneva, akhirnya mereka bekerja yang terbaik untuk Tuhan, akhirnya sampai sekarang tidak ada lawannya. Kalau engkau beli mesin beli di Jerman atau di India. Kalau engkau kirim anak sekolah ke Amerika, Jerman atau ke Arab? Negara India adalah negara Budha, negara Arab negara Islam, mereka menghasilkan produksi mutu yang bagaimana?

Mengapa daerah Katolik, produksinya kalah dengan negara Protestan? Mengapa mesin yang paling akurat selalu berada di negara Reformasi? Ini  fakta yang tidak bisa di bantah. Engkau mengikuti Kharismatik supaya gereja penuh. Kharismatik tidak pernah menghasilkan buku Teologi atau tafsiran yang bermutu, karena Teologi tidak beres maka mental dan etos kerja tidak beres, tidak mungkin menghasilkan pengertian ketuhanan yang benar. Pada suatu hari orang-orang bekerja dengan sangat teliti, tepat dan akurat berada di Perancis karena mereka takut kepada Tuhan. Mereka ditipu raja Perancis. Kaum Protestan ditipu dengan mengatakan bahwa kaum Protestan boleh sama dengan kaum Katolik, sebagai penduduk yang tidak didiskriminasi. Untuk merayakannya raja mengundang pesta makan besar, di mana kira-kira 100.000 orang Protestan hadir. Kaum Protestan senang menerima undangan itu karena merasa diterima. Di tengah-tengah merayakan kebebasan beragama mereka baru sadar tertipu, raja Perancis memerintahkan prajurit-prajuritnya mengelilingi orang-orang Protestan lalu membakar mereka hidup-hidup sampai mati. Mereka yang paling baik kerjanya lari ke Geneva. Itu sebabnya Perancis tidak bisa menghasilkan barang sebaik negara-negara Protestan. Mobil Perancis kalah dengan mobil Jerman. Mereka berusaha meniru semangat Protestan. Orang Protestan berprinsip bahwa kerja segala sesuatu seperti dihadapan Tuhan Allah. Akhirnya Geneva menghasilkan jam tangan terbaik di dunia. Inilah semangat Reformed. Jangan kira gerejamu kalau penuh berarti tandanya berkat. Kalau gereja anggotanya berpuluh-puluh ribu orang tetapi ajarannya salah, itu gereja yang terkutuk karena membawa orang banyak untuk menutup kebenaran. Mau cepat bertumbuh? Abraham menunggu sampai umur 100 tahun untuk pemenuhan janji. Namun sebelumnya karena ingin cepat maka dia mempunyai anak Ismael yang bukan anak janji. Lalu dari Ismael menghasilkan keturunan yang cepat bertumbuh sedangkan dari anak janji ia harus menunggu 12 suku (beberapa generasi). Yang banyak adalah Arab, Palestina dari keturunan Ismael tetapi bukan dari anak janji, akibatnya pertarungan tidak habis-habis. Semua ajaran yang salah punya anggota lebih banyak, namun yang setia pada Firman Tuhan harus menunggu dan jumlahnya tidak banyak, mereka inilah yang akan diterima oleh Tuhan. Siapa pendeta yang berani menegur ajaran yang salah berapa banyak? Saya dengan sangat sedih mengatakan tidak banyak. Saya bersyukur di GKA masih ada orang yang mau setia, mau berjuang, mempertahankan kebenaran. Orang Reformed di Geneva bekerja begitu setia akibatnya waktu mereka membuat jam tangan terbaik mereka minta cap kecil Geneva Seal. Bahkan mutu yang paling baik sekali diberi cap Geneva Seal dua kali. Yang berhak mendapat Geneva Seal harus memenuhi 12 syarat, di antaranya semua sekrup yang kecilnya seperti rambut ujungnya dibuat pakai tangan harus dihaluskan sampai licin dan bulat. Ketika dilihat di kaca pembesar kalau sudah dihaluskan sampai bulat baru setelah itu diberi cap. Kenapa mereka mau bekerja susah payah seperti itu. Kalaupun tidak dihaluskan siapa yang memperhatikan? Namun mereka bekerja untuk Tuhan. Etos kerja yang tidak main-main. Teologi Reformed adalah suatu semangat yang merubah seluruh hidup dunia, maka saya harap pemimpin Gereja mau setia dan betul-betul membaca dan menafsiran Alkitab sedekat mungkin dengan kehendak Tuhan.

Jikalau di dalam pelayanan ada 1% motivasi bukan memuliakan Tuhan namun membanggakan diri, silakan berhenti menjadi pendeta, majelis, guru sekolah minggu. Kalau motivasi untuk memuliakan diri maka itu merebut kemuliaan Tuhan. Saya bukan lagi anak muda, saya sudah mengelilingi dunia lebih dari 95 kali, saya keliling Asia Tenggara lebih 320 kali, sekarang saya pun tidak berani malas, saya setiap tahun naik pesawat terbang 320 kali, semua ini saya kerjakan karena saya harus setia pada Tuhan. Biarpun lebih banyak orang yang bisa mengadakan kebaktian lebih banyak, tetapi yang kita ditegakkan adalah fondasi yang benar dan kuat. Saya siang malam bekerja untuk design gedung GRII Pusat di Jakarta. Tetapi itu cuma gedung bangunan, yang penting menanamkan iman yang murni, ajaran yang murni. Paulus berkata kepada Timotius untuk berhati-hati terhadap ajaranmu karena dengan demikian engkau bukan hanya menyelamatkan diri tetapi juga yang mendengar engkau. Semua yang melayani Tuhan, biarlah kita mau berkata kepada Tuhan untuk berjanji menanamkan ajaran yang benar di dalam zaman yang bengkok ini, sehingga mereka datang dengan iman yang sejati dengan ajaran Firman yang sejati.

Seminar Teologi Reformed Sinode Gereja Kristen Abdiel (GKA) Di GKA Gloria Surabaya (Tanggal 2 – 4 Agustus 2007)

Oleh : Pdt. Dr. Stephen Tong

 

Sumber : https://www.reocities.com/thisisreformedfaith/artikel/seminarreformedgka01.pdf

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutube