Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail


Adahal yang nampak seperti semua berjalan semestinya, tertutupnya hati akan setiap peristiwa yang terjadi adalah penghalang yang lambat tapi pasti untuk melupakan karunia-Nya. Cerita dibawah ini adalah peristiwa yang dialami dan direnungkan oleh Sdri. C. Chung, menarik untuk disimak.

Dalam pekerjaan saya sebagai Manajer Personalia, saya seringkali harus membuat permohonan untuk mendapatkan izin kerja bagi pekerja asing di perusahaan tempat saya bekerja. Seringkali saya harus membuat perjalanan dari kota tempat saya bekerja ke kantor pemerintah, yang berjarak sekitar 350 km untuk urusan memproses izin kerja tersebut. Pada peristiwa yang satu ini, setelah membuat perjalanan jauh ke kantor pemerintah, seperti biasa saya diberikan izin kerja tersebut. Saya sangat senang karena saya berhasil membereskan semuanya itu pada hari itu juga, walaupun petugas itu berkata kepada saya, “Terlalu banyak yang harus dikerjakan.” Jadi saya dengan penuh sukacita melangkahi meninggalkan kantor tersebut. Namun tiba-tiba terdapat satu suara – suara lembut – berkata kepada saya, “Periksalah, apakah semua izin itu sudah ada di tangan?” Saya langsung meneliti jumlah izin kerja yang saya pegang dan ternyata ada satu yang kurang. Seharusnya saya diberikan 11 tetapi hanya 10 yang diserahkan kepada saya. Puji Tuhan! Roh telah berbicara kepada saya, jika tidak saya harus kembali lagi menempuh jarak 350 km hanya untuk mendapatkan izin kerja yang satu itu.

Terdapat satu lagi peristiwa di mana seorang pekerja asing mendatangi kantor saya memohon bantuan saya. Terdapat masalah dengan hasil rontgennya, di mana terdapat noda-noda putih di rontgennya, yang menunjukkan adanya masalah kesehatan yang serius. Ia seorang pekerja yang baik dan telah bekerja di perusahaan selama 2 tahun. Tetapi dengan perkembangan ini, izin kerjanya tidak akan diperpanjang dan ia akan dipulangkan. Maka ia mendatangi saya meminta saya untuk membantunya mengganti rontgen tersebut dengan yang milik orang lain. Saya bingung. Di satu sisi ia pekerja yang baik dan saya mau membantunya. Namun di sisi yang lain, mengganti rontgennya dengan yang lain adalah satu tindakan yang salah. Jadi, saya memintanya untuk membuat rontgen yang baru saja. Jadi, Keesokan harinya, kami ke rumah sakit untuk urusan tersebut. Di dalam hati saya, karena saya pernah dilatih sebagai seorang perawat, dan setelah meihat hasil rontgen yang pertama, saya tahu bahwa sangatlah tidak mungkin hasil rontgen yang kedua itu akan memberikan hasil yang berbeda. Namun, sewaktu kami menunggu hasilnya, saat kami sedang berdua di ruang tunggu, saya berkata kepadanya, “Saya akan berdoa agar Tuhan membantu Anda. Apakah Anda mau berdoa untuk meminta bantuannya?” Ia kaget dan dengan lembut menolak. Karena saya sudah berkata saya akan berdoa baginya maka saya dengan diam memanjatkan doa kepada Tuhan dan menyerahkan persoalan hasil rontgen tersebut kepada Dia.

Hasil rontgen yang kedua tidak menunjukkan adanya masalah. Satu hal yang mustahil! Hal ini sangat bermakna kepada saya karena lewatnya saya mempunyai kesempatan untuk bersaksi kepada pekerja ini tentang kebaikan-Nya – bahwa Ia sesungguhnya Pencipta yang nyata dan hidup. Kebaikan Tuhan kepada saya, terutamanya di tempat kerja saya telah menjadi satu kesempatan yang bagus untuk bersaksi kepada teman-teman kerja saya. Teman-teman kantor saya sering berkomentar, “Anda berdoa kepada Tuhan ya?” Dan memang benar, Tuhan senantiasa menjawab doa. Suatu ketika, saya kehilangan satu nota kecil yang perlu saya berikan ke bagian keuangan. Namun setelah mencarinya ke mana-mana, tidak saya temukan. Dalam situasi seperti ini, saya akan masuk ke kamar kecil, di mana saya tidak akan diganggu, dan saya akan berdoa kepada Tuhan. Seraya saya berjalan kembali ke kantor saya, saya melihat ada kantong-kantong hitam kecil di ruangan istiharat. Kantong-kantong itu merupakan sampah-sampah yang telah dikumpulkan dari seluruh kantor. Entah mengapa, pada saat itu, terdapat satu gerakan dari dalam hati saya untuk membongkar kantong hitam yang ada di situ. Saya mengubrak-abrik kantong-kantong tersebut dan … saya menemukan nota kecil itu di dalam amplop yang separuh terbuka. Teman sekerja saya saat melihat sukacita yang meluap-luap di wajah saya langsung berkomentar, “Anda ke toilet untuk doa tadi ya?” Hal yang aneh dari peristiwa ini adalah nota itu sudah hilang selama seminggu. Selalunya sampah dibuang ke tempat sampah setiap hari. Namun, entah mengapa, pada minggu itu, semua sampah tidak dibuang tapi dikumpulkan di kamar tersebut. Apakah ini satu kebetulan?

Satu lagi peristiwa tentang bagaimana Tuhan campur tangan dalam hidup saya adalah saat saya mengemudi mobil waktu berangkat pulang setelah jam kantor. Jalan tidak macet walaupun di arah yang bertentangan terdapat antrian yang panjang. Saat saya mengemudi, tiba-tiba terdapat helm yang terlontar di depan mobil saya. Saya langsung menancap rem dan menghentikan mobil. Tiba-tiba, sebuah sepeda motor melaju dari belakang mobil gerbong dan hilang kendali. Pengendara sepeda motor langsung terpelanting dan jatuh tepat di depan mobil saya. Sebelum sempat saya keluar mobil, pengendara sepeda motor itu bangun dan langsung meninggalkan tempat kejadian tanpa mengambil helmnya. Sampai ke hari ini saya masih bingung. Bagaimana helmnya bisa terlebih dahulu terlontar sebelum ia jatuh? Helmnya yang membuat saya menghentikan mobil, jika tidak saya sudah pasti menabrak orang tersebut. Sesungguhnya, Tuhan sangat bermurah hati dan memberikan saya peringatan agar saya sempat menghentikan mobil saya dan mencegah satu kecelakaan maut dari terjadi.

Tuhan terus menerus memberikan kepada saya pengalaman-pengalaman dari Dia yang mengungkapkan kebaikan-Nya kepada saya, sekalipun dalam hal yang sangat sederhana. Satu lagi pengalaman di mana saya mengalami tuntuntan Tuhan adalah saat saya diminta untuk membantu di sekolah remaja. Menurut jadwal yang ada, saya diminta mengajarkan kepada anak-anak satu kerajinan tangan. Tetapi walaupun saya berusaha mengikuti petunjuk yang ada, saya tidak tahu bagaimana untuk membuatnya. Di waktu yang bersamaan saya merasa tidak enak badan. Setelah beberapa kali mencobanya dan masih belum berhasil, saya memutuskan untuk tidur saja setelah meminum obat. Sewaktu saya tidur, saya bermimpi. Di dalam mimpi itu Dia muncul dan berbicara kepada saya, kata-Nya, “Sangatlah mudah. Akan saya ajarkan Anda bagaimana membuatnya.” Dan Ia menunjukkan kepada saya. Alangkah kagetnya saya! Saat saya bangun, saya langsung mengerjakannya sesuai dengan bagaimana saya pelajari dalam mimpi saya. Dengan mengikuti intruksi tersebut saya dengan mudah dapat mengerjakannya dan dapat mengajarkannya di sekolah remaja pada keesokan harinya.

Komentar sipemerhati:
Banyak hal terjadi dalam kehidupan pribadi kita dan jika sampai saat ini masih merasakan nafas kehidupan adalah bukan karena keberuntungan dan nasib baik atau sudah sepantasnya begitu, ini sepenuhnya karena Dia ada bahkan selalu memberi kesempatan kepada kita untuk sedikit mengucapkan syukur kita, karena Dia Nyata.

Seorang bijak berkata :

Saat setiap hari sepertinya sama dengan hari-hari yang lain, itu adalah karena manusia gagal untuk melihat hal-hal yang baik yang terjadi dalam kehidupan mereka seharian.

Sumber: https://www.cahayapengharapan.org/kesaksian_hidup/texts/apakah_allah_nyata.htm

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube